Cegah Hantavirus Masuk RI, Bandara Soetta Terapkan Pemeriksaan Berlapis Penumpang Asing

Selasa, 12 Mei 2026 - 10:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Hantavirus Diwaspadai, Bandara Soetta Periksa Ketat Penumpang dari 4 Negara Ini. (Posnews/Humas PGS)

Hantavirus Diwaspadai, Bandara Soetta Periksa Ketat Penumpang dari 4 Negara Ini. (Posnews/Humas PGS)

TANGERANG, POSNEWS.CO.ID – Balai Besar Kekarantinaan Kesehatan Bandara Soekarno-Hatta memperketat pengawasan kesehatan internasional di Bandara Internasional Soekarno-Hatta guna mencegah masuknya virus Hantavirus ke Indonesia.

Langkah ini diambil menyusul meningkatnya kewaspadaan terhadap potensi penularan penyakit dari pelaku perjalanan luar negeri.

Kepala BBKK Bandara Soetta Naning Nugrahini menegaskan pihaknya telah mengaktifkan sistem deteksi berlapis bagi seluruh penumpang internasional yang tiba di Indonesia.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Di Bandara Soekarno-Hatta kami sudah menjalankan kesiapsiagaan penuh untuk mencegah masuknya Hantavirus,” kata Naning, Selasa (12/5/2026).

Penumpang Wajib Isi Deklarasi Kesehatan

Sebagai langkah awal, seluruh penumpang dari luar negeri wajib mengisi deklarasi kesehatan melalui aplikasi SATUSEHAT Mobile.

Baca Juga :  Pemerintah Atur Takbiran Berbarengan Nyepi, Sound System Dibatasi di Bali

Melalui data tersebut, petugas dapat mendeteksi apakah ada penumpang yang memiliki riwayat perjalanan berisiko atau menunjukkan indikasi terpapar penyakit menular.

Setelah itu, petugas langsung melakukan pemeriksaan lanjutan saat penumpang tiba di terminal kedatangan internasional.

Thermal Scanner Langsung Awasi Penumpang

Petugas memantau suhu tubuh penumpang menggunakan thermal scanner dan melakukan observasi visual untuk mendeteksi gejala mencurigakan.

Jika petugas menemukan penumpang dengan gejala mengarah pada Hantavirus, tim medis langsung melakukan pemeriksaan mendalam.

“Jika hasil pemeriksaan menunjukkan penumpang berstatus probable, kami langsung merujuknya ke rumah sakit rujukan penyakit infeksi,” ujar Naning.

BBKK juga menyiapkan jalur khusus evakuasi bagi penumpang yang terindikasi membawa penyakit menular.

Baca Juga :  MUI Tindaklanjuti Permintaan Fatwa Celios soal Penghasilan Rangkap Jabatan Komisaris BUMN

Selain itu, bandara telah menyiapkan ambulans khusus penyakit menular yang dilengkapi sistem dekontaminasi untuk mencegah penyebaran virus ke petugas maupun masyarakat.

Naning menjelaskan sistem tersebut mampu mensterilkan virus, bakteri, hingga kuman setelah pasien dievakuasi.

Empat Negara Masuk Pengawasan Ketat

Saat ini, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia bersama BBKK memperketat pengawasan penerbangan langsung dari empat negara yang telah melaporkan kasus Hantavirus, yakni:

  • Amerika Serikat
  • Argentina
  • Uruguay
  • Panama

Pengawasan bisa diperluas jika ditemukan negara baru dengan kasus serupa.

Sementara itu, pemerintah mengimbau masyarakat tetap tenang namun waspada, serta terus menjaga kebersihan lingkungan untuk mencegah penyebaran penyakit zoonosis tersebut. (red)

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bayi Baru Lahir Kini Langsung Dapat Akta Kelahiran Digital Lewat SatuSehat-SIAK
Viral Hafalan Al-Quran Berhadiah Miras, MUI: Lecehkan Kesucian Al-Quran
Gus Yaqut Jalani Sidang Perdana Dugaan Korupsi Kuota Haji di PN Jakarta Pusat
Kasus Korupsi Bank BJB: KPK Dalami Aliran Uang ke Lisa Mariana
Brankas Besar Diduga Berisi Ekstasi di Klub Malam HH Club Planet Batam
Bareskrim Segel HH Club Planet 3.0 Batam, 32 Orang Diamankan – Diduga Sarang Narkoba
MUI Larang Peserta Karnaval 17 Agustus Pakai Busana Lawan Jenis
BNN Ungkap Bahaya Ketamin dalam Vape, Modus Baru Jaringan Narkoba Internasional

Berita Terkait

Selasa, 11 Agustus 2026 - 13:05 WIB

Bayi Baru Lahir Kini Langsung Dapat Akta Kelahiran Digital Lewat SatuSehat-SIAK

Selasa, 11 Agustus 2026 - 09:06 WIB

Viral Hafalan Al-Quran Berhadiah Miras, MUI: Lecehkan Kesucian Al-Quran

Selasa, 11 Agustus 2026 - 08:38 WIB

Gus Yaqut Jalani Sidang Perdana Dugaan Korupsi Kuota Haji di PN Jakarta Pusat

Selasa, 11 Agustus 2026 - 06:24 WIB

Kasus Korupsi Bank BJB: KPK Dalami Aliran Uang ke Lisa Mariana

Senin, 10 Agustus 2026 - 12:23 WIB

Brankas Besar Diduga Berisi Ekstasi di Klub Malam HH Club Planet Batam

Berita Terbaru

Ukraina dan Rusia saling tuduh melancarkan serangan mematikan pada Minggu, sementara Presiden Volodymyr Zelenskyy menyebut Moskow mengancam. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Ukraina dan Rusia Saling Tuduh Serangan Mematikan

Selasa, 11 Agu 2026 - 15:08 WIB

Presiden AS Donald Trump menuntut Iran membayar kompensasi atas korban jiwa akibat perang, serangan, dan aksi protes, langkah yang berpotensi mempersulit upaya pembukaan kembali Selat Hormuz. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Kesepakatan Oman soal Selat Hormuz Memasuki Tahap Akhir

Selasa, 11 Agu 2026 - 14:00 WIB

Eropa Barat mengalami periode Juni-Juli terpanas yang pernah tercatat akibat perubahan iklim, memicu gelombang panas, kekeringan, dan kebakaran hutan. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Eropa Barat Catat Juni-Juli Terpanas Sepanjang Sejarah

Selasa, 11 Agu 2026 - 13:48 WIB