Kebijakan Satu Pintu Danantara Berisiko Ganggu Pasokan Global

Selasa, 9 Juni 2026 - 14:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kebijakan ekspor satu pintu. Langkah Indonesia memusatkan ekspor kelapa sawit berisiko mengganggu pasokan global dan menguntungkan produsen kompetitor. Dok: Istimewa.

Kebijakan ekspor satu pintu. Langkah Indonesia memusatkan ekspor kelapa sawit berisiko mengganggu pasokan global dan menguntungkan produsen kompetitor. Dok: Istimewa.

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Langkah Pemerintah Indonesia memusatkan ekspor minyak kelapa sawit melalui satu agen negara berpotensi mengganggu pasokan dunia. Sebab, Indonesia saat ini menguasai lebih dari setengah total pengiriman komoditas minyak nabati global secara keseluruhan.

Sementara itu, kebijakan baru ini juga berisiko meningkatkan volume ekspor negara kompetitor utama seperti Malaysia. Presiden Prabowo Subianto mengumumkan kewajiban ekspor satu pintu ini pada tanggal 20 Mei lalu. Aturan tersebut mewajibkan ekspor kelapa sawit, batubara, serta feronikel mengalir melalui satu lembaga negara.

Dampak Buruk Terhadap Volatilitas Harga Global

Sebelumnya, kebijakan pembatasan ekspor Indonesia untuk program biodiesel terbukti telah mengerek harga minyak sawit dunia. Akibatnya, harga minyak nabati lain seperti minyak kedelai dan minyak matahari turut melonjak tinggi. Padahal, pasar kelapa sawit saat ini juga sedang menghadapi keterbatasan pasokan akibat cuaca ekstrem El Nino.

Wakil Presiden importir minyak Patanjali Foods, Aashish Acharya, memberikan analisis tajam mengenai situasi pasar ini. Menurutnya, pasar kelapa sawit kini sedang berupaya menyesuaikan diri dengan lonjakan harga energi global. Lonjakan harga tersebut terjadi akibat eskalasi konflik bersenjata yang berkepanjangan di kawasan Timur Tengah. Oleh karena itu, kebijakan sepihak Indonesia akan menambah ketidakpastian serta memicu volatilitas harga yang parah.

Risiko Monopoli dan Keuntungan bagi Malaysia

Para pelaku industri menilai mekanisme terpusat ini akan merusak ekosistem perdagangan bebas secara sistemik. Mantan Ketua Asosiasi Minyak Sawit Malaysia (MPOA), MR Chandran, menyampaikan kekhawatiran senada terkait hal tersebut. Ia menilai pemusatan kekuatan harga pada satu lembaga negara akan menurunkan transparansi perdagangan. Selain itu, sistem satu pintu ini berisiko memasukkan pengaruh politik yang terlalu besar dalam transaksi komersial.

Dengan demikian, Chandran memproyeksikan Malaysia akan mendapatkan keuntungan besar dari perubahan kebijakan luar negeri Indonesia. Para pembeli global kemungkinan besar akan beralih memilih produk sawit Malaysia yang jauh lebih stabil. Mereka tentu lebih menyukai jaminan kepastian hukum daripada menghadapi risiko ketidakpastian pasokan di Indonesia.

Baca Juga :  Taman Bendera Pusaka Hadirkan Ruang Hijau Multifungsi di Jakarta Selatan

Ancaman Kerugian bagi Jutaan Petani Swadaya

Ketua Umum Gapki, Eddy Martono, juga memperingatkan risiko kerusakan hubungan dagang dengan para pembeli luar negeri. Sebab, proses sentralisasi yang terburu-buru tanpa manajemen matang dapat mengacaukan kontrak pengiriman yang sudah berjalan.

Di sisi lain, Sekretaris Jenderal POPSI, Mansuetus Darto, mengkhawatirkan nasib jutaan petani sawit swadaya di daerah. Darto menjelaskan bahwa para petani mandiri akan berada dalam posisi tawar yang sangat lemah. Sebab, jumlah pembeli akan menyusut secara drastis saat negara menguasai penuh seluruh akses pasar hulu. Pada akhirnya, monopoli perdagangan ini berpotensi menekan harga beli buah sawit di tingkat petani lokal.

Penulis : Alifa Latifa

Editor : Alifa Latifa

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Rapat Koordinasi DPR dan Danantara: Menata Kebijakan Ekspor
KPK Sita Valas dan Rekening Rp2 Miliar dalam OTT Bupati Edison di Muara Enim
IAEA Desak Iran Buka Kembali Akses Inspeksi Pasca-Pengeboman
Dump Truk Tabrak Motor di Cikupa, Ibu Tewas dan Dua Anak Terluka
Revisi UU Polri Resmi Disahkan DPR, Ini Poin Penting Pembahasannya
UU Intelijen AS Seksi 702 Terancam Mati Akibat Kontroversi
Modus Kenalan Berujung Curas, Polisi Tangkap Wanita Penjebak di Kalideres
KRL Rangkasbitung Jadi Sasaran Pelemparan, Penumpang Terkena Pecahan Kaca

Berita Terkait

Selasa, 9 Juni 2026 - 15:11 WIB

Rapat Koordinasi DPR dan Danantara: Menata Kebijakan Ekspor

Selasa, 9 Juni 2026 - 14:40 WIB

KPK Sita Valas dan Rekening Rp2 Miliar dalam OTT Bupati Edison di Muara Enim

Selasa, 9 Juni 2026 - 14:07 WIB

Kebijakan Satu Pintu Danantara Berisiko Ganggu Pasokan Global

Selasa, 9 Juni 2026 - 13:33 WIB

IAEA Desak Iran Buka Kembali Akses Inspeksi Pasca-Pengeboman

Selasa, 9 Juni 2026 - 13:04 WIB

Dump Truk Tabrak Motor di Cikupa, Ibu Tewas dan Dua Anak Terluka

Berita Terbaru

Sinergi tata kelola ekspor. DPR RI memfasilitasi koordinasi erat antara Danantara dan Kementerian ESDM guna memuluskan transisi kebijakan ekspor satu pintu sumber daya alam. Dok: Istimewa.

NASIONAL

Rapat Koordinasi DPR dan Danantara: Menata Kebijakan Ekspor

Selasa, 9 Jun 2026 - 15:11 WIB

Kebijakan ekspor satu pintu. Langkah Indonesia memusatkan ekspor kelapa sawit berisiko mengganggu pasokan global dan menguntungkan produsen kompetitor. Dok: Istimewa.

NASIONAL

Kebijakan Satu Pintu Danantara Berisiko Ganggu Pasokan Global

Selasa, 9 Jun 2026 - 14:07 WIB

Kebuntuan diplomasi nuklir. Kepala IAEA Rafael Grossi mendesak Iran membuka kembali akses inspeksi situs nuklir pasca-pengeboman Amerika Serikat dan Israel. Dok: VCG.

INTERNASIONAL

IAEA Desak Iran Buka Kembali Akses Inspeksi Pasca-Pengeboman

Selasa, 9 Jun 2026 - 13:33 WIB