Thailand dan Kamboja Saling Gempur, 10 Tewas dan Ribuan Warga Mengungsi

Rabu, 10 Desember 2025 - 07:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Perang parit kembali pecah di ASEAN! Thailand kerahkan F-16, Kamboja balas dengan roket BM-21. Simak eskalasi konflik yang paksa ratusan ribu warga mengungsi. Dok: Istimewa.

Perang parit kembali pecah di ASEAN! Thailand kerahkan F-16, Kamboja balas dengan roket BM-21. Simak eskalasi konflik yang paksa ratusan ribu warga mengungsi. Dok: Istimewa.

PHNOM PENH, POSNEWS.CO.ID – Suara ledakan roket dan deru jet tempur memecah kedamaian di perbatasan Thailand dan Kamboja. Pertempuran antara kedua negara tetangga ini meluas ke wilayah-wilayah baru pada Selasa (09/12/2025).

Konflik sengketa wilayah yang telah berlangsung satu abad ini kembali memanas. Akibatnya, korban jiwa terus bertambah. Laporan terbaru mencatat 10 orang tewas dan puluhan ribu warga sipil terpaksa melarikan diri dari rumah mereka.

Ketegangan bermula sejak Senin lalu. Saat itu, Thailand melancarkan serangan udara dan mengerahkan tank untuk menggempur posisi lawan. Seketika, kawasan perbatasan berubah menjadi zona perang yang mematikan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Saling Balas Roket dan F-16

Militer kedua negara saling menyalahkan atas pecahnya kekerasan ini. Angkatan Darat Wilayah Kedua Thailand melaporkan serangan fajar dari kubu Kamboja.

Baca Juga :  Bagaimana Soft Power Budaya Mengatur Ulang Diplomasi?

“Pasukan Kamboja menembakkan roket peluncur ganda BM-21 ke perbatasan Thailand sejak pukul 06.00 pagi,” bunyi pernyataan resmi Thailand. Oleh karena itu, militer Thailand merasa wajib memberikan respons balasan.

Di sisi lain, Kamboja memberikan narasi berbeda. Ketua Senat Kamboja, Samdech Techo Hun Sen, menyatakan pasukannya baru melancarkan serangan balik setelah menahan diri selama 24 jam.

Juru bicara Kementerian Pertahanan Kamboja, Letjen Maly Socheata, melontarkan tuduhan serius. Ia menyebut tentara Thailand menggunakan jet tempur F-16 dan senjata berat.

Bahkan, ia mengklaim Thailand menggunakan “gas beracun” untuk menyerang posisi militer dan warga sipil Kamboja. “Tujuh warga sipil Kamboja tewas dan 20 lainnya terluka,” ungkapnya.

Eksodus Massal Warga Sipil

Dampak kemanusiaan dari bentrokan ini sangat masif. Tercatat, tiga tentara Thailand tewas dalam baku tembak tersebut.

Ketakutan akan perang terbuka memicu gelombang pengungsian besar-besaran. Pemerintah Thailand telah mendirikan hampir 500 tempat penampungan sementara. Lebih dari 125.000 warga sipil Thailand kini memadati lokasi evakuasi tersebut.

Baca Juga :  Menteri Keuangan G7 Cari Solusi atas Dampak Perang Iran

Sementara itu, Menteri Informasi Kamboja Neth Pheaktra melaporkan situasi serupa. Sekitar 54.550 warga Kamboja dari provinsi Preah Vihear hingga Pursat telah lari ke zona aman.

Imbasnya, fasilitas publik lumpuh total. Lebih dari 800 sekolah dan banyak rumah sakit di provinsi perbatasan Thailand terpaksa tutup sementara demi keamanan.

Pangkalan Ilegal di Trat?

Juru bicara Angkatan Laut Thailand, Parat Rattanachaiphan, mengungkap pemicu lain ketegangan. Pasukannya mendeteksi keberadaan pasukan dan pemukiman Kamboja di wilayah sengketa provinsi Trat. Selain itu, mereka menemukan beberapa pangkalan senjata di area pesisir tersebut.

Kini, komunitas internasional membunyikan alarm tanda bahaya. Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres dan Uni Eropa mendesak kedua belah pihak untuk segera menahan diri. Mereka meminta penghentian permusuhan sebelum konflik regional ini merenggut lebih banyak nyawa tak berdosa.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pentagon Tuduh Jenderal Brett Sylvia Bocorkan Rahasia Negara
Hakim Federal Tolak Permintaan Pemerintahan Trump Soal Suara
Menhan AS Pete Hegseth Pecat Perencana Militer Utama
Biaya Perang Iran Melonjak Hingga 47,1 Miliar Dolar AS
Tabrakan Kereta Cepat di Toledo Spanyol Menewaskan 68 Orang
Jepang dan Jerman Sepakat Perkuat Kerja Sama Mineral Kritis
Perayaan Meriah Festival Sembilan Dewa Kaisar
Fenomena Fesyen Gothic Lolita Jepang Kembali Memikat Hati

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 09:44 WIB

Pentagon Tuduh Jenderal Brett Sylvia Bocorkan Rahasia Negara

Jumat, 30 Oktober 2026 - 12:42 WIB

Hakim Federal Tolak Permintaan Pemerintahan Trump Soal Suara

Jumat, 30 Oktober 2026 - 11:39 WIB

Menhan AS Pete Hegseth Pecat Perencana Militer Utama

Jumat, 30 Oktober 2026 - 09:42 WIB

Biaya Perang Iran Melonjak Hingga 47,1 Miliar Dolar AS

Jumat, 30 Oktober 2026 - 08:40 WIB

Tabrakan Kereta Cepat di Toledo Spanyol Menewaskan 68 Orang

Berita Terbaru

Pasar anime Jepang tembus rekor 4,45 triliun yen pada 2025 didorong lonjakan penjualan luar negeri dan tayangan streaming. Simak ulasan lengkapnya. Dok: Istimewa.

ENTERTAINMENT

Pasar Anime Jepang Cetak 4,45 Triliun Yen, Luar Negeri Dominasi

Selasa, 3 Nov 2026 - 06:33 WIB