Sidang Panas DHS: Markwayne Mullin Berdebat dengan Rand Paul dan Ubah Visi ICE

Kamis, 19 Maret 2026 - 17:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Konfrontasi di Capitol Hill. Calon Kepala Keamanan Dalam Negeri (DHS) Markwayne Mullin menjauhkan diri dari kebijakan pendahulunya yang kontroversial sambil menghadapi cecaran tajam dari Senator Rand Paul. Dok: Istimewa.

Konfrontasi di Capitol Hill. Calon Kepala Keamanan Dalam Negeri (DHS) Markwayne Mullin menjauhkan diri dari kebijakan pendahulunya yang kontroversial sambil menghadapi cecaran tajam dari Senator Rand Paul. Dok: Istimewa.

WASHINGTON, POSNEWS.CO.ID – Markwayne Mullin menghadapi ujian berat dalam sidang konfirmasi sebagai Kepala Keamanan Dalam Negeri (DHS) pada Rabu. Senator asal Oklahoma ini berupaya meyakinkan Senat bahwa ia mampu membawa stabilitas pada lembaga yang mengelola kebijakan imigrasi Trump.

Dalam sidang selama tiga jam tersebut, Mullin secara eksplisit menjauhkan diri dari kebijakan Kristi Noem. Trump memecat Noem awal bulan ini setelah operasi imigrasi di Minnesota menewaskan dua warga negara AS. Mulli menegaskan akan membawa “ketenangan pikiran” dan mengembalikan kepercayaan publik terhadap agensi tersebut.

Debat Personal: Mantan Pegulat vs Senator Paul

Sidang dimulai dengan ketegangan personal antara Mullin dan Ketua Komite, Rand Paul. Paul menuduh Mullin memiliki masalah temperamen yang membahayakan kepemimpinan agensi penegak hukum. Ketegangan ini berakar dari perselisihan panjang antara kedua politisi Republik tersebut selama bertahun-tahun.

Paul menyinggung komentar masa lalu Mullin yang menyebutnya sebagai “ular”. Mullin, yang merupakan mantan atlet bela diri campuran (MMA), juga pernah menyatakan “paham” mengapa seorang tetangga menyerang Paul pada 2017. Meski Paul menyatakan akan memberikan suara penolakan, Senator Demokrat John Fetterman mengaku masih memiliki pemikiran terbuka terhadap pencalonan Mullin.

Visi Baru untuk ICE dan Syarat Surat Perintah

Mullin memaparkan rencana ambisius untuk merombak operasional Immigration and Customs Enforcement (ICE). Ia ingin mengubah peran ICE agar tidak lagi menjadi unit “garis depan” yang menangkap imigran di kota-kota. Sebaliknya, Mullin berharap ICE lebih berfungsi sebagai unit transportasi untuk mendeportasi mereka yang sudah ditahan.

Terkait prosedur hukum, Mullin berjanji akan memperketat aturan penangkapan. Petugas imigrasi wajib memiliki surat perintah pengadilan sebelum memasuki rumah atau tempat bisnis. Pengecualian hanya berlaku jika petugas sedang mengejar penjahat yang sudah masuk daftar buron. Langkah ini bertujuan untuk mengurangi potensi bentrokan kekerasan dengan warga sipil seperti yang terjadi di Minnesota.

Baca Juga :  Diplomasi yang Retak: Marco Rubio Bantah Klaim Zelenskyy Soal Syarat Penyerahan Donbas

Restrukturisasi FEMA dan Penyesalan Atas Ucapan Masa Lalu

Mullin juga menyentuh masa depan Federal Emergency Management Agency (FEMA). Ia mengusulkan restrukturisasi mendalam terhadap badan penanggulangan bencana tersebut. Namun, ia menolak ide penghapusan FEMA yang sebelumnya sempat muncul dari internal administrasi Trump.

Dalam momen yang langka, Mullin menarik kembali ucapannya mengenai korban penembakan di Minneapolis. Sebelumnya, ia menyebut salah satu warga Amerika yang tewas sebagai “individu gila”. “Saya seharusnya tidak mengatakan hal itu,” aku Mullin di hadapan komite. Pengakuan ini dipandang sebagai upaya untuk melunakkan citra agresifnya menjelang pemungutan suara komite pada Kamis besok.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Patung Kuda Bakal Dipadati Massa, 50 Ribu Orang Siap Dukung Program MBG
Andy Burnham Menangkan Kursi Parlemen Inggris Utara
Israel Gempur Lebanon Selatan di Tengah Isyarat Damai
Pemerintah Bersiap Gulirkan Kebijakan Biodiesel B50
Drone Ukraina Bakar Kilang Minyak Moskow Kedua Kalinya
Ancaman Penahanan Dana NATO: AS Tinjau Ulang Pasukan
Politisi Republik Serang Kesepakatan Damai Trump dengan Iran
Amerika Serikat dan Iran Resmi Rilis Dokumen Damai

Berita Terkait

Minggu, 21 Juni 2026 - 18:21 WIB

Patung Kuda Bakal Dipadati Massa, 50 Ribu Orang Siap Dukung Program MBG

Sabtu, 20 Juni 2026 - 20:16 WIB

Andy Burnham Menangkan Kursi Parlemen Inggris Utara

Sabtu, 20 Juni 2026 - 18:09 WIB

Israel Gempur Lebanon Selatan di Tengah Isyarat Damai

Sabtu, 20 Juni 2026 - 17:23 WIB

Pemerintah Bersiap Gulirkan Kebijakan Biodiesel B50

Sabtu, 20 Juni 2026 - 12:46 WIB

Drone Ukraina Bakar Kilang Minyak Moskow Kedua Kalinya

Berita Terbaru