Takaichi: Pintu Dialog Tak Pernah Tertutup

Selasa, 6 Januari 2026 - 06:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Meredam lonjakan biaya hidup. Pemerintah Jepang mengambil langkah proaktif untuk menstabilkan harga energi domestik setelah penutupan Selat Hormuz mengancam pasokan minyak nasional. Dok: Istimewa.

Meredam lonjakan biaya hidup. Pemerintah Jepang mengambil langkah proaktif untuk menstabilkan harga energi domestik setelah penutupan Selat Hormuz mengancam pasokan minyak nasional. Dok: Istimewa.

TOKYO, POSNEWS.CO.ID – Perdana Menteri Jepang, Sanae Takaichi, mengawali tahun politiknya dengan sinyal diplomatik yang lunak namun tegas. Pada hari Senin, ia kembali menegaskan keinginan Tokyo untuk berdialog dengan China. Pernyataan ini muncul di tengah hubungan bilateral yang masih membeku akibat komentarnya mengenai “darurat Taiwan” dua bulan lalu.

Takaichi menyampaikan prioritas pemerintahannya dalam konferensi pers pertamanya tahun ini. Sebelumnya, ia baru saja menyelesaikan kunjungan tradisional ke kuil Ise Jingu di prefektur Mie, sebuah ritual tahunan bagi setiap perdana menteri Jepang.

“Bangsa kami terbuka terhadap berbagai peluang dialog dengan China dan tidak pernah menutup pintu,” ujar Takaichi. Ia menekankan bahwa komunikasi adalah kunci vital untuk mengatasi kekhawatiran dan tantangan di antara kedua raksasa Asia tersebut.

Memecah Kebekuan Pasca-Isu Taiwan

Hubungan Tokyo dan Beijing memanas sejak 7 November lalu. Kala itu, Takaichi menyarankan di parlemen bahwa serangan terhadap Taiwan dapat menjadi ancaman eksistensial bagi Jepang. Pernyataan tersebut menyiratkan potensi pengerahan Pasukan Bela Diri Jepang untuk mendukung Amerika Serikat jika Washington membela pulau demokratis itu.

Baca Juga :  Mengapa Kita Percaya Hoaks? Menakar Efek Jarum Hipodermik

China, yang menganggap Taiwan sebagai provinsi yang membelot, merespons dengan kemarahan. Beijing bahkan mengambil langkah ekonomi, seperti mengeluarkan peringatan perjalanan (travel advisory) yang berpotensi memukul sektor pariwisata Jepang. Faktanya, sejak menjabat pada Oktober, Takaichi baru bertemu Presiden Xi Jinping satu kali, tepat seminggu sebelum komentar kontroversialnya itu.

Sikap Hati-hati Soal Venezuela

Selain isu regional, Takaichi juga menyinggung gejolak global yang terjadi di Venezuela. Ia berjanji akan melakukan “upaya diplomatik untuk memulihkan demokrasi di Venezuela dan menstabilkan situasi” pasca penangkapan Presiden Nicolas Maduro oleh militer AS.

Namun, Takaichi memilih langkah aman. Ia menahan diri untuk tidak memberikan pandangan hukum mengenai operasi militer AS tersebut, yang kini memicu perdebatan legalitas di dalam dan luar negeri.

Baca Juga :  Pukulan Telak bagi RFK Jr.: Hakim AS Blokir Perombakan Kebijakan Vaksin Nasional

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ambisi Raksasa di Sektor AI

Di sektor ekonomi, Takaichi memasang target ambisius. Pemerintah Jepang membidik investasi gabungan swasta dan publik senilai lebih dari 50 triliun yen ($320 miliar) di sektor kecerdasan buatan (AI) selama beberapa tahun ke depan.

Pemerintah akan menggelontorkan bantuan publik lebih dari 10 triliun yen sebagai pemantik. Takaichi memperkirakan langkah ini akan menciptakan efek riak ekonomi (ripple effect) hingga sekitar 160 triliun yen.

Sementara itu, ia juga berjanji untuk menurunkan rasio utang pemerintah terhadap produk domestik bruto (PDB) secara stabil. Langkah ini tampaknya bertujuan menenangkan pasar yang khawatir bahwa kebijakan belanja fiskal agresifnya akan semakin melemahkan yen dan mendongkrak imbal hasil obligasi jangka panjang.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Hujan Deras Bikin 12 RT di Petogogan Jakarta Selatan Terendam Banjir
Pria di Karawang Tewas di Atas Motor, Polisi Selidiki Dugaan Benang Layangan
LPG Subsidi Disuntik ke Tabung Non Subsidi, Negara Nyaris Rugi Rp6,7 Miliar
Protes Hari Buruh Filipina 2026: Ribuan Massa Kecam Krisis Energi
Penembakan Tokoh Suku Picu Kontak Senjata Berdarah, 3 Tewas
Mojtaba Khamenei Dinyatakan Sehat Walafiat
Serangan Drone Israel Tewaskan Warga di Tengah Rencana Negosiasi Trump
101 Orang Dipulangkan, Polisi Kejar Aktor Intelektual Aksi Anarkis

Berita Terkait

Sabtu, 2 Mei 2026 - 20:31 WIB

Hujan Deras Bikin 12 RT di Petogogan Jakarta Selatan Terendam Banjir

Sabtu, 2 Mei 2026 - 18:33 WIB

Pria di Karawang Tewas di Atas Motor, Polisi Selidiki Dugaan Benang Layangan

Sabtu, 2 Mei 2026 - 18:18 WIB

LPG Subsidi Disuntik ke Tabung Non Subsidi, Negara Nyaris Rugi Rp6,7 Miliar

Sabtu, 2 Mei 2026 - 17:13 WIB

Protes Hari Buruh Filipina 2026: Ribuan Massa Kecam Krisis Energi

Sabtu, 2 Mei 2026 - 15:07 WIB

Penembakan Tokoh Suku Picu Kontak Senjata Berdarah, 3 Tewas

Berita Terbaru

Ilustrasi, Eskalasi kekerasan di perbatasan. Pembunuhan seorang tetua suku yang anti-militan memicu baku tembak sengit antara komite perdamaian lokal dan kelompok bersenjata di wilayah Khyber Pakhtunkhwa, Pakistan. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Penembakan Tokoh Suku Picu Kontak Senjata Berdarah, 3 Tewas

Sabtu, 2 Mei 2026 - 15:07 WIB