Perang Terpendek dalam Sejarah: 38 Menit yang Memalukan

Sabtu, 6 Desember 2025 - 12:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Analisis mendalam Realisme Neoklasik menurut Gideon Rose. Mengapa faktor domestik menentukan respon negara terhadap ancaman global di tahun 2026. Dok: Istimewa.

Analisis mendalam Realisme Neoklasik menurut Gideon Rose. Mengapa faktor domestik menentukan respon negara terhadap ancaman global di tahun 2026. Dok: Istimewa.

Perang umumnya identik dengan penderitaan panjang dan konflik yang berlarut-larut. Perang Dunia berlangsung bertahun-tahun, bahkan Perang Dingin memakan waktu puluhan tahun. Namun, sejarah mencatat sebuah anomali unik pada 27 Agustus 1896.

Di pesisir Afrika Timur, terjadi sebuah perang yang durasinya lebih singkat daripada satu babak pertandingan sepak bola. Konflik tersebut adalah Perang Anglo-Zanzibar.

Perang ini dimulai dan berakhir hanya dalam waktu 38 menit. Bahkan, pertempuran sudah usai sebelum para prajurit sempat memikirkan menu makan siang mereka.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Perebutan Takhta yang Tak Direstui

Ketegangan bermula dua hari sebelumnya, saat Sultan Hamad bin Thuwaini meninggal mendadak. Seketika, sepupunya yang bernama Khalid bin Barghash mengambil kesempatan dalam kesempitan.

Khalid mendeklarasikan dirinya sebagai Sultan baru dan menduduki istana. Sayangnya, langkah agresif ini melanggar perjanjian dengan Inggris. Pemerintah kolonial Inggris memiliki kandidat lain yang lebih mereka sukai dan lebih penurut, yakni Hamoud bin Mohammed.

Baca Juga :  Trump Pertimbangkan Tarik Pasukan dari Eropa Akibat Sengketa Selat Hormuz

Oleh karena itu, Konsul Jenderal Inggris, Basil Cave, segera mengirimkan ultimatum keras. Ia memerintahkan Khalid untuk menurunkan bendera dan membubarkan pasukannya.

Ultimatum dan Arogansi

Inggris memberikan tenggat waktu hingga pukul 09.00 pagi pada tanggal 27 Agustus. Akan tetapi, Sultan Khalid memilih jalan konfrontasi.

Ia merasa percaya diri dengan barikade istananya. Khalid mengerahkan sekitar 2.800 pasukan yang terdiri dari warga sipil, penjaga istana, dan budak untuk mempertahankan posisinya. Ia yakin Inggris hanya menggertak.

Padahal, di pelabuhan tepat di depan istana, lima kapal perang Angkatan Laut Kerajaan Inggris sudah mengarahkan meriam raksasa mereka ke jendela kamar Sultan.

38 Menit Neraka

Jarum jam menunjukkan pukul 09.00 tepat. Khalid menolak menyerah. Lantas, Laksamana Harry Rawson memberikan perintah tembak pada pukul 09.02.

Seketika, suara dentuman meriam memecah keheningan pagi. Kapal-kapal Inggris membombardir istana yang sebagian besar terbuat dari kayu itu tanpa ampun.

Baca Juga :  Evakuasi Lokomotif KA Argo Bromo di Bekasi Berhasil, 10 Jenazah Belum Teridentifikasi

Istana hancur berantakan dalam sekejap mata. Pasukan Khalid yang hanya bersenjatakan senapan tua tidak berdaya menghadapi teknologi militer modern Inggris. Tragisnya, sekitar 500 orang pihak Zanzibar tewas atau terluka hanya dalam beberapa menit.

Sebaliknya, pihak Inggris hanya mencatat satu orang pelaut yang terluka ringan. Ini adalah pembantaian sepihak, bukan pertempuran seimbang.

Bendera Turun, Sultan Kabur

Tembakan akhirnya berhenti pada pukul 09.40. Pasalnya, bendera kesultanan di atas istana yang hancur telah tertembak jatuh. Tanda menyerah sudah terlihat.

Sultan Khalid sendiri berhasil melarikan diri ke konsulat Jerman untuk meminta suaka. Akhirnya, Inggris langsung melantik Hamoud bin Mohammed sebagai Sultan boneka pada sore harinya.

Pada akhirnya, perang 38 menit ini menjadi simbol ketimpangan kekuatan yang ekstrem di era kolonial. Inggris menunjukkan kepada dunia bahwa mereka bisa menghancurkan sebuah pemerintahan lokal hanya dalam waktu kurang dari satu jam.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Serangan Infrastruktur AS-Iran Picu Ancaman Perang
Trump Ancam Kanada dengan Tarif Baru Akibat Asap
Polisi Ringkus Pemotor Ninja RR yang Tampar Pengendara di Jagakarsa
Sumur Minyak Tradisional Meledak di Aceh Timur, Kobaran Api Masih Berkobar
Kapal Mati Mesin di Perairan Pulau Pari, Gulkarmat Evakuasi 150 Penumpang
Home Industry Vape THC di Bali Terbongkar, Omzet Diduga Capai Rp300 Miliar
TPA Jatiwaringin Tangerang Terbakar 15 Hektare, BNPB: 40 Persen Api Sudah Padam
Satgas Ungkap KKB Bakusip Diduga Dalang Pembakaran Pesawat PT AMA

Berita Terkait

Sabtu, 18 Juli 2026 - 20:17 WIB

Serangan Infrastruktur AS-Iran Picu Ancaman Perang

Sabtu, 18 Juli 2026 - 19:13 WIB

Trump Ancam Kanada dengan Tarif Baru Akibat Asap

Senin, 6 Juli 2026 - 05:24 WIB

Polisi Ringkus Pemotor Ninja RR yang Tampar Pengendara di Jagakarsa

Minggu, 5 Juli 2026 - 20:09 WIB

Sumur Minyak Tradisional Meledak di Aceh Timur, Kobaran Api Masih Berkobar

Minggu, 5 Juli 2026 - 19:56 WIB

Kapal Mati Mesin di Perairan Pulau Pari, Gulkarmat Evakuasi 150 Penumpang

Berita Terbaru

Rampungnya proses syuting Elden Ring. Sutradara Alex Garland dan studio A24 menyelesaikan tahapan pengambilan gambar film adaptasi game bernilai 100 juta dolar AS. Dok: Istimewa.

ENTERTAINMENT

Adaptasi Game Raksasa: A24 Selesaikan Syuting Film Elden Ring

Sabtu, 1 Agu 2026 - 13:24 WIB