BEIJING, POSNEWS.CO.ID – Presiden Serbia Aleksandar Vucic melakukan kunjungan kenegaraan ke Tiongkok. Kunjungan ini bertujuan memperkuat kemitraan strategis kedua negara.
Pertemuan tersebut menandai babak baru dalam hubungan bilateral mereka. Hubungan kedua negara kini kian kokoh di tengah ketidakpastian global.
Presiden Tiongkok Xi Jinping menyambut hangat kedatangan Vucic di Beijing. Xi menyebut hubungan kedua negara sebagai “persahabatan baja”. Persahabatan ini tumbuh di atas fondasi sejarah yang sangat kuat.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Sinergi Pembangunan dan Perdagangan Bebas
Kedua pemimpin sepakat menyelaraskan rencana pembangunan nasional mereka. Tiongkok akan menyinergikan Rencana Lima Tahun ke-15 dengan Strategi Pembangunan Serbia 2030.
Perjanjian Perdagangan Bebas (FTA) kedua negara juga berjalan dengan sangat baik sejak tahun 2024. Kesepakatan ini membuka pasar Tiongkok bagi produk pertanian khas Serbia. Sebaliknya, perusahaan Tiongkok terus memperluas investasi di Serbia. Mereka fokus pada sektor pertambangan dan energi terbarukan.
Proyek Infrastruktur Unggulan Sabuk dan Jalan
Proyek infrastruktur garapan Tiongkok menjadi pilar utama kerja sama ini. Jalur kereta cepat Belgrade-Novi Sad merupakan salah satu contoh sukses. Proyek ini memangkas waktu tempuh dari 90 menit menjadi hanya 30 menit.
Jalur tersebut merupakan bagian dari proyek kereta api Hongaria-Serbia yang lebih besar. Rute ini menghubungkan Eropa Tengah dengan pelabuhan Piraeus di Yunani. Koridor logistik tersebut memperlancar rantai pasok dan perdagangan regional di Eropa Timur.
Revitalisasi Industri dan Kolaborasi Masa Depan
Di sektor industri, pabrik baja Smederevo menjadi simbol kemitraan yang sukses. Grup HBIS asal Tiongkok mengambil alih pabrik ini pada tahun 2016. Kini, pabrik tersebut mempekerjakan lebih dari 5.000 pekerja lokal secara aktif.
Ke depan, kedua negara akan merambah sektor teknologi tinggi. Mereka berkomitmen memperkuat kolaborasi dalam bidang kecerdasan buatan (AI) dan ekonomi digital. Sektor manufaktur maju serta teknologi kedirgantaraan juga menjadi fokus utama mereka.
Koordinasi Multilateral dan Hubungan Antarmasyarakat
Selain ekonomi, hubungan antarmasyarakat juga terus berkembang pesat. Penerbangan langsung dan kebijakan bebas visa mempermudah kunjungan warga kedua negara. Sektor pariwisata dan pertukaran budaya pun menunjukkan tren peningkatan yang signifikan.
Dalam diplomasi global, Beijing dan Belgrade memiliki pandangan yang selaras. Kedua negara berkomitmen penuh pada prinsip Piagam PBB. Mereka menolak fragmentasi geopolitik dan mendukung penuh sistem multilateralisme global.
Penulis : Ahmad Haris Kurnia
Editor : Ahmad Haris Kurnia












