Serangan di Selat Hormuz Paksa PBB Hentikan Evakuasi

Jumat, 26 Juni 2026 - 11:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Jalan buntu di Doha. Delegasi Amerika Serikat dan Iran mengakhiri perundingan tidak langsung tanpa menghasilkan kemajuan perdamaian yang nyata. Dok: REUTERS/Stringer

Jalan buntu di Doha. Delegasi Amerika Serikat dan Iran mengakhiri perundingan tidak langsung tanpa menghasilkan kemajuan perdamaian yang nyata. Dok: REUTERS/Stringer

LONDON, POSNEWS.CO.ID – Organisasi Maritim Internasional (IMO) menghentikan sementara operasi pengawalan kapal di Selat Hormuz.

Keputusan ini menyusul laporan serangan terhadap kapal kargo Ever Lovely dekat perairan Oman hari Kamis.

Badan Keamanan Laut Inggris (UKMTO) mengonfirmasi hantaman proyektil pada kapal berbendera Singapura itu.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dua pejabat Amerika Serikat menduga kuat militer Iran meluncurkan serangan pesawat tanpa awak (drone) ke kapal.

Insiden ini memicu kekhawatiran baru terhadap kelangsungan draf kesepakatan damai pengakhiran Perang Iran.

Baca Juga :  Menjinakkan Inflasi: Mengapa Harga Barang Sulit Turun di Tahun 2026?

Penangguhan Evakuasi dan Nasib Ribuan Pelaut

Sekretaris Jenderal IMO Arsenio Dominguez mengumumkan penangguhan evakuasi guna memastikan jaminan keselamatan kapal.

Sebelumnya, ratusan kapal dan ribuan pelaut menghabiskan waktu berbulan-bulan di selat sejak perang pecah akhir Februari.

IMO menegaskan bahwa kapal Ever Lovely bukan bagian dari program penyelamatan sukarela milik mereka.

Klaim Kendali Sepihak Garda Revolusi Iran

Garda Revolusi Iran menegaskan bahwa pelayaran aman hanya berlaku melalui rute resmi usulan pihak Tehran.

Mereka juga memaksa dua kapal berbendera Panama untuk mengubah arah pelayaran secara sepihak.

Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio memperingatkan Iran agar tidak mengganggu arus lalu lintas kapal dagang.

Baca Juga :  Langkah Catur Tiongkok: Memanfaatkan Kebijakan Trump

Lonjakan Harga Energi dan Beban Politik Donald Trump

Harga minyak mentah dunia langsung melonjak sebesar 1,9 persen setelah berita penyerangan kapal ini rilis.

Menteri Energi AS Chris Wright menyebut pengiriman minyak sempat mendekati level normal sebelum serangan ini berlangsung.

Data mencatat sekitar 20 juta barel minyak keluar dari jalur laut itu dalam sehari kemarin.

Krisis energi ini menjadi beban politik yang sangat berat bagi Presiden Donald Trump saat ini.

Hasil jajak pendapat menunjukkan hanya satu dari empat warga Amerika yang mendukung pendanaan perang itu.

Trump sebelumnya mengancam akan membom kembali wilayah Iran jika mereka melanggar kesepakatan draf damai sementara.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Otoritas Bangkok Tetapkan Status Bencana di 50 Distrik
Polisi Afrika Selatan Temukan Jenazah Wanita Ke-10 di Ekurhuleni
Warga Madrid Gelar Demonstrasi Tuntut Reformasi Perumahan
Ledakan Gas Ambrukkan Bangunan di Athena, Tewaskan 6 Orang
Kolombia Ekstradisi Gembong Narkoba Geovany Andres Rojas
Donald Trump Tolak Iran Terkait Pembukaan Kembali Selat Hormuz
Paus Leo XIV Pimpin Misa Terbuka di Champs-Élysées Paris
Penembakan Massal di Afrika Selatan Menewaskan 27 Orang

Berita Terkait

Minggu, 27 September 2026 - 23:00 WIB

Otoritas Bangkok Tetapkan Status Bencana di 50 Distrik

Minggu, 27 September 2026 - 22:00 WIB

Polisi Afrika Selatan Temukan Jenazah Wanita Ke-10 di Ekurhuleni

Minggu, 27 September 2026 - 21:30 WIB

Warga Madrid Gelar Demonstrasi Tuntut Reformasi Perumahan

Minggu, 27 September 2026 - 21:00 WIB

Ledakan Gas Ambrukkan Bangunan di Athena, Tewaskan 6 Orang

Minggu, 27 September 2026 - 20:30 WIB

Kolombia Ekstradisi Gembong Narkoba Geovany Andres Rojas

Berita Terbaru