OAKLAND, POSNEWS.CO.ID – Persidangan dua tokoh paling berpengaruh di Lembah Silikon mencapai babak baru. CEO OpenAI Sam Altman naik ke kursi saksi pada hari Selasa. Ia menjawab gugatan hukum dari orang terkaya dunia, Elon Musk.
Altman menggambarkan Elon Musk sebagai sosok yang memiliki obsesi berlebihan. Menurutnya, Musk ingin mengendalikan OpenAI secara total. Awalnya, Musk menyuntikkan dana sebesar $38 juta sebagai salah satu pendiri asli. Ia berniat membangun OpenAI sebagai laboratorium riset nirlaba demi kemanusiaan.
Tuduhan Kontrol Absolut: Tuntutan 90 Persen Saham
Altman mengungkapkan fakta mengejutkan mengenai negosiasi internal pada tahun 2017. Saat itu, para pendiri sedang mendiskusikan pembentukan anak perusahaan komersial. Langkah ini bertujuan menarik investasi besar dari pihak ketiga seperti Microsoft.
“Musk awalnya meminta 90 persen ekuitas sebagai permulaan,” ujar Altman di hadapan juri. Tuntutan tersebut kemudian melunak, namun Musk tetap menginginkan kendali mayoritas. Altman merasa tidak nyaman karena Musk menolak memberikan komitmen tertulis mengenai kendali jangka panjang.
Alasan di Balik Pendirian Struktur Komersial
Persidangan ini menyoroti transformasi OpenAI menjadi raksasa teknologi bernilai $850 miliar. Altman menegaskan bahwa pendirian subsidiari bertujuan profit pada 2019 merupakan keharusan mutlak.
“Sangat tidak mungkin bersaing tanpa investasi besar dari pihak luar,” tegas Altman. Ia merujuk pada kebutuhan daya komputasi masif untuk mengembangkan kecerdasan buatan umum (AGI). Oleh karena itu, OpenAI menganggap model hibrida ini sebagai jalan terbaik melawan Google, Anthropic, dan Deepseek.
Keretakan Hubungan: “Peluang Sukses Nol Persen”
Altman menceritakan momen emosional saat ia dan Greg Brockman menolak upaya dominasi Musk. Setelah gagal mendapatkan kendali absolut, Musk memutuskan untuk meninggalkan proyek tersebut sepenuhnya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Dia memberi tahu kami bahwa peluang sukses kami nol persen,” kenang Altman. Namun kenyataannya, investasi cerdik Microsoft senilai $13 miliar kini tumbuh sepuluh kali lipat. Pencapaian luar biasa ini terwujud hanya dalam waktu beberapa tahun.
Posisi Hukum dan Harapan Putusan
Musk menuntut agar OpenAI kembali ke status nirlaba murni. Langkah ini berpotensi melemahkan posisi perusahaan dalam perlombaan AI global. Di sisi lain, OpenAI menuduh Musk hanya termotivasi oleh dendam pribadi karena gagal menguasai entitas tersebut.
Hakim Yvonne Gonzalez Rogers memimpin jalannya persidangan yang menghadirkan CEO Microsoft Satya Nadella. Juri penasihat diharapkan mencapai vonis mengenai dugaan pelanggaran hukum pada pekan 18 Mei mendatang. Hakim Rogers kemungkinan besar akan mengikuti saran juri dalam menentukan tanggung jawab hukum kedua pihak.
Masa Depan Etika dan Bisnis AI
Hasil persidangan ini akan menentukan standar baru bagi tata kelola perusahaan teknologi. Singkatnya, sengketa ini bukan sekadar masalah uang. Ini adalah perdebatan mengenai hak kendali atas teknologi yang mengubah cara hidup manusia.
Masyarakat internasional kini menanti akhir dari drama hukum ini. Di tahun 2026, transparansi misi awal perusahaan nirlaba menjadi isu krusial bagi kepercayaan investor dan publik secara luas.
Penulis : Ahmad Haris Kurnia
Editor : Ahmad Haris Kurnia












