Pakistan Tegaskan Tidak Akan Bergabung dengan Abraham Accords

Rabu, 27 Mei 2026 - 10:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi, Pukulan diplomasi bagi Berlin. Jerman gagal mengamankan kursi Dewan Keamanan PBB akibat aksi lobi Rusia serta komitmen kuat Jerman terhadap pertahanan Ukraina dan Israel. Dok: Istimewa.

Ilustrasi, Pukulan diplomasi bagi Berlin. Jerman gagal mengamankan kursi Dewan Keamanan PBB akibat aksi lobi Rusia serta komitmen kuat Jerman terhadap pertahanan Ukraina dan Israel. Dok: Istimewa.

ISLAMABAD, POSNEWS.CO.ID – Pemerintah Pakistan menegaskan tidak akan bergabung dalam kesepakatan apa pun untuk menormalisasi hubungan dengan Israel. Menteri Pertahanan Khawaja Asif menyampaikan keputusan tersebut pada hari Selasa.

Asif menyatakan bahwa Islamabad akan menolak setiap perjanjian yang bertentangan dengan ideologi dasar mereka. Pernyataan ini merespons langsung tekanan diplomatik dari Gedung Putih.

Tekanan Diplomatik dari Donald Trump

Sebelumnya, Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengunggah pernyataan tegas di media sosial. Ia menuntut beberapa negara mediator perundingan AS-Iran untuk segera mengambil tindakan nyata.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Negara-negara tersebut meliputi Arab Saudi, Qatar, Mesir, Yordania, Turkiye, dan Pakistan. Trump mendesak mereka untuk segera bergabung dalam Abraham Accords. Jika menolak, ia meminta mereka mundur dari upaya mediasi konflik tersebut.

Baca Juga :  Energi Baru Indo-Pasifik: Australia Resmi Pasok Uranium

Trump juga menambahkan satu poin penting lainnya dalam kesepakatan potensial ini. Menurutnya, Iran harus ikut bergabung dalam kesepakatan normalisasi jika Washington dan Tehran mencapai kesepakatan damai.

Sikap Ideologis dan Kebijakan Paspor Pakistan

Khawaja Asif secara tegas mempertanyakan kredibilitas untuk menjalin hubungan diplomatik dengan Israel. Ia meragukan komitmen perdamaian pihak-pihak yang terlibat di dalamnya.

“Bagaimana Anda bisa duduk bersama dengan pihak yang tidak bisa dipercaya ucapannya bahkan untuk satu hari saja?” ujar Asif dalam sebuah wawancara televisi.

Ia juga merujuk pada kebijakan paspor nasional sebagai bukti penolakan tersebut. Pakistan memiliki aturan unik yang melarang warga negaranya menggunakan paspor tersebut untuk bepergian ke Israel.

Baca Juga :  OTT KPK di Madiun: Wali Kota Maidi Diciduk, Dugaan Uang Fee Proyek dan CSR Ratusan Juta Disita

Islamabad secara historis tetap memegang teguh syarat perdamaian di Timur Tengah. Mereka hanya akan mengakui Israel setelah pembentukan negara Palestina merdeka berdasarkan batas wilayah tahun 1967.

Sejarah Singkat Abraham Accords

Pemerintah Amerika Serikat memprakarsai Abraham Accords pada tahun 2020. Langkah ini berhasil memicu normalisasi hubungan antara Israel dan beberapa negara Arab.

Uni Emirat Arab, Bahrain, Sudan, dan Maroko telah menandatangani kesepakatan tersebut. Sebelum konflik Gaza pecah pada Oktober 2023, Washington juga gencar membujuk Arab Saudi. Namun, Riyadh langsung menangguhkan pembicaraan tersebut setelah pertempuran meletus.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bassirou Diomaye Faye Meluncurkan Partai Baru Kiiraay
Brasil Tolak Visa Pejabat AS yang Ingin Awasi Pemilu
Pasangan Afrika Selatan Saksikan Kumpulan 299 Paus
Dua Pria Terjun Bebas dari Space Needle Seattle
Unggahan Medsos Soroti Budaya Kerja Ekstrem Jepang
Vietnam Siapkan Aturan Ketat Larang Anak di Bawah 16 Tahun
Warga al-Obeid Hadapi Serangan Drone dan Pemerkosaan
Kanada Batal Gelar Acara Bersama Peresmian Jembatan

Berita Terkait

Minggu, 26 Juli 2026 - 20:30 WIB

Bassirou Diomaye Faye Meluncurkan Partai Baru Kiiraay

Minggu, 26 Juli 2026 - 20:00 WIB

Brasil Tolak Visa Pejabat AS yang Ingin Awasi Pemilu

Minggu, 26 Juli 2026 - 19:30 WIB

Pasangan Afrika Selatan Saksikan Kumpulan 299 Paus

Minggu, 26 Juli 2026 - 19:00 WIB

Dua Pria Terjun Bebas dari Space Needle Seattle

Minggu, 26 Juli 2026 - 18:51 WIB

Unggahan Medsos Soroti Budaya Kerja Ekstrem Jepang

Berita Terbaru

Langkah baru pasar monitor OLED. Philips merilis Evnia 32M2N6901A yang memadukan panel 4K QD-OLED 165Hz dengan harga kompetitif. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

Philips Resmi Meluncurkan Monitor Evnia 32M2N6901A

Minggu, 26 Jul 2026 - 22:30 WIB

Lompatan industri semikonduktor China. Produsen memori CXMT mematok harga modul DDR5 server melampaui tarif Samsung akibat lonjakan permintaan pusat data AI. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

Produsen Chip China CXMT Patok Harga Memori Lebih Mahal

Minggu, 26 Jul 2026 - 22:00 WIB

Lompatan teknologi videografi profesional. Sony meluncurkan kamera Cinema Line FX5 yang membawa sensor full-frame 18,2 MP dan perekaman open gate 5K. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

Sony Resmi Meluncurkan Kamera Cinema Line FX5

Minggu, 26 Jul 2026 - 21:36 WIB

Solusi komputasi serbabisa. TECNO merilis laptop MEGABOOK K14S di Indonesia yang menawarkan performa hingga Intel Core i9 serta sembilan port fisik lengkap. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

TECNO Resmi Meluncurkan MEGABOOK K14S Bertenaga Core i9

Minggu, 26 Jul 2026 - 21:31 WIB