Marco Rubio Berjuang Redakan Kecemasan Sekutu

Rabu, 24 Juni 2026 - 13:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Menlu AS Marco Rubio menemui para pemimpin monarki Teluk untuk meredam kekhawatiran atas konsesi ekonomi Amerika Serikat. Dok: Istimewa.

Menlu AS Marco Rubio menemui para pemimpin monarki Teluk untuk meredam kekhawatiran atas konsesi ekonomi Amerika Serikat. Dok: Istimewa.

ABU DHABI, POSNEWS.CO.ID – Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Marco Rubio tiba di Uni Emirat Arab pada Selasa malam. Ia mengemban misi diplomatik yang sangat sensitif di kawasan Teluk Arab.

Para pemimpin di kawasan menyikapi dingin draf kesepakatan damai sementara hasil kesepakatan Trump dengan Iran. Sebab, pelonggaran sanksi ekonomi berisiko mengubah keseimbangan keamanan dan jalur minyak dunia.

Kekhawatiran Sekutu Arab atas Konsesi Senjata

Draf kesepakatan damai sementara tidak memuat batasan kepemilikan rudal balistik bagi Iran. Selain itu, rencana pembentukan dana rekonstruksi sebesar 300 miliar dolar AS juga memicu penolakan keras.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Negara sekutu mengkhawatirkan Tehran akan memanfaatkan dana raksasa ini untuk memperkuat proksinya. Rubio menegaskan pemerintah tidak akan meminta bantuan pendanaan dari sekutu Teluk saat ini. Menurutnya, pencairan dana itu sepenuhnya bergantung pada kepatuhan sikap Iran di masa depan. Ia menepis kekhawatiran itu sebagai pembahasan untuk jangka panjang.

Baca Juga :  Polda Metro Jaya Bongkar 1.719 Kasus Narkoba, Amankan 1,14 Ton dan 2.318 Tersangka

Posisi Militer AS di Pangkalan Teluk

Enam negara Teluk menampung berbagai pangkalan militer utama Amerika Serikat di Timur Tengah. Negara-negara itu meliputi Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Qatar, Kuwait, Bahrain, dan Oman.

Hubungan pertahanan ini menjadi fondasi utama bagi strategi militer Pentagon di kawasan. Oleh karena itu, pergeseran sikap sekutu akan membawa dampak buruk yang besar bagi pertahanan AS. Rubio harus menjaga keseimbangan politik yang rumit selama kunjungan kenegaraan ini. Ia wajib menenangkan para sekutu tanpa memperlihatkan kritik terhadap nota kesepahaman bentukan Trump. Presiden Donald Trump sendiri tetap mendukung penuh kesepakatan damai sementara itu saat ini.

Ancaman Keamanan Regional dan Selat Hormuz

Negara-negara Arab berada langsung di dalam jangkauan tembakan rudal balistik milik Iran. Pemimpin Bahrain mencemaskan potensi gerakan protes dari kelompok mayoritas Syiah di negaranya. Mereka menuduh Iran kerap memicu ketidakstabilan politik di dalam negeri secara rahasia. Namun, pihak tehran membantah keras tuduhan intervensi politik luar negeri itu.

Baca Juga :  Netanyahu Temui Trump Akhir Desember: Bahas Fase Sulit Gencatan Senjata dan Pelucutan Senjata Hamas

Para eksportir minyak juga menolak rencana penyerahan kendali pelayaran Selat Hormuz kepada Iran. Rubio menegaskan bahwa hukum internasional melarang keras Iran menarik upeti kapal dagang. Sementara itu, Wakil Presiden JD Vance menyatakan kesiapan AS untuk merombak total hubungan dengan Tehran.

Skeptisisme Analis dan Media Arab

Pengamat politik Arab Saudi Abdulrahman Al-Rashed menulis kritik tajam dalam media harian Arab News. Ia menilai kesepakatan ini mengembalikan posisi tawar rezim Tehran sebagai kekuatan regional. Sebagian besar dana segar kemungkinan akan mengalir untuk memperkuat posisi militer Iran di kawasan. Akhirnya, para pemimpin Teluk tetap menuntut jaminan keamanan nyata dari pihak Washington.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Trump Tegaskan Gencatan Senjata AS-Iran Resmi Berakhir
Penembakan Houston Bongkar Kelalaian ICE dan DHS
Zelenskyy Bentuk Pasukan Khusus Penghancur Energi Rusia
Trump Siapkan Seribu Rudal Pasca-Pemakaman Ali Khamenei
Rusia Paksa 1,6 Juta Anak Ukraina Ikut Indoktrinasi Militer
Langkah Mulus Andy Burnham: Kantongi Dukungan 80 Persen
Militer AS: Gencatan Senjata Selat Hormuz Runtuh
Flu Burung H5 Serang Australia: Kasus Pertama

Berita Terkait

Minggu, 12 Juli 2026 - 09:00 WIB

Trump Tegaskan Gencatan Senjata AS-Iran Resmi Berakhir

Minggu, 12 Juli 2026 - 08:00 WIB

Penembakan Houston Bongkar Kelalaian ICE dan DHS

Minggu, 12 Juli 2026 - 07:00 WIB

Zelenskyy Bentuk Pasukan Khusus Penghancur Energi Rusia

Minggu, 12 Juli 2026 - 06:00 WIB

Trump Siapkan Seribu Rudal Pasca-Pemakaman Ali Khamenei

Sabtu, 11 Juli 2026 - 16:07 WIB

Rusia Paksa 1,6 Juta Anak Ukraina Ikut Indoktrinasi Militer

Berita Terbaru