25 Tewas dalam Serangan Rusia di Ukraina Timur

Rabu, 6 Mei 2026 - 08:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Teror udara di ibu kota. Militer Rusia meluncurkan gelombang serangan rudal balistik ke Kyiv beberapa jam setelah Volodymyr Zelenskyy berunding dengan para pemimpin dunia di Prancis. Dok: Istimewa.

Teror udara di ibu kota. Militer Rusia meluncurkan gelombang serangan rudal balistik ke Kyiv beberapa jam setelah Volodymyr Zelenskyy berunding dengan para pemimpin dunia di Prancis. Dok: Istimewa.

ZAPORIZHZHIA, POSNEWS.CO.ID – Harapan untuk penghentian permusuhan di Ukraina kembali hancur oleh gelombang ledakan mematikan. Militer Rusia meluncurkan serangan udara besar-besaran ke pusat-pusat populasi di bagian timur negara tersebut pada hari Selasa.

Otoritas keamanan mengonfirmasi sedikitnya 25 orang tewas dalam insiden tersebut. Peristiwa tragis ini terjadi saat masyarakat internasional sedang menanti respons Moskow terhadap usulan gencatan senjata terbuka dari Kyiv yang seharusnya dimulai pada tengah malam nanti.

Zaporizhzhia: Serangan Ganda di Kawasan Sipil

Gubernur Regional Ivan Fedorov melaporkan kondisi paling buruk terjadi di Zaporizhzhia. Empat bom udara berpemandu menghantam pemukiman warga, layanan perbaikan mobil, dan tempat pencucian kendaraan. Serangan tersebut menewaskan 12 orang dan melukai sedikitnya 20 lainnya.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sekretaris Dewan Kota Zaporizhzhia, Rehina Kharchenko, menyebut taktik tersebut sangat keji. Setelah bom udara menghantam target, militer Rusia segera mengerahkan drone Shahed untuk menyerang lokasi yang sama. “Tindakan ini menghambat petugas darurat untuk mendekati lokasi guna menyelamatkan korban,” tegas Kharchenko kepada Reuters.

Baca Juga :  Cucu Mpok Nori Tewas di Cipayung, Mantan Suami Siri Emosi Usai Ditolak Rujuk

Korban di Kramatorsk, Dnipro, dan Poltava

Eskalasi serangan juga merembet ke wilayah lain:

  1. Kramatorsk: Tiga bom udara jatuh di pusat kota, menewaskan lima orang dan melukai 12 warga.
  2. Dnipro: Serangan udara menewaskan empat orang dan menyebabkan kebakaran besar di sebuah fasilitas bisnis lokal.
  3. Poltava: Fasilitas produksi gas nasional menjadi target serangan semalam. Otoritas mengonfirmasi empat orang tewas di lokasi tersebut.

Presiden Volodymyr Zelenskyy mengecam keras aksi militer ini melalui saluran Telegram. Ia menilai serangan tersebut sebagai tindakan terorisme murni yang tidak memiliki nilai militer apa pun. “Serangan Rusia terhadap kota dan desa kami tidak berhenti sedetik pun,” tulis Zelenskyy.

Diplomasi Gencatan Senjata: Perbedaan Visi

Dinamika pertempuran ini dibayangi oleh manuver diplomatik yang kontradiktif. Rusia secara sepihak mengumumkan gencatan senjata untuk tanggal 8 hingga 9 Mei mendatang. Langkah ini bertujuan untuk mengamankan peringatan Hari Kemenangan dan parade militer di Lapangan Merah, Moskow.

Baca Juga :  Tragedi di Abyei: Drone Hantam Markas PBB, 6 Penjaga Perdamaian Bangladesh Tewas

Namun, Ukraina merespons dengan mengajukan proposal gencatan senjata terbuka yang dimulai pada Rabu tengah malam. Zelenskyy menegaskan bahwa Rusia tidak bisa hanya meminta jeda sehari demi seremoni militer mereka sendiri, sementara di saat yang sama terus membombardir warga sipil Ukraina secara brutal.

Menanti Kepastian Tengah Malam

Situasi di lapangan tetap tegang saat jarum jam mendekati tengah malam. Di pihak Rusia, kantor berita TASS melaporkan serangan drone Ukraina di wilayah Chuvashia yang menewaskan dua orang.

Singkatnya, keberhasilan gencatan senjata yang Kyiv usulkan akan menjadi penentu stabilitas Eropa Timur di bulan Mei 2026 ini. Masyarakat internasional kini memantau apakah serangan berdarah pada hari Selasa ini akan menjadi penutup konflik atau justru awal dari eskalasi yang lebih dahsyat jika dialog perdamaian kembali gagal.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kelompok Houthi Melancarkan Serangan Rudal Maut di Yaman
PM Kanada Sebut Perundingan Dagang AS Makin Sengit
Trump Terbitkan Perintah Eksekutif Baru
Iran Ancam Serang Fasilitas Energi Teluk
Google Resmi Hentikan Layanan Google Assistant
Serangan Gunting di Covent Garden London Lukai 4 Orang
Prancis Melarang Panggilan Telemarketing Tanpa Izin Konsumen
Senat AS Konfirmasi Dr Erica Schwartz Sebagai Direktur CDC

Berita Terkait

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 11:07 WIB

Kelompok Houthi Melancarkan Serangan Rudal Maut di Yaman

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 09:01 WIB

PM Kanada Sebut Perundingan Dagang AS Makin Sengit

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 07:00 WIB

Trump Terbitkan Perintah Eksekutif Baru

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 06:00 WIB

Iran Ancam Serang Fasilitas Energi Teluk

Jumat, 7 Agustus 2026 - 16:51 WIB

Google Resmi Hentikan Layanan Google Assistant

Berita Terbaru

Valve membongkar rahasia sensor kapasitif Grip Sense pada Steam Controller. Fitur ini mengendalikan gyro, weapon wheel, dan navigasi menu tanpa tombol fisik tambahan. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

Valve Ungkap Fitur Tersembunyi Grip Sense di Steam

Minggu, 9 Agu 2026 - 06:00 WIB

Respawn Entertainment resmi menghentikan operasional Apex Legends di Nintendo Switch generasi pertama mulai Season 30 demi memaksimalkan potensi Nintendo Switch 2. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

Respawn Hentikan Dukungan Apex Legends di Nintendo

Sabtu, 8 Agu 2026 - 17:20 WIB