Hubungan Beijing-Belgrade Kian Kokoh, Tiongkok dan Serbia

Rabu, 27 Mei 2026 - 09:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kunjungan kenegaraan Presiden Vucic ke Beijing memperkuat kolaborasi infrastruktur, teknologi, dan perdagangan bebas dalam bingkai

Kunjungan kenegaraan Presiden Vucic ke Beijing memperkuat kolaborasi infrastruktur, teknologi, dan perdagangan bebas dalam bingkai "persahabatan baja" kedua negara. Dok: Istimewa.

BEIJING, POSNEWS.CO.ID – Presiden Serbia Aleksandar Vucic melakukan kunjungan kenegaraan ke Tiongkok. Kunjungan ini bertujuan memperkuat kemitraan strategis kedua negara.

Pertemuan tersebut menandai babak baru dalam hubungan bilateral mereka. Hubungan kedua negara kini kian kokoh di tengah ketidakpastian global.

Presiden Tiongkok Xi Jinping menyambut hangat kedatangan Vucic di Beijing. Xi menyebut hubungan kedua negara sebagai “persahabatan baja”. Persahabatan ini tumbuh di atas fondasi sejarah yang sangat kuat.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sinergi Pembangunan dan Perdagangan Bebas

Kedua pemimpin sepakat menyelaraskan rencana pembangunan nasional mereka. Tiongkok akan menyinergikan Rencana Lima Tahun ke-15 dengan Strategi Pembangunan Serbia 2030.

Perjanjian Perdagangan Bebas (FTA) kedua negara juga berjalan dengan sangat baik sejak tahun 2024. Kesepakatan ini membuka pasar Tiongkok bagi produk pertanian khas Serbia. Sebaliknya, perusahaan Tiongkok terus memperluas investasi di Serbia. Mereka fokus pada sektor pertambangan dan energi terbarukan.

Baca Juga :  Demo Gemarak di DPR, 1.145 Polisi Disiagakan Tanpa Senjata Api

Proyek Infrastruktur Unggulan Sabuk dan Jalan

Proyek infrastruktur garapan Tiongkok menjadi pilar utama kerja sama ini. Jalur kereta cepat Belgrade-Novi Sad merupakan salah satu contoh sukses. Proyek ini memangkas waktu tempuh dari 90 menit menjadi hanya 30 menit.

Jalur tersebut merupakan bagian dari proyek kereta api Hongaria-Serbia yang lebih besar. Rute ini menghubungkan Eropa Tengah dengan pelabuhan Piraeus di Yunani. Koridor logistik tersebut memperlancar rantai pasok dan perdagangan regional di Eropa Timur.

Revitalisasi Industri dan Kolaborasi Masa Depan

Di sektor industri, pabrik baja Smederevo menjadi simbol kemitraan yang sukses. Grup HBIS asal Tiongkok mengambil alih pabrik ini pada tahun 2016. Kini, pabrik tersebut mempekerjakan lebih dari 5.000 pekerja lokal secara aktif.

Baca Juga :  Isu Pergantian Kapolri: DPR Bantah Terima Surpres dari Presiden Prabowo

Ke depan, kedua negara akan merambah sektor teknologi tinggi. Mereka berkomitmen memperkuat kolaborasi dalam bidang kecerdasan buatan (AI) dan ekonomi digital. Sektor manufaktur maju serta teknologi kedirgantaraan juga menjadi fokus utama mereka.

Koordinasi Multilateral dan Hubungan Antarmasyarakat

Selain ekonomi, hubungan antarmasyarakat juga terus berkembang pesat. Penerbangan langsung dan kebijakan bebas visa mempermudah kunjungan warga kedua negara. Sektor pariwisata dan pertukaran budaya pun menunjukkan tren peningkatan yang signifikan.

Dalam diplomasi global, Beijing dan Belgrade memiliki pandangan yang selaras. Kedua negara berkomitmen penuh pada prinsip Piagam PBB. Mereka menolak fragmentasi geopolitik dan mendukung penuh sistem multilateralisme global.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pakistan Tegaskan Tidak Akan Bergabung dengan Abraham Accords
Pengawasan Ketat Hewan Kurban di Jakarta Diperketat, Ini Langkah Pemprov DKI
Menag Tegaskan Kurban Bukan Sekadar Ritual, Tapi Solusi Stunting
Teddy Indra Wijaya Borong 35 Sapi Jumbo dari Boyolali untuk Kurban
Belasan Simpatisan ISIS Australia Tetap Terancam Hukuman Berat
BMKG Ingatkan Potensi Hujan Disertai Petir di Jabodetabek Malam Ini
Jepang Jajaki Ekspor Kapal Perang Mogami ke Selandia Baru
Aliansi Quad Sepakati Langkah Konkret di Indo-Pasifik

Berita Terkait

Rabu, 27 Mei 2026 - 10:17 WIB

Pakistan Tegaskan Tidak Akan Bergabung dengan Abraham Accords

Rabu, 27 Mei 2026 - 09:36 WIB

Pengawasan Ketat Hewan Kurban di Jakarta Diperketat, Ini Langkah Pemprov DKI

Rabu, 27 Mei 2026 - 09:22 WIB

Menag Tegaskan Kurban Bukan Sekadar Ritual, Tapi Solusi Stunting

Rabu, 27 Mei 2026 - 09:07 WIB

Hubungan Beijing-Belgrade Kian Kokoh, Tiongkok dan Serbia

Rabu, 27 Mei 2026 - 08:35 WIB

Teddy Indra Wijaya Borong 35 Sapi Jumbo dari Boyolali untuk Kurban

Berita Terbaru

Ilustrasi, Pernyataan tegas Islamabad. Menteri Pertahanan Khawaja Asif menegaskan Pakistan menolak normalisasi hubungan dengan Israel karena bertentangan dengan ideologi dasar negara. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Pakistan Tegaskan Tidak Akan Bergabung dengan Abraham Accords

Rabu, 27 Mei 2026 - 10:17 WIB

Kunjungan kenegaraan Presiden Vucic ke Beijing memperkuat kolaborasi infrastruktur, teknologi, dan perdagangan bebas dalam bingkai

INTERNASIONAL

Hubungan Beijing-Belgrade Kian Kokoh, Tiongkok dan Serbia

Rabu, 27 Mei 2026 - 09:07 WIB