Kasus Pemerkosaan Remaja di Sampang, Gus Fahrur Desak Polisi Usut Tuntas

Selasa, 14 Juli 2026 - 09:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua PBNU Bidang Keagamaan, Ahmad Fahrur Rozi. (Posnews/NU)

Ketua PBNU Bidang Keagamaan, Ahmad Fahrur Rozi. (Posnews/NU)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Ketua PBNU Bidang Keagamaan Ahmad Fahrur Rozi (Gus Fahrur) mengecam keras kasus pemerkosaan terhadap remaja perempuan berusia 15 tahun yang diduga dilakukan oleh 27 pria di Kabupaten Sampang, Jawa Timur.

Ia meminta aparat kepolisian memburu seluruh pelaku hingga tuntas serta memastikan korban mendapat perlindungan dan pendampingan maksimal.

Gus Fahrur menegaskan kejahatan seksual terhadap anak merupakan tindak pidana serius yang melanggar ajaran agama, nilai kemanusiaan, dan hukum negara.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Saya mengutuk keras pemerkosaan terhadap anak di bawah umur di Sampang. Ini kejahatan yang sangat keji, bertentangan dengan ajaran agama, nilai kemanusiaan, dan hukum negara,” kata Gus Fahrur, Selasa (14/7/2026).

Baca Juga :  KPK Periksa Rini Soemarno, Bau Busuk Korupsi Jual Beli Gas PGN–IAE Menguat

Selanjutnya, ia mendesak polisi segera menangkap seluruh pelaku yang masih buron dan mengusut perkara tersebut tanpa pandang bulu.

Selain penegakan hukum, Gus Fahrur meminta pemerintah dan lembaga terkait memberikan pendampingan psikologis, perlindungan, serta pemulihan menyeluruh bagi korban.

Menurutnya, kasus ini menjadi peringatan penting agar perlindungan anak dan pendidikan karakter terus diperkuat untuk mencegah kekerasan seksual berulang.

Terungkap Setelah Keluarga Curiga

Kasus ini terbongkar setelah orang tua korban curiga karena putrinya berulang kali pulang larut malam hingga menjelang pagi.

Setelah didesak, korban menangis dan mengaku menjadi korban kekerasan seksual.

Baca Juga :  HUT ke-81 TNI, Prabowo Sematkan Bintang Mahaputera kepada 7 Tokoh

Kasat Reskrim Polres Sampang Iptu Nur Fajri Alim mengatakan keluarga kemudian melaporkan peristiwa tersebut ke Polres Sampang agar seluruh pelaku diproses hukum.

Sementara itu, Kapolres Sampang AKBP Hartono mengungkapkan dugaan kekerasan seksual terjadi berulang dalam kurun Februari hingga Mei 2026.

Keluarga baru melapor pada 29 Juni 2026 karena korban mengalami trauma berat.

Hingga kini, penyidik telah menangkap 12 tersangka, sedangkan 15 pelaku lainnya masih berstatus buronan dan terus diburu.

Polisi menegaskan penyidikan terus dikembangkan untuk mengungkap seluruh pihak yang terlibat dan memastikan seluruh pelaku mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan hukum. **

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Komnas HAM Ingatkan Polisi, Pengamanan Aksi Mahasiswa Harus Humanis
Ribuan Mahasiswa Siap Aksi di Bundaran HI Besok, Bawa 5 Tuntutan
KPK Belum Dalami Dugaan Amplop untuk Menhut, Fokus Kasus Kuansing
Jual Beli Data hingga Judol Meresahkan, Kapolri dan Menkomdigi Perkuat Kolaborasi
MUI Soroti Klaim Imam Mahdi di Bangkalan, Korban Rugi Rp1,3 Miliar
Musim Hujan Mundur hingga 30 Hari, BMKG Ingatkan Ancaman Banjir Akhir Tahun
Harta Pejabat Tak Sesuai LHKPN Bisa Dirampas? Ini Usulan Wakil Ketua KPK
Api Masih Mengintai di Lahan Gambut, 17.942 Hektare Karhutla Belum Padam

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 14:36 WIB

Ribuan Mahasiswa Siap Aksi di Bundaran HI Besok, Bawa 5 Tuntutan

Selasa, 27 Oktober 2026 - 12:24 WIB

KPK Belum Dalami Dugaan Amplop untuk Menhut, Fokus Kasus Kuansing

Selasa, 27 Oktober 2026 - 11:56 WIB

Jual Beli Data hingga Judol Meresahkan, Kapolri dan Menkomdigi Perkuat Kolaborasi

Selasa, 27 Oktober 2026 - 10:36 WIB

MUI Soroti Klaim Imam Mahdi di Bangkalan, Korban Rugi Rp1,3 Miliar

Senin, 26 Oktober 2026 - 17:09 WIB

Musim Hujan Mundur hingga 30 Hari, BMKG Ingatkan Ancaman Banjir Akhir Tahun

Berita Terbaru