Sam Altman Sebut Elon Musk Terobsesi Kuasai OpenAI

Kamis, 14 Mei 2026 - 11:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Konfrontasi para titan. CEO OpenAI Sam Altman memberikan kesaksian panas di pengadilan, mengungkap ambisi kontrol absolut Elon Musk yang menjadi pemicu keretakan hubungan di raksasa kecerdasan buatan tersebut. Dok: Istimewa.

Konfrontasi para titan. CEO OpenAI Sam Altman memberikan kesaksian panas di pengadilan, mengungkap ambisi kontrol absolut Elon Musk yang menjadi pemicu keretakan hubungan di raksasa kecerdasan buatan tersebut. Dok: Istimewa.

OAKLAND, POSNEWS.CO.ID – Persidangan dua tokoh paling berpengaruh di Lembah Silikon mencapai babak baru. CEO OpenAI Sam Altman naik ke kursi saksi pada hari Selasa. Ia menjawab gugatan hukum dari orang terkaya dunia, Elon Musk.

Altman menggambarkan Elon Musk sebagai sosok yang memiliki obsesi berlebihan. Menurutnya, Musk ingin mengendalikan OpenAI secara total. Awalnya, Musk menyuntikkan dana sebesar $38 juta sebagai salah satu pendiri asli. Ia berniat membangun OpenAI sebagai laboratorium riset nirlaba demi kemanusiaan.

Tuduhan Kontrol Absolut: Tuntutan 90 Persen Saham

Altman mengungkapkan fakta mengejutkan mengenai negosiasi internal pada tahun 2017. Saat itu, para pendiri sedang mendiskusikan pembentukan anak perusahaan komersial. Langkah ini bertujuan menarik investasi besar dari pihak ketiga seperti Microsoft.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Musk awalnya meminta 90 persen ekuitas sebagai permulaan,” ujar Altman di hadapan juri. Tuntutan tersebut kemudian melunak, namun Musk tetap menginginkan kendali mayoritas. Altman merasa tidak nyaman karena Musk menolak memberikan komitmen tertulis mengenai kendali jangka panjang.

Baca Juga :  Gugur Saat Bertugas, Aipda Yudhie Terima Penghormatan Tertinggi dari Polri

Alasan di Balik Pendirian Struktur Komersial

Persidangan ini menyoroti transformasi OpenAI menjadi raksasa teknologi bernilai $850 miliar. Altman menegaskan bahwa pendirian subsidiari bertujuan profit pada 2019 merupakan keharusan mutlak.

“Sangat tidak mungkin bersaing tanpa investasi besar dari pihak luar,” tegas Altman. Ia merujuk pada kebutuhan daya komputasi masif untuk mengembangkan kecerdasan buatan umum (AGI). Oleh karena itu, OpenAI menganggap model hibrida ini sebagai jalan terbaik melawan Google, Anthropic, dan Deepseek.

Keretakan Hubungan: “Peluang Sukses Nol Persen”

Altman menceritakan momen emosional saat ia dan Greg Brockman menolak upaya dominasi Musk. Setelah gagal mendapatkan kendali absolut, Musk memutuskan untuk meninggalkan proyek tersebut sepenuhnya.

“Dia memberi tahu kami bahwa peluang sukses kami nol persen,” kenang Altman. Namun kenyataannya, investasi cerdik Microsoft senilai $13 miliar kini tumbuh sepuluh kali lipat. Pencapaian luar biasa ini terwujud hanya dalam waktu beberapa tahun.

Baca Juga :  Heboh Video Karyawan Padel Menangis usai Disekap 2 Hari, Ini Fakta Lengkapnya

Posisi Hukum dan Harapan Putusan

Musk menuntut agar OpenAI kembali ke status nirlaba murni. Langkah ini berpotensi melemahkan posisi perusahaan dalam perlombaan AI global. Di sisi lain, OpenAI menuduh Musk hanya termotivasi oleh dendam pribadi karena gagal menguasai entitas tersebut.

Hakim Yvonne Gonzalez Rogers memimpin jalannya persidangan yang menghadirkan CEO Microsoft Satya Nadella. Juri penasihat diharapkan mencapai vonis mengenai dugaan pelanggaran hukum pada pekan 18 Mei mendatang. Hakim Rogers kemungkinan besar akan mengikuti saran juri dalam menentukan tanggung jawab hukum kedua pihak.

Masa Depan Etika dan Bisnis AI

Hasil persidangan ini akan menentukan standar baru bagi tata kelola perusahaan teknologi. Singkatnya, sengketa ini bukan sekadar masalah uang. Ini adalah perdebatan mengenai hak kendali atas teknologi yang mengubah cara hidup manusia.

Masyarakat internasional kini menanti akhir dari drama hukum ini. Di tahun 2026, transparansi misi awal perusahaan nirlaba menjadi isu krusial bagi kepercayaan investor dan publik secara luas.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Hong Kong Vonis Bersalah 2 Pemimpin Peringatan Tiananmen
Kanada Lolos dari Tarif 50 Persen Usai Kesepakatan Dagang
Uni Emirat Arab Putus Perdagangan dengan Iran
Ukraina Angkat Yevhenii Khmara Sebagai Menhan Baru
Presiden AS Donald Trump Pamer Pembangunan Helipad
Donald Trump Jadwalkan Pertemuan dengan Kim Jong Un
PM Israel Benjamin Netanyahu Targetkan Turki di Suriah
Andy Burnham Luncurkan Program Penanganan Tunawisma

Berita Terkait

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 16:59 WIB

Hong Kong Vonis Bersalah 2 Pemimpin Peringatan Tiananmen

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 06:35 WIB

Kanada Lolos dari Tarif 50 Persen Usai Kesepakatan Dagang

Jumat, 21 Agustus 2026 - 15:15 WIB

Uni Emirat Arab Putus Perdagangan dengan Iran

Jumat, 21 Agustus 2026 - 14:06 WIB

Ukraina Angkat Yevhenii Khmara Sebagai Menhan Baru

Jumat, 21 Agustus 2026 - 13:53 WIB

Presiden AS Donald Trump Pamer Pembangunan Helipad

Berita Terbaru

Pengadilan Tinggi Hong Kong memvonis bersalah dua mantan pemimpin kelompok yang selama puluhan tahun menggelar peringatan tragedi Tiananmen 1989. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Hong Kong Vonis Bersalah 2 Pemimpin Peringatan Tiananmen

Sabtu, 22 Agu 2026 - 16:59 WIB

Game Science mendadak merilis trailer gameplay berdurasi 15 menit untuk Black Myth: Zhong Kui. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

Game Science Rilis Trailer Gameplay Black Myth: Zhong Kui

Sabtu, 22 Agu 2026 - 14:30 WIB