Trump Tuding Paus Leo XIV Bantu Iran Jelang Kunjungan Marco Rubio

Rabu, 6 Mei 2026 - 07:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi, Misi damai Vatikan di Asia Timur. Kardinal Lazzaro You Heung-sik menyebut Paus Leo XIV siap mengunjungi Korea Utara guna meredakan ketegangan politik regional. Dok: Istimewa.

Ilustrasi, Misi damai Vatikan di Asia Timur. Kardinal Lazzaro You Heung-sik menyebut Paus Leo XIV siap mengunjungi Korea Utara guna meredakan ketegangan politik regional. Dok: Istimewa.

WASHINGTON, POSNEWS.CO.ID – Hubungan antara Gedung Putih dan Takhta Suci kini berada di titik nadir. Kondisi ini memburuk setelah Presiden Donald Trump memperbarui serangannya terhadap Paus Leo XIV. Selain itu, pernyataan tajam ini muncul menjelang rencana kunjungan Sekretaris Negara Marco Rubio ke Vatikan.

Dalam wawancara pada hari Senin, Trump menuduh pontifex kelahiran Amerika pertama itu membantu kepentingan Teheran. Akibatnya, Trump mengeklaim komentar Paus mengenai imigrasi dan perdamaian membuat dunia tidak aman.

Tuduhan Nuklir dan Respon Takhta Suci

Trump melontarkan tuduhan serius mengenai posisi Paus dalam konflik Timur Tengah. “Paus justru menganggap Iran boleh memiliki senjata nuklir,” ujar Trump. Oleh karena itu, ia memandang sikap tersebut membahayakan jutaan umat Katolik dan masyarakat dunia.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Namun, Paus Leo XIV segera memberikan klarifikasi tegas guna meluruskan fakta. Berbicara kepada wartawan pada Selasa, Paus mengingatkan prinsip lama Gereja Katolik. Ia menegaskan bahwa Gereja menentang semua senjata nuklir tanpa keraguan sedikit pun.

Baca Juga :  Kelompok Houthi Melancarkan Serangan Rudal Maut di Yaman

“Misi Gereja adalah mewartakan Injil dan perdamaian. Silakan kritik saya jika saya mewartakan Injil, tapi lakukanlah dengan kebenaran,” tegas Paus Leo. Meskipun demikian, ia tetap mendasarkan seruan dialog dalam perang Amerika-Israel di Iran pada ajaran Alkitab. Ia menolak anggapan bahwa sikapnya merupakan bentuk persaingan politik terhadap Trump.

Misi Sulit Marco Rubio di Roma

Di sisi lain, Marco Rubio menghadapi tugas berat untuk meredam keretakan ini. Ia akan bertemu dengan Paus pada hari Kamis mendatang. Sebagai umat Katolik taat, Rubio mengecilkan perselisihan tersebut. Ia menyebut kritik Trump berakar pada kekhawatiran terhadap ancaman nuklir Iran.

Walaupun demikian, banyak pihak memprediksi retorika keras Trump akan menyulitkan posisi tawar Rubio di Vatikan. Rubio sering menerima mandat untuk memperhalus bahasa diplomasi Trump terkait Eropa dan NATO. Terlebih lagi, perselisihan ini memiliki implikasi politik domestik menjelang pemilihan kongres paruh waktu di Amerika Serikat.

Spillover Politik: Meloni dan Tajani Angkat Bicara

Ketegangan ini ternyata juga merembet ke politik domestik Italia. Secara khusus, Perdana Menteri Giorgia Meloni menunjukkan keberatan atas komentar Trump terhadap Paus. Meloni sendiri selama ini menyandang status sebagai sekutu lama Trump di Eropa.

Baca Juga :  Polres Ponorogo Larang Sound Horeg dan Perang Sarung Selama Ramadan 2026

Sebagai balasan, Trump mengalihkan kemarahannya kepada Meloni dan sekutu NATO lainnya. Ia menuduh mereka kurang memberikan dukungan militer melawan Iran. Maka dari itu, rencana Pentagon menarik ribuan pasukan AS dari Jerman semakin memperuncing ketegangan ini.

Menteri Luar Negeri Italia, Antonio Tajani, turut membela Vatikan melalui media sosial. Tajani menyatakan bahwa komentar Trump tidak membantu upaya perdamaian. “Kata-kata Paus Leo membuktikan komitmen pada dialog dan nilai kehidupan manusia,” tulis Tajani.

Diplomasi di Titik Kritis

Pada akhirnya, pertemuan Rubio dengan para pemimpin Italia pada hari Jumat akan menentukan arah hubungan transatlantik. Perselisihan dengan pemimpin agama paling berpengaruh di dunia ini menambah beban baru bagi Washington. Hal ini terjadi saat blokade Selat Hormuz sedang melumpuhkan ekonomi global.

Singkatnya, pertemuan ini akan menguji kemampuan Rubio dalam menjembatani visi agresif Trump dan prinsip kemanusiaan Vatikan. Masyarakat internasional kini menanti hasil diplomasi di Roma. Mereka ingin melihat apakah pertemuan tersebut mampu meredakan bara konflik antara Washington dan sekutu Eropanya.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kelompok Houthi Melancarkan Serangan Rudal Maut di Yaman
PM Kanada Sebut Perundingan Dagang AS Makin Sengit
Trump Terbitkan Perintah Eksekutif Baru
Iran Ancam Serang Fasilitas Energi Teluk
Google Resmi Hentikan Layanan Google Assistant
Serangan Gunting di Covent Garden London Lukai 4 Orang
Prancis Melarang Panggilan Telemarketing Tanpa Izin Konsumen
Senat AS Konfirmasi Dr Erica Schwartz Sebagai Direktur CDC

Berita Terkait

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 11:07 WIB

Kelompok Houthi Melancarkan Serangan Rudal Maut di Yaman

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 09:01 WIB

PM Kanada Sebut Perundingan Dagang AS Makin Sengit

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 07:00 WIB

Trump Terbitkan Perintah Eksekutif Baru

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 06:00 WIB

Iran Ancam Serang Fasilitas Energi Teluk

Jumat, 7 Agustus 2026 - 16:51 WIB

Google Resmi Hentikan Layanan Google Assistant

Berita Terbaru

GIGABYTE menaikkan harga kartu grafis di Jepang hingga 40 persen akibat lonjakan biaya produksi dan kelangkaan komponen memori AI. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

Harga GPU GIGABYTE di Jepang Melonjak 40%

Sabtu, 8 Agu 2026 - 14:12 WIB

Gedung Bapenda DKI Jakarta di Gambir terbakar dan memicu penerapan WFH bergilir bagi ASN.
(Posnews/Dinas Gulkarmat DKI Jakarta)

JABODETABEK

Kebakaran Gedung Bapenda DKI, Ribuan ASN Jalani WFH Bergilir

Sabtu, 8 Agu 2026 - 13:09 WIB

Respawn Entertainment resmi menghentikan operasional Apex Legends di Nintendo Switch generasi pertama mulai Season 30 demi memaksimalkan potensi Nintendo Switch 2. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

Capcom Menguji Monster Hunter Wilds di Nintendo Switch 2

Sabtu, 8 Agu 2026 - 12:19 WIB