JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Menteri Perdagangan Budi Santoso memberikan penghargaan kepada 51 produk pemenang Good Design Indonesia (GDI) 2025, Kamis (4/12/2025), di Auditorium Kemendag, Jakarta.
Tahun ini, GDI mengusung tema “Good Design, Good Impact: Sustainability & Adaptive Design” yang menegaskan kemampuan produk Indonesia menjawab kebutuhan pasar internasional.
GDI Dorong Desain Indonesia Lebih Kompetitif
Ajang GDI 2025 menjadi sarana strategis untuk membangun identitas produk, memperkuat storytelling, serta meningkatkan daya tarik visual agar selaras dengan selera global.
Program ini berada di bawah Indonesia Design Development Center (IDDC) bersama Klinik Desain dan Designer Dispatch Service (DDS).
Menurut Mendag Budi Santoso, kualitas desain kini menjadi pembeda utama untuk menembus pasar dunia. Kemendag pun memberikan pendampingan dan konsultasi desain kepada pelaku usaha, terutama UMKM, untuk meningkatkan nilai tambah produk mereka.
Ribuan Produk Berpartisipasi Sejak 2017
Memasuki tahun ke-9, GDI telah diikuti lebih dari 1.300 produk sejak diluncurkan pada 2017 bersama Japan Institute of Design Promotion (JDP). Banyak pemenang sebelumnya yang berhasil menembus pasar ekspor.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kesuksesan itu berlanjut pada 2025. Tahun ini, delapan produk Indonesia meraih Good Design Award (G-Mark) 2025 di Jepang, mulai dari tas ramah lingkungan, furnitur, material konstruksi inovatif, hingga kendaraan listrik.
Mendag menegaskan bahwa desain produk adalah kunci penting dalam menjaga kinerja ekspor nasional. Banyak UMKM yang berhasil menembus pasar global setelah desain dan kemasannya diperbarui.
Kemendag juga memperkuat Program BISA Ekspor serta UMKM Desa Bisa Ekspor, yang mendorong UMKM mempresentasikan produk mereka kepada perwakilan perdagangan RI di 33 negara.
Program ini memastikan UMKM mendapat masukan desain dan standar kualitas agar mampu bersaing di pasar global.
Pemerintah terus membuka akses pasar melalui 20 perjanjian dagang yang telah berjalan dan 5 perjanjian baru sepanjang 2025, termasuk Indonesia–EU CEPA, Indonesia–Canada CEPA, Indonesia–Peru CEPA, Indonesia–EAEU FTA, dan Indonesia–Tunisia PTA.
Perjanjian ini memperluas jalur ekspor bagi produk berdesain unggul.
51 Produk Terbaik Lolos Seleksi Ketat
GDI 2025 memiliki enam kategori: aksesori, barang pakai, perlengkapan rumah tangga, mobilitas, perlengkapan perumahan, serta furnitur dan fasilitas publik. Dari 347 produk yang mendaftar, hanya 51 produk yang lolos.
Hasil akhirnya:
- 41 produk Good Design
- 10 produk Best Design
- 1 produk terpilih sebagai Best Design of the Year
Proses penjurian dilakukan dua tahap dan melibatkan juri dari Jepang, Taiwan, dan Indonesia.
Ketua Juri, Prananda L. Malasan, menegaskan bahwa desain masa kini wajib mengedepankan keberlanjutan dan adaptasi. “Desain bukan lagi soal estetika, tapi kontribusi nyata bagi lingkungan dan masyarakat,” ujarnya.
Diaz Hensuk dari perusahaan Format, pemenang GDI of the Year 2025, mengapresiasi Kemendag yang memberi ruang bagi desainer nasional untuk menembus pasar global. Ia mengungkapkan bahwa ajang ini membuka banyak peluang kolaborasi dan proyek baru. (red)





















