DAIRI, POSNEWS.CO.ID – Kecelakaan beruntun terjadi di Jalan Sidikalang, Kabupaten Dairi, Sumatera Utara, setelah truk tronton diduga mengalami rem blong dan menabrak empat kendaraan sekaligus.
Insiden maut ini menewaskan dua anak di lokasi kejadian.
Peristiwa itu terjadi pada Minggu (21/6/2026) sekitar pukul 04.15 WIB saat arus lalu lintas Medan–Sidikalang masih lengang.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Truk Diduga Melaju Kencang Sebelum Tabrakan
Kanit Gakkum Satlantas Polres Dairi, Aipda Analisa Sinuraya, menjelaskan truk tronton CAMC yang dikemudikan Bahrum Tarigan melaju dari arah Medan menuju Sidikalang dengan kecepatan tinggi sebelum kecelakaan terjadi.
Setibanya di lokasi, truk diduga mengalami rem blong dan langsung menabrak bagian belakang mobil Isuzu Box yang melaju di depannya.
“Truk diduga mengalami rem blong dan menabrak mobil Isuzu Box di depannya,” kata Analisa.
Benturan pertama membuat mobil Isuzu Box B 9250 YXX yang dikemudikan Ferengki Situmorang (33) oleng dan keluar jalur.
Truk kemudian kembali menghantam mobil Daihatsu Grand Max Pick Up BK 8219 PO yang dikemudikan Andreas Sinaga (18).
Benturan beruntun itu membuat situasi di lokasi langsung kacau dan sejumlah penumpang terpental dari kendaraan.
Dua Anak Tewas Tertabrak Truk
Seorang penumpang mobil pikap terjatuh ke badan jalan usai tabrakan terjadi. Pada saat bersamaan, truk tronton melindas korban tersebut.
Polisi memastikan dua anak meninggal dunia di tempat kejadian.
“Dua korban merupakan anak-anak yang berada di kendaraan pikap,” ujar Analisa.
Polisi Selidiki Penyebab Kecelakaan
Satlantas Polres Dairi saat ini melakukan olah TKP dan memeriksa kondisi teknis truk untuk memastikan penyebab pasti kecelakaan.
Polisi juga mengamankan kendaraan yang terlibat untuk penyelidikan lebih lanjut.
Kecelakaan ini kembali menyoroti bahaya kendaraan berat yang tidak laik jalan, terutama di jalur lintas Sumatera yang rawan kecelakaan.
Warga meminta pemerintah dan aparat terkait memperketat pengawasan terhadap kendaraan angkutan berat untuk mencegah kejadian serupa terulang. **
Editor : Hadwan












