Trump Ancam Tarif 50% bagi Negara Pemasok Senjata ke Iran

Jumat, 10 April 2026 - 11:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ketegangan diplomasi budaya. Pemerintah Jepang melayangkan keberatan diplomatik setelah Donald Trump mengunggah video Naruto menggunakan wajahnya tanpa izin resmi. Dok: Istimewa.

Ketegangan diplomasi budaya. Pemerintah Jepang melayangkan keberatan diplomatik setelah Donald Trump mengunggah video Naruto menggunakan wajahnya tanpa izin resmi. Dok: Istimewa.

WASHINGTON, POSNEWS.CO.ID – Presiden Donald Trump memperkeras tekanan ekonominya terhadap para pendukung militer Iran. Trump mengumumkan rencana pemberlakuan tarif impor 50 persen terhadap barang dari negara yang memasok senjata ke Teheran.

Dalam konteks ini, langkah tersebut merupakan upaya strategis untuk menghalangi pemulihan kekuatan militer Iran pasca-gencatan senjata. Oleh karena itu, Washington berupaya memastikan Iran tidak mendapatkan pasokan rudal atau sistem pertahanan udara baru dari pihak luar.

Ancaman Tarif dan Hambatan Hukum Mahkamah Agung

Trump menyampaikan peringatan tersebut melalui platform media sosial Truth Social. Ia menegaskan bahwa tidak akan ada pengecualian bagi negara mana pun yang nekat membantu militer Iran. “Setiap negara yang menyuplai senjata militer ke Iran akan segera terkena tarif,” tulis Trump.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Namun demikian, kebijakan ini menghadapi hambatan hukum yang signifikan di dalam negeri. Pada Februari lalu, Mahkamah Agung Amerika Serikat membatasi wewenang presiden dalam menetapkan tarif global secara sepihak. Akibatnya, penggunaan UU Kekuatan Ekonomi Darurat Internasional (IEEPA) tahun 1977 kini dinyatakan ilegal untuk tujuan tersebut. Oleh sebab itu, Gedung Putih harus mencari mekanisme hukum lain guna menjalankan ancaman tersebut di tahun 2026.

Baca Juga :  Gedung di Cempaka Baru Terbakar, 7 Tewas dan Diduga Masih Ada Korban

Tiongkok dan Rusia dalam Bidikan Washington

Analis ekonomi internasional menilai bahwa ancaman Trump ini secara khusus menyasar Tiongkok dan Rusia. Bahkan, laporan intelijen menyebutkan bahwa Teheran sedang mempertimbangkan pembelian rudal jelajah anti-kapal supersonik dari Beijing.

Selain itu, produsen semikonduktor terbesar Tiongkok, SMIC, diduga telah mengirimkan alat pembuatan cip ke militer Iran. Rusia juga tercatat sebagai sumber teknologi persenjataan utama bagi Teheran dalam beberapa tahun terakhir. Meskipun demikian, baik Beijing maupun Moskow secara resmi membantah keterlibatan mereka dalam pengiriman senjata terbaru ke wilayah konflik tersebut.

Instrumen Pasal 301 dan Dampak pada Sektor Energi

Guna menghindari benturan hukum lebih lanjut, pemerintah AS kemungkinan akan menggunakan instrumen perdagangan alternatif. Josh Lipsky dari Atlantic Council memperkirakan penggunaan “Pasal 301” tentang praktik perdagangan tidak adil sebagai senjata utama. Selanjutnya, Pasal 232 juga dapat pemerintah gunakan untuk melindungi industri domestik atas dasar keamanan nasional.

Baca Juga :  Ingin Bayi Laki-laki? Jangan Lewatkan Sarapan!

Secara khusus, kedaulatan energi dan akses terhadap mineral kritis tetap menjadi pertimbangan utama. Perwakilan Dagang AS, Jamieson Greer, menyatakan bahwa Trump tetap ingin menjaga stabilitas hubungan dengan Xi Jinping. Oleh karena itu, Washington berupaya menghindari konfrontasi massal yang dapat mengganggu akses Amerika terhadap mineral tanah jarang asal Tiongkok.

Impor Rusia: Paladium dan Uranium yang Diperkaya

Di sisi lain, perdagangan AS dengan Rusia justru menunjukkan dinamika yang unik. Impor barang dari Rusia melonjak 26,1 persen menjadi $3,8 miliar sepanjang tahun 2025. Bahkan, pasokan tersebut didominasi oleh komoditas vital seperti paladium, pupuk, dan uranium yang diperkaya untuk reaktor nuklir.

Pada akhirnya, keberhasilan ancaman tarif ini sangat bergantung pada keberanian administrasi Trump menghadapi risiko inflasi domestik. Dengan demikian, dunia kini memantau apakah kebijakan “America First” ini mampu melumpuhkan jalur logistik militer Iran tanpa merusak tatanan ekonomi global yang kian rapuh di tahun 2026 ini.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dubes Eropa Temui Wamenlu Rusia demi Upaya Damai
Donald Trump Nominasikan Jay Clayton Jadi Direktur Intelijen Nasional
Teror Penembakan Konsulat AS: Perwira Polisi Toronto Gugur
Donald Trump Klaim AS dan Iran Sepakati Draf Damai
Donald Trump Mengaku Sangat Menyukai Inflasi AS
Sengketa Bill Pulte Membawa Program Intelijen
Sidang Penikaman Belfast: Hadi Alodid Menghadapi Dakwaan
Demo ‘Menuju Indonesia Bangkrut’ Digelar di Bundaran HI, 4.151 Aparat Disiagakan

Berita Terkait

Jumat, 12 Juni 2026 - 15:42 WIB

Dubes Eropa Temui Wamenlu Rusia demi Upaya Damai

Jumat, 12 Juni 2026 - 13:57 WIB

Donald Trump Nominasikan Jay Clayton Jadi Direktur Intelijen Nasional

Jumat, 12 Juni 2026 - 13:51 WIB

Teror Penembakan Konsulat AS: Perwira Polisi Toronto Gugur

Jumat, 12 Juni 2026 - 13:50 WIB

Donald Trump Klaim AS dan Iran Sepakati Draf Damai

Jumat, 12 Juni 2026 - 09:38 WIB

Sengketa Bill Pulte Membawa Program Intelijen

Berita Terbaru

Membuka kembali jalur komunikasi tertutup. Duta besar Prancis, Jerman, dan Inggris menemui Wakil Menteri Luar Negeri Rusia di Moskow untuk memprotes eskalasi militer terbaru di Ukraina. Dok: REUTERS/Shamil Zhumatov

INTERNASIONAL

Dubes Eropa Temui Wamenlu Rusia demi Upaya Damai

Jumat, 12 Jun 2026 - 15:42 WIB

Langkah taktis di tengah kebuntuan politik. Presiden Donald Trump menominasikan Jay Clayton sebagai Direktur Intelijen Nasional guna meloloskan perpanjangan undang-undang pengawasan intelijen asing. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Donald Trump Nominasikan Jay Clayton Jadi Direktur Intelijen Nasional

Jumat, 12 Jun 2026 - 13:57 WIB

Gugur dalam tugas kemanusiaan. Seorang perwira polisi Toronto tewas tertembak saat menyelidiki teror penembakan Konsulat Amerika Serikat oleh jaringan bersenjata. Dok: (Arlyn McAdorey/The Canadian Press via AP)

INTERNASIONAL

Teror Penembakan Konsulat AS: Perwira Polisi Toronto Gugur

Jumat, 12 Jun 2026 - 13:51 WIB

Terobosan besar di jalur diplomasi Teluk. Presiden Donald Trump mengeklaim Amerika Serikat dan Iran bersiap menandatangani kesepakatan damai akhir pekan ini untuk membuka kembali Selat Hormuz. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Donald Trump Klaim AS dan Iran Sepakati Draf Damai

Jumat, 12 Jun 2026 - 13:50 WIB