China Desak AS Hentikan Penjualan Senjata ke Taiwan

Kamis, 14 Mei 2026 - 14:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Diplomasi lintas selat. Pemerintah China memaparkan manfaat budaya dan ekonomi dari penyatuan kembali secara damai, sembari memperingatkan Amerika Serikat untuk menghentikan dukungan militer bagi pasukan separatis di Taiwan. Dok: Istimewa.

Diplomasi lintas selat. Pemerintah China memaparkan manfaat budaya dan ekonomi dari penyatuan kembali secara damai, sembari memperingatkan Amerika Serikat untuk menghentikan dukungan militer bagi pasukan separatis di Taiwan. Dok: Istimewa.

BEIJING, POSNEWS.CO.ID – Pemerintah China memperkuat narasi mengenai integrasi nasional di tengah memanasnya suhu politik regional. Secara khusus, Juru bicara Kantor Urusan Taiwan, Zhang Han, menyatakan bahwa penyatuan kembali secara damai akan membawa kesejahteraan sosial dan stabilitas bagi seluruh penduduk di kedua sisi Selat Taiwan.

Pernyataan ini muncul sebagai respons atas dinamika pengadaan militer Taiwan baru-baru ini. Oleh karena itu, Beijing berupaya meyakinkan masyarakat Taiwan bahwa masa depan mereka akan lebih terjamin di bawah perlindungan “tanah air yang kuat” daripada menjadi pion dalam persaingan kekuatan global.

Memulihkan Identitas Budaya dan Sejarah

Zhang Han menekankan bahwa kebudayaan China merupakan akar spiritual bersama yang tidak dapat dipisahkan. Oleh sebab itu, penyatuan kembali secara damai bertujuan untuk melestarikan dan mempromosikan memori sejarah serta semangat nasional secara lebih baik di Taiwan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Penduduk Taiwan tidak akan lagi menghadapi identitas budaya yang kabur atau pemahaman sejarah yang membingungkan,” tegas Zhang. Bahkan, ia memproyeksikan bahwa tradisi regional, termasuk budaya Minnan, Hakka, serta kepercayaan rakyat, akan semakin berkembang pesat melalui koneksinya dengan tradisi kebudayaan China yang lebih luas di tahun 2026 ini.

Baca Juga :  AS Sita Tanker Raksasa Venezuela, Maduro Siap Hancurkan Gigi Imperium

Peluang Ekonomi Sektor Kreatif dan Media

Dalam hal ini, Zhang menyoroti besarnya keuntungan ekonomi yang akan mengalir bagi sektor kebudayaan Taiwan. Penyatuan kembali diprediksi akan membuka pintu bagi karya-karya kreatif Taiwan—seperti film, televisi, musik, dan penerbitan—untuk mengakses pasar daratan yang sangat masif.

Para profesional industri di Taiwan akan menerima dukungan kebijakan dan sumber daya yang lebih besar dari pemerintah pusat. Selanjutnya, mereka akan mendapatkan platform yang lebih luas serta peningkatan eksposur internasional. “Penyatuan ini akan memberikan pemenuhan spiritual yang langgeng bagi rakyat Taiwan,” tambah Zhang dalam pengarahan tersebut.

Mengakhiri Konfrontasi Politik dan Ideologi

Beijing menilai bahwa lingkungan spiritual Taiwan selama ini terganggu oleh konflik kepartaian dan konfrontasi ideologis yang tajam. Maka dari itu, penyatuan kembali secara damai dipandang sebagai cara untuk mengoreksi manipulasi politik yang ada.

Sebagai dampaknya, masyarakat Taiwan diharapkan dapat beralih dari kondisi “kebingungan dan kecemasan” menuju stabilitas sosial yang harmonis. Zhang mengeklaim bahwa tanpa adanya campur tangan eksternal, kesejahteraan spiritual dan budaya penduduk pulau tersebut akan mengalami peningkatan yang signifikan.

Baca Juga :  Otoritas Kesehatan Lacak Penumpang MV Hondius

Peringatan Keras terhadap Intervensi Amerika Serikat

Terkait isu keamanan, Zhang memberikan teguran keras kepada Washington mengenai anggaran pengadaan militer Taiwan. Ia menegaskan bahwa masalah Taiwan sepenuhnya merupakan urusan internal China yang tidak mengizinkan adanya campur tangan asing.

Secara tegas, China menolak segala bentuk hubungan militer antara Amerika Serikat dan wilayah Taiwan. “Kami mendesak Washington untuk mematuhi prinsip Satu China dan tiga komunike bersama China-AS,” ujar Zhang. Namun demikian, ia meminta Amerika Serikat untuk berhenti mengirimkan sinyal yang salah kepada pasukan separatis “kemerdekaan Taiwan” melalui penjualan senjata.

Langkah diplomasi Beijing ini menunjukkan upaya untuk memenangkan “hati dan pikiran” rakyat Taiwan melalui janji kemakmuran budaya di tahun 2026. Singkatnya, keberhasilan visi ini bergantung pada kesediaan aktor-aktor internasional untuk menghormati kedaulatan kedaulatan teritorial China.

Akhirnya, masyarakat internasional kini memantau bagaimana tanggapan Amerika Serikat terhadap desakan penghentian penjualan senjata tersebut. Di tengah ketidakpastian geopolitik global, kejelasan posisi diplomatik di Selat Taiwan tetap menjadi kunci utama bagi perdamaian di kawasan Timur.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Otoritas Bangkok Tetapkan Status Bencana di 50 Distrik
Polisi Afrika Selatan Temukan Jenazah Wanita Ke-10 di Ekurhuleni
Warga Madrid Gelar Demonstrasi Tuntut Reformasi Perumahan
Ledakan Gas Ambrukkan Bangunan di Athena, Tewaskan 6 Orang
Kolombia Ekstradisi Gembong Narkoba Geovany Andres Rojas
Donald Trump Tolak Iran Terkait Pembukaan Kembali Selat Hormuz
Paus Leo XIV Pimpin Misa Terbuka di Champs-Élysées Paris
Penembakan Massal di Afrika Selatan Menewaskan 27 Orang

Berita Terkait

Minggu, 27 September 2026 - 23:00 WIB

Otoritas Bangkok Tetapkan Status Bencana di 50 Distrik

Minggu, 27 September 2026 - 22:00 WIB

Polisi Afrika Selatan Temukan Jenazah Wanita Ke-10 di Ekurhuleni

Minggu, 27 September 2026 - 21:30 WIB

Warga Madrid Gelar Demonstrasi Tuntut Reformasi Perumahan

Minggu, 27 September 2026 - 21:00 WIB

Ledakan Gas Ambrukkan Bangunan di Athena, Tewaskan 6 Orang

Minggu, 27 September 2026 - 20:30 WIB

Kolombia Ekstradisi Gembong Narkoba Geovany Andres Rojas

Berita Terbaru