Didukung Trump, Nasry Asfura Menang Tipis di Honduras di Tengah Tudingan Curang

Kamis, 25 Desember 2025 - 13:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

TEGUCIGALPA, POSNEWS.CO.ID – Ketidakpastian politik selama satu bulan di Honduras akhirnya mencapai titik akhir yang kontroversial. Dewan Pemilihan Nasional (CNE) secara resmi mendeklarasikan Nasry “Tito” Asfura sebagai pemenang pemilihan presiden.

Asfura, taipan konstruksi berusia 67 tahun, berhasil mengamankan 40,27 persen suara. Namun, kemenangan ini sangat tipis. Ia hanya unggul 0,74 persen atau sekitar 28.000 suara dari pesaing terdekatnya, Salvador Nasralla, yang meraih 39,53 persen.

Seketika, Asfura memproklamirkan kemenangannya. “Honduras: Saya siap memerintah. Saya tidak akan mengecewakan Anda,” tulisnya penuh percaya diri.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Deklarasi Prematur dan Tudingan Curang

Pengumuman ini memicu badai protes. Pasalnya, dewan pemilihan mengumumkan pemenang sebelum menyelesaikan peninjauan terhadap lembar penghitungan suara yang bermasalah.

Padahal, proses “pengawasan khusus” baru saja mereka luncurkan minggu lalu untuk menghitung ulang suara yang tidak konsisten. Organisasi Negara-negara Amerika (OAS) menyayangkan keputusan terburu-buru tersebut.

Baca Juga :  Alarm Keamanan Jepang: Warga Asing Borong 3.500 Properti Dekat Fasilitas Militer, China Mendominasi

Salvador Nasralla menolak menyerah (concede). Ia menuduh adanya kecurangan sistematis dalam proses penghitungan.

“Data dari lembar penghitungan asli telah diubah,” tuding Nasralla. Ia menyebut momen ini sebagai “Natal tersedih bagi rakyat Honduras”. Meskipun demikian, ia mendesak pendukungnya untuk tetap tenang dan menghindari kekerasan.

Perpecahan Dewan dan “Kudeta Elektoral”

Ketegangan juga terjadi di internal penyelenggara pemilu. Dewan CNE terdiri dari tiga anggota yang mewakili tiga partai utama. Kemenangan Asfura hanya dideklarasikan oleh dua anggota dewan.

Sebaliknya, perwakilan dari partai penguasa saat ini, Partai Libre (kiri), menolak mengakui hasil tersebut. Ia menuduh sedang terjadi “kudeta elektoral” dan telah mengajukan pengaduan ke kejaksaan.

Presiden Kongres Luis Redondo dari Partai Libre juga bereaksi keras. “Ini benar-benar di luar hukum. Ini tidak memiliki nilai,” tulisnya di X.

Baca Juga :  Trump Buka Suara Soal File Epstein

Bayang-Bayang Donald Trump

Kemenangan Asfura tidak bisa lepas dari pengaruh eksternal yang kuat. Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, memainkan peran sentral dalam dinamika ini.

Beberapa hari sebelum pemungutan suara, Trump secara terbuka mendukung Asfura. Ia menyerang kandidat lain sebagai komunis atau sekutu diktator Venezuela. Bahkan, Trump memberikan pengampunan (pardon) mengejutkan bagi mantan presiden Juan Orlando Hernández, sekutu Asfura yang terjerat kasus narkoba.

Lantas, Washington langsung menyambut hasil ini dengan hangat. Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio, segera memberikan ucapan selamat.

“Rakyat Honduras telah berbicara: Nasry Asfura adalah presiden Honduras berikutnya,” kata Rubio. AS menyatakan siap bekerja sama dengan pemerintahan baru untuk memajukan kemakmuran dan keamanan di belahan bumi ini.

Kini, Honduras bersiap menghadapi transisi kekuasaan yang panas. Asfura dijadwalkan menjabat mulai 27 Januari 2026, tetapi bayang-bayang sengketa hukum dan ketidakpuasan publik masih menghantui legitimasinya.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Presiden Xi Jinping Dorong Blok BRICS Jadi Juru Damai Konflik
Hakim Federal Batalkan Rencana Pemangkasan Staf FEMA 50%
Peluncuran Konsol Retro NEOGEO AES+ Ditunda
Iran Ancam Balas Setiap Serangan Baru AS terhadap Asetnya
Ekstremisme Nihilistik Online Ancam Keamanan Eropa
Shinjuku Larang Separuh Sewa Liburan, Termasuk Properti
Tim Nepal Kian Bersemangat Cari Korban Banjir
PM Yunani Janjikan Pemangkasan Pajak dan Kenaikan Gaji

Berita Terkait

Minggu, 13 September 2026 - 20:57 WIB

Presiden Xi Jinping Dorong Blok BRICS Jadi Juru Damai Konflik

Minggu, 13 September 2026 - 19:56 WIB

Hakim Federal Batalkan Rencana Pemangkasan Staf FEMA 50%

Minggu, 13 September 2026 - 13:30 WIB

Peluncuran Konsol Retro NEOGEO AES+ Ditunda

Rabu, 9 September 2026 - 08:03 WIB

Iran Ancam Balas Setiap Serangan Baru AS terhadap Asetnya

Rabu, 9 September 2026 - 07:00 WIB

Ekstremisme Nihilistik Online Ancam Keamanan Eropa

Berita Terbaru