Rusia Tuntut Penyerahan Donbas, Trump Tekan Kiev

Sabtu, 24 Januari 2026 - 14:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Lompatan jarak serang terjauh. Pasukan Ukraina meluncurkan pesawat tanpa awak yang sukses menghantam kilang minyak utama Siberia di Tyumen. Dok: Istimewa.

Lompatan jarak serang terjauh. Pasukan Ukraina meluncurkan pesawat tanpa awak yang sukses menghantam kilang minyak utama Siberia di Tyumen. Dok: Istimewa.

MOSKOW, POSNEWS.CO.ID – Momen diplomatik paling krusial sejak pecahnya perang Eropa bermula hari ini, Jumat (23/1). Delegasi tingkat tinggi dari Ukraina, Rusia, dan Amerika Serikat secara resmi memulai pembicaraan tiga pihak (trilateral) di Abu Dhabi.

Pertemuan ini menandai momen pertama di mana ketiga pihak bertatap muka secara langsung sejak Rusia melancarkan invasi skala penuh pada Februari 2022.

Akan tetapi, atmosfer di ruang perundingan terasa dingin. Kremlin datang dengan membawa posisi keras yang tak tergoyahkan. Bahkan, juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov, menegaskan tuntutan maksimalis Moskow tepat saat pembicaraan hendak mulai.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Dunia sudah mengetahui posisi Rusia… angkatan bersenjata Ukraina harus meninggalkan wilayah Donbas,” tegas Peskov. “Pihak Kiev harus menarik mereka dari sana. Ini merupakan kondisi yang sangat penting.”

Delegasi “Militer” dan Intelijen

Selanjutnya, komposisi delegasi yang hadir mengindikasikan bahwa pembicaraan akan berfokus berat pada aspek keamanan dan militer, bukan sekadar politik.

Baca Juga :  Satpol PP Jakarta Razia 690 Tempat Hiburan Saat Ramadan, 21 Usaha Kena Sanksi

Rusia menugaskan Laksamana Igor Kostyukov, direktur badan intelijen militer Rusia (GRU), untuk memimpin timnya. Kehadiran kepala mata-mata militer ini mengirimkan sinyal jelas tentang prioritas Moskow.

Sementara itu, di pihak Amerika Serikat, menantu Donald Trump, Jared Kushner, mendampingi utusan khusus Steve Witkoff. Wajah baru juga muncul: Josh Gruenbaum, komisaris Layanan Akuisisi Federal (FAS). Ia baru saja menerima penunjukan sebagai penasihat senior di “Dewan Perdamaian” Trump.

Di sisi lain, Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy berbicara melalui pesan suara kepada wartawan. Ia menyatakan bahwa delegasinya berada pada “tingkat negosiator” dan “tahu apa yang harus dilakukan”.

Trump: “Bodoh Jika Gagal”

Ketiga pihak menggelar pertemuan ini setelah Witkoff dan Vladimir Putin bertemu untuk ketujuh kalinya di Moskow. Pemerintahan Trump terus mendorong penyelesaian damai dengan agresif, bahkan terkesan menekan Kiev.

Dalam komentarnya pada hari Rabu, Trump tidak berbasa-basi. Ia mengatakan bahwa Putin dan Zelenskyy akan bertindak “bodoh” jika mereka gagal bersatu dan menyelesaikan kesepakatan ini.

“Saya memiliki pertemuan yang baik (dengan Zelenskyy), tetapi saya telah melakukan banyak pertemuan baik dengan Presiden Zelenskyy dan sepertinya perdamaian itu tidak terjadi,” keluh Trump, yang menunjukkan ketidaksabarannya.

Baca Juga :  Urus Paspor Sambil Olahraga, Imigrasi Depok Layani Warga di CFD

Skeptisisme Barat: “Tuntutan Maksimalis”

Menanggapi situasi ini, Jerman, sekutu utama Ukraina di Eropa, menyuarakan keraguan besar. Juru bicara pemerintah Jerman, Steffen Meyer, mempertanyakan kesediaan Moskow untuk beranjak dari tuntutan maksimalisnya. Tuntutan tersebut mencakup pengambilalihan wilayah yang saat ini bahkan belum militer Rusia kuasai.

“Kita tidak akan memperoleh apa pun jika perjanjian damai pada akhirnya hanya memberi Rusia ruang bernapas untuk meluncurkan serangan baru di kemudian hari,” kata Meyer.

Senada dengan kekhawatiran itu, retorika dari Moskow justru memperkuat keraguan Barat. Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov pada hari Selasa mengisyaratkan tujuan perubahan rezim. Ia menyebut bahwa pihak Rusia sama sekali tidak dapat menerima proposal apa pun yang bertujuan melestarikan “rezim Nazi saat ini” di Kiev.

Sementara diplomasi tingkat tinggi ini berlangsung, rakyat Ukraina harus terus bertahan hidup. Mereka menghadapi serangan infrastruktur energi yang brutal di tengah musim dingin yang membeku.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Warga Galang 21 Ribu Tanda Tangan Tolak Pembongkaran
Kerusuhan Mengguncang Nepal Tenggara: 3 Warga Meninggal
Presiden Myanmar Ungkap Peta Jalan 5 Tahun dan Wajib Militer
Hamas Sepakati Peta Jalan Pelucutan Senjata di Gaza
Hakim Hukum Robert Bush 20 Tahun Penjara Akibat Penipuan
Juri Menyatakan Hadi Matar Bersalah atas Penikaman Penulis
Racun Sianida pada Tomat Diduga Tewaskan 15 Gajah di Kenya
14 Warga Meninggal dan Ledakan Mal Picu Krisis

Berita Terkait

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 10:30 WIB

Warga Galang 21 Ribu Tanda Tangan Tolak Pembongkaran

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 09:30 WIB

Kerusuhan Mengguncang Nepal Tenggara: 3 Warga Meninggal

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 08:48 WIB

Presiden Myanmar Ungkap Peta Jalan 5 Tahun dan Wajib Militer

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 07:41 WIB

Hamas Sepakati Peta Jalan Pelucutan Senjata di Gaza

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 06:37 WIB

Hakim Hukum Robert Bush 20 Tahun Penjara Akibat Penipuan

Berita Terbaru

Rampungnya proses syuting Elden Ring. Sutradara Alex Garland dan studio A24 menyelesaikan tahapan pengambilan gambar film adaptasi game bernilai 100 juta dolar AS. Dok: Istimewa.

ENTERTAINMENT

Adaptasi Game Raksasa: A24 Selesaikan Syuting Film Elden Ring

Sabtu, 1 Agu 2026 - 13:24 WIB