Wanita di Karo Sewa Pembunuh Bayaran Habisi Adik Kandung Demi Asuransi

Rabu, 4 Februari 2026 - 14:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi, Tewas. (Freepik)

Ilustrasi, Tewas. (Freepik)

KARO, POSNEWS.CO.ID – Begini-lah jadinya jika sudah tergoda dengan kehidupan duniawi. Kasus pembunuhan sadis demi asuransi mengguncang Sumatera Utara.

TS (42), wanita di Kabupaten Karo, menyewa eksekutor berinisial LN (57) untuk membunuh adik kandungnya sendiri, Iwan Sudarto Simanjuntak (33), dengan tujuan utama menguasai klaim asuransi korban.

Peristiwa ini terungkap setelah warga menemukan mayat Iwan tergelatak di pinggir Jalan Lintas Desa Kineppen, Kecamatan Munthe, Minggu (18/1/2026) pagi sekitar pukul 03.45 WIB.

Baca Juga :  Longsor dan Banjir Terjang Sumatera, BNPB: 174 Tewas dan 79 Hilang di Aceh–Sumut–Sumbar

Jasad korban ditemukan dengan luka parah di kepala dan wajah berlumuran darah.

Polisi langsung mengevakuasi jenazah ke RSU Kabanjahe untuk visum. Hasil visum menunjukkan bahwa korban mengalami beragam luka serius akibat kekerasan.

Tim penyidik kemudian mendalami kasus ini dan mengidentifikasi LN sebagai pelaku utama karena dia orang terakhir yang terlihat bersama korban sebelum tewas.

Polisi kemudian melacak keberadaan LN dan menangkapnya di Jalan Lintas Sumatera, Kecamatan Cikampak, Kabupaten Labuhanbatu Selatan, Kamis (22/1/2026) dini hari sekitar pukul 02.00 WIB.

Baca Juga :  Sakit Hati Dituduh Mencuri, Karyawan Tega Habisi Bos di Bogor

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Penyidik juga menemukan bukti bahwa TS merupakan otak di balik rencana pembunuhan ini.

Polisi menduga TS yang mempekerjakan LN sebagai eksekutor dengan imbalan tertentu untuk menghabisi korban demi mengklaim uang asuransi.

Kasus ini kini menjadi fokus penyelidikan Polres Tanah Karo. Polisi menjerat kedua pelaku dengan pasal pidana pembunuhan berencana, yang ancamannya bisa mencapai puluhan tahun penjara. (red)

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pemukim Israel Bakar Desa-Desa Palestina di Tengah Eskalasi Perang Regional
Operasi Ketupat 2026 Hari ke-11: 251 Kecelakaan, 17 Tewas – Arus Balik Mulai Meningkat
Bom Waktu 48 Jam: Trump Ancam Ratakan Listrik Iran, Teheran Targetkan Fasilitas Air Teluk
Membedah Realisme Geopolitik dalam Perebutan Arktik 2026
Polisi Gugur Saat Operasi Ketupat 2026, Diduga Kelelahan Ekstrem
Lonjakan Arus Balik 2026, Kedatangan Penumpang KAI Tembus 51 Ribu per Hari
Melindungi Plasma Nutfah dari Biopiracy Internasional di Tahun 2026
Arus Balik Lebaran 2026: Ribuan Motor Padati Pelabuhan Bakauheni, Antrean Mengular

Berita Terkait

Senin, 23 Maret 2026 - 20:36 WIB

Pemukim Israel Bakar Desa-Desa Palestina di Tengah Eskalasi Perang Regional

Senin, 23 Maret 2026 - 19:10 WIB

Operasi Ketupat 2026 Hari ke-11: 251 Kecelakaan, 17 Tewas – Arus Balik Mulai Meningkat

Senin, 23 Maret 2026 - 18:30 WIB

Bom Waktu 48 Jam: Trump Ancam Ratakan Listrik Iran, Teheran Targetkan Fasilitas Air Teluk

Senin, 23 Maret 2026 - 17:14 WIB

Membedah Realisme Geopolitik dalam Perebutan Arktik 2026

Senin, 23 Maret 2026 - 16:57 WIB

Polisi Gugur Saat Operasi Ketupat 2026, Diduga Kelelahan Ekstrem

Berita Terbaru

Ilustrasi, Perebutan garis depan terakhir. Mencairnya es di Kutub Utara membuka jalur perdagangan baru dan akses energi yang memicu persaingan militer antara Rusia, Amerika Serikat, dan Tiongkok. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Membedah Realisme Geopolitik dalam Perebutan Arktik 2026

Senin, 23 Mar 2026 - 17:14 WIB