Warga Sipil Tewas Diserang di SMP YPK Yakpesmi Dekai, Polisi Buru Pelaku

Senin, 2 Februari 2026 - 19:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Polisi mengamankan lokasi penyerangan di SMP YPK Yakpesmi Dekai, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan. (Posnews/Ist)

Polisi mengamankan lokasi penyerangan di SMP YPK Yakpesmi Dekai, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan. (Posnews/Ist)

PAPUA, POSNEWS.CO.ID – Teror dengan aksi brutal terus terjadi di tanah Papua. Kali ini aksi kekerasan mengguncang lingkungan SMP YPK Yakpesmi Dekai, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan.

Seorang warga sipil tewas setelah diserang orang tak dikenal di area sekolah pada Senin, 2 Januari 2026, sekitar pukul 09.00 WIT.

Peristiwa berdarah itu terjadi di Jalan Seradala Km 03, Distrik Dekai. Korban bernama Daniel Datti, SE (41), warga kelahiran Makale, Toraja.

Saat kejadian, korban tengah bekerja membuat perlengkapan meja dan kursi sekolah.

Hasil pemeriksaan medis menunjukkan korban mengalami luka serius di kepala, punggung, serta kedua lutut.

Selain menewaskan korban, pelaku juga merusak kaca ruang kelas XII SMP YPK Yakpesmi dan kaca belakang mobil merah akibat lemparan batu.

Keterangan saksi mengungkapkan, insiden bermula saat suara tembakan terdengar dari arah belakang sekolah. Korban berupaya menyelamatkan diri menuju ruang guru, namun tiga pelaku bersenjata mengejar korban.

Baca Juga :  Peringatan Keras Tiongkok: Jepang Hadapi "Pukulan Telak

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Salah satu pelaku membawa senjata api rakitan panjang, satu pelaku membawa kapak, sementara pelaku lainnya merekam aksi kekerasan menggunakan ponsel.

Para pelaku kemudian melakukan penyerangan di dalam ruang guru sebelum melarikan diri ke arah belakang kompleks sekolah.

Menerima laporan, Satreskrim Polres Yahukimo bergerak cepat ke lokasi. Polisi mengamankan tempat kejadian perkara, mengevakuasi korban, memeriksa saksi-saksi, serta mengumpulkan barang bukti.

Petugas membawa jenazah korban ke RSUD Dekai untuk keperluan visum.

Polisi juga menyita sejumlah barang bukti, antara lain serpihan kaca, batu, pakaian korban, serta potongan logam yang diduga proyektil.

Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Brigjen Pol. Dr. Faizal Ramadhani, menyampaikan duka mendalam atas insiden mematikan di lingkungan pendidikan tersebut.

Baca Juga :  BNN Gerebek Kampung Ambon, Puluhan Orang Diciduk - Ganja dan Sabu Disita

“Lingkungan sekolah harus menjadi tempat yang aman. Kami fokus memburu pelaku dan memastikan keamanan masyarakat tetap terjaga,” tegas Faizal.

Ia menambahkan, aparat gabungan akan memperkuat patroli dan pengamanan terbuka maupun tertutup di wilayah Yahukimo guna mencegah terulangnya aksi kekerasan.

Sementara itu, Wakil Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Kombes Pol. Adarma Sinaga, menyatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan pihak sekolah dan tokoh masyarakat setempat.

“Kami memastikan guru, siswa, dan warga sekitar bisa kembali beraktivitas dengan aman. Pendekatan dialogis kami lakukan, bersamaan dengan penegakan hukum terhadap pelaku,” ujarnya.

Hingga kini, aparat kepolisian masih mendalami identitas para pelaku yang berstatus dalam penyelidikan.

Polisi memastikan proses hukum berjalan serta situasi keamanan di Dekai tetap terkendali agar kegiatan pendidikan dapat kembali berlangsung normal. (red)

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Trump Beri Ultimatum 48 Jam, Iran Ancam Balas Infrastruktur Regional
Banjir Kampung Melayu Surut, Ditpolairud dan Warga Gotong Royong Bersihkan Lumpur
Arus Balik Lebaran 2026: Korlantas Imbau Hindari 24 Maret, Manfaatkan WFA
Kontroversi Tahanan Rumah Gus Yaqut, KPK Dinilai Ambil Risiko
Polri Imbau Keselamatan Libur Lebaran 2026, Ragunan Dipadati 43 Ribu Pengunjung
Sekjen PBB Antonio Guterres Serukan Aksi Global Hapus Rasisme
Wanita Tewas di Cipayung, Pelaku Dibekuk di Tol Tangerang–Merak Saat Kabur ke Sumatera
Jepang Pertimbangkan Kirim Pasukan Pembersih Ranjau ke Selat Hormuz

Berita Terkait

Minggu, 22 Maret 2026 - 22:08 WIB

Trump Beri Ultimatum 48 Jam, Iran Ancam Balas Infrastruktur Regional

Minggu, 22 Maret 2026 - 21:52 WIB

Banjir Kampung Melayu Surut, Ditpolairud dan Warga Gotong Royong Bersihkan Lumpur

Minggu, 22 Maret 2026 - 19:42 WIB

Arus Balik Lebaran 2026: Korlantas Imbau Hindari 24 Maret, Manfaatkan WFA

Minggu, 22 Maret 2026 - 17:08 WIB

Kontroversi Tahanan Rumah Gus Yaqut, KPK Dinilai Ambil Risiko

Minggu, 22 Maret 2026 - 16:58 WIB

Polri Imbau Keselamatan Libur Lebaran 2026, Ragunan Dipadati 43 Ribu Pengunjung

Berita Terbaru