Gagal Salip Kiri, Pelajar 16 Tahun Tewas Terlindas Bus di Parangtritis

Rabu, 5 November 2025 - 05:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi, Tragedi di Jalan Parangtritis KM 14. Seorang pelajar 16 tahun tewas setelah motor Vario yang ditumpanginya tergelincir gundukan pasir saat menyalip bus dari sisi kiri. Dok: Istimewa.

Ilustrasi, Tragedi di Jalan Parangtritis KM 14. Seorang pelajar 16 tahun tewas setelah motor Vario yang ditumpanginya tergelincir gundukan pasir saat menyalip bus dari sisi kiri. Dok: Istimewa.

BANTUL, POSNEWS.CO.ID — Kecelakaan maut yang merenggut nyawa seorang pelajar terjadi di Jalan Parangtritis KM 14, Patalan Baru, Bantul, pada Selasa (4/11/2025) petang. Seorang pembonceng sepeda motor berusia 16 tahun tewas di lokasi kejadian, diduga setelah terlindas bus.

Insiden tragis ini terjadi sekitar pukul 17.54 WIB. Peristiwa ini berlangsung tepat saat arus lalu lintas sedang padat.

Kronologi Kejadian

Kasi Humas Polres Bantul, Iptu Rita Hidayanto, memberikan keterangan resmi mengenai kronologi kecelakaan. Menurutnya, peristiwa ini melibatkan sepeda motor Honda Vario (AB-4243-IQ) dan sebuah bus (AE-7023-UT).

Seorang pelajar, RSP (17), asal Gowongan Lor, Yogyakarta, mengendarai motor Vario tersebut. Ia memboncengkan rekannya, DPM (16), pelajar asal Mantrijeron, Yogyakarta.

“Peristiwa ini terjadi saat pengendara sepeda motor melaju dari arah selatan ke utara (menuju Yogya),” jelas Iptu Rita dalam keterangan tertulisnya, Selasa malam.

Di lokasi kejadian, pengendara motor (RSP) bermaksud mendahului bus dari sisi kiri. Bus tersebut dikemudikan oleh ES (62), warga Magetan.

Namun naas, motor tersebut menabrak gundukan pasir yang berada di bahu jalan sebelah kiri. Akibatnya, pengendara kehilangan kendali, motor oleng, dan keduanya terjatuh. DPM, yang berada di posisi pembonceng, terpental dan masuk ke kolong bus, sementara RSP jatuh di sisi jalan.

Baca Juga :  Kakorlantas Polri: Angka Kecelakaan Lalu Lintas Turun 1.800 Kasus pada Semester I 2025

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Korban Meninggal di Lokasi

Kecelakaan tersebut berakibat fatal bagi sang pembonceng. “Akibat kecelakaan tersebut, pembonceng sepeda motor, DPM (16), mengalami luka berat di bagian kepala dan kami nyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian,” tegas Iptu Rita.

Sementara itu, pengendara motor, RSP (17), selamat namun mengalami luka lecet di kaki kanan. Ia segera mendapat perawatan di RSUD Panembahan Senopati Bantul. Pengemudi bus, ES, dilaporkan tidak mengalami luka.

Lebih lanjut, informasi dari kepolisian ini mengkonfirmasi laporan awal warga di lokasi. Laporan itu menyebutkan motor tergelincir pasir saat mencoba menyalip dari kiri.

Petugas kepolisian segera melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Di saat yang sama, relawan dan petugas medis membantu proses evakuasi korban. Alhasil, arus lalu lintas di Jalan Parangtritis sempat tersendat akibat insiden ini.

Baca Juga :  Pelajaran dari Filsafat Stoa: Menemukan Ketenangan di Tengah Kekacauan

Pelajaran Berharga: Bahaya Salip Kiri

Insiden tragis ini kembali menyoroti bahaya besar bagi pengendara motor yang menyalip dari sisi kiri, terutama saat berhadapan dengan kendaraan besar seperti bus atau truk. Selain itu, menyalip dari kiri sering kali berarti memasuki area blind spot (titik buta) pengemudi bus.

Peraturan lalu lintas di Indonesia sebenarnya sudah jelas melarang praktik ini. Kendaraan seharusnya mendahului dari sisi kanan.

Lebih jauh lagi, kasus ini diperparah oleh kondisi bahu jalan yang tidak terduga. Adanya gundukan pasir menjadi jebakan mematikan yang membuat motor kehilangan traksi dalam sekejap. Ini menjadi pengingat bahwa bahu jalan bukanlah lajur untuk mendahului dan sering kali menyimpan material berbahaya seperti kerikil, pasir, atau lubang.

Kesabaran dalam berkendara dan kesadaran untuk tidak mengambil risiko—seperti memaksakan diri menyalip di area berbahaya—adalah kunci utama untuk tiba di tujuan dengan selamat.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

10 Tewas dalam Serangan Israel di Lebanon Selatan, Hezbollah Balas dengan Drone
Trump Klaim Permusuhan Berakhir Guna Hindari Izin Kongres
AS Tarik 5.000 Pasukan dari Jerman Setelah Perselisihan Trump-Merz
Viral Dosen UIN Jambi Digerebek Istri di Kos Bersama Mahasiswi, Jabatan Dicopot
Pria di Pool Bus MGI Sukabumi Tewas Ditusuk dan Dikeroyok, Polisi Buru Pelaku
Imigrasi Soetta Gagalkan 23 Calon Haji Nonprosedural ke Jeddah, Total 42 Orang Dicegah
Trump Sebut Angkatan Laut AS Bertindak Seperti Bajak Laut
Cuaca Jabodetabek Minggu 3 Mei 2026, Hujan Lebat Guyur Sejumlah Wilayah

Berita Terkait

Minggu, 3 Mei 2026 - 09:59 WIB

10 Tewas dalam Serangan Israel di Lebanon Selatan, Hezbollah Balas dengan Drone

Minggu, 3 Mei 2026 - 08:57 WIB

Trump Klaim Permusuhan Berakhir Guna Hindari Izin Kongres

Minggu, 3 Mei 2026 - 07:54 WIB

AS Tarik 5.000 Pasukan dari Jerman Setelah Perselisihan Trump-Merz

Minggu, 3 Mei 2026 - 07:24 WIB

Viral Dosen UIN Jambi Digerebek Istri di Kos Bersama Mahasiswi, Jabatan Dicopot

Minggu, 3 Mei 2026 - 07:11 WIB

Pria di Pool Bus MGI Sukabumi Tewas Ditusuk dan Dikeroyok, Polisi Buru Pelaku

Berita Terbaru

Ketegangan agama dan politik. Satuan Tugas Penghapusan Bias Anti-Kristen merilis laporan 200 halaman yang menuduh pemerintahan Joe Biden melakukan diskriminasi sistemik terhadap umat Kristen melalui kebijakan pendidikan, hukum, dan simbol negara. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Trump Klaim Permusuhan Berakhir Guna Hindari Izin Kongres

Minggu, 3 Mei 2026 - 08:57 WIB

Ketegangan di jantung Eropa. Pentagon resmi mengumumkan penarikan sekitar 5.000 tentara AS dari Jerman sebagai balasan atas kritik keras Kanselir Friedrich Merz terhadap kepemimpinan Donald Trump dalam perang Iran. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

AS Tarik 5.000 Pasukan dari Jerman Setelah Perselisihan Trump-Merz

Minggu, 3 Mei 2026 - 07:54 WIB