Teddy Indra Wijaya Borong 35 Sapi Jumbo dari Boyolali untuk Kurban

Rabu, 27 Mei 2026 - 08:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Puluhan sapi jumbo jenis Limousin dan Simental milik peternak Boyolali yang diborong Teddy Indra Wijaya untuk kurban Iduladha 1447 Hijriah. (Posnews/Youtube)

Puluhan sapi jumbo jenis Limousin dan Simental milik peternak Boyolali yang diborong Teddy Indra Wijaya untuk kurban Iduladha 1447 Hijriah. (Posnews/Youtube)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Sebanyak 35 sapi jumbo milik peternak rakyat di Boyolali, Jawa Tengah diborong Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya untuk kurban Iduladha 1447 Hijriah.

Puluhan sapi Limousin dan Simental itu memiliki bobot fantastis hingga rata-rata satu ton per ekor.

Aksi belanja sapi jumbo tersebut langsung membuat peternak desa panen cuan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Penjualan sapi kurban dalam jumlah besar itu ikut mendongkrak ekonomi warga Boyolali menjelang Hari Raya Iduladha 2026.

β€œDari pagi sampai malam kami terus kirim sapi pesanan Bapak Seskab. Jumlahnya 35 ekor dan rata-rata bobotnya sekitar satu ton,” tulis akun Instagram @catatanseskab, Rabu (27/5/2026).

Baca Juga :  Perlindungan Anak di Dunia Maya: Turki Bahas Larangan Media Sosial di Bawah 15 Tahun

Pembelian besar-besaran itu bermula ketika salah satu peternak mendapat kabar Teddy sedang mencari sapi kurban berkualitas.

Setelah sapinya dibeli, peternak tersebut langsung merekomendasikan sapi milik tetangga dan peternak kecil lainnya.

Alhasil, peternak di sejumlah desa Boyolali kebanjiran pesanan. Warga mengaku sangat terbantu karena sapi peliharaan mereka akhirnya laku dengan harga tinggi.

β€œSaya sangat senang dan bersyukur. Saya hanya petani desa, ternyata sapi saya dipilih. Ini sangat membantu peternak di Boyolali,” ujar salah satu peternak.

Baca Juga :  DLH DKI Jakarta Angkut 120 Meter Kubik Sampah Pasca Unjuk Rasa

Selain itu, seluruh sapi kurban jumbo tersebut dipastikan lolos pemeriksaan kesehatan dan memenuhi syariat kurban.

Saat ini, sapi-sapi berbobot raksasa itu mulai didistribusikan ke berbagai daerah untuk penyembelihan Iduladha.

Boyolali sendiri dikenal sebagai salah satu sentra peternakan sapi terbesar di Jawa Tengah. Menjelang Iduladha, permintaan sapi jumbo dari daerah itu terus melonjak, terutama untuk kategori sapi berbobot di atas 800 kilogram. **

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pakistan Tegaskan Tidak Akan Bergabung dengan Abraham Accords
Pengawasan Ketat Hewan Kurban di Jakarta Diperketat, Ini Langkah Pemprov DKI
Menag Tegaskan Kurban Bukan Sekadar Ritual, Tapi Solusi Stunting
Hubungan Beijing-Belgrade Kian Kokoh, Tiongkok dan Serbia
Belasan Simpatisan ISIS Australia Tetap Terancam Hukuman Berat
BMKG Ingatkan Potensi Hujan Disertai Petir di Jabodetabek Malam Ini
Jepang Jajaki Ekspor Kapal Perang Mogami ke Selandia Baru
Aliansi Quad Sepakati Langkah Konkret di Indo-Pasifik

Berita Terkait

Rabu, 27 Mei 2026 - 10:17 WIB

Pakistan Tegaskan Tidak Akan Bergabung dengan Abraham Accords

Rabu, 27 Mei 2026 - 09:36 WIB

Pengawasan Ketat Hewan Kurban di Jakarta Diperketat, Ini Langkah Pemprov DKI

Rabu, 27 Mei 2026 - 09:22 WIB

Menag Tegaskan Kurban Bukan Sekadar Ritual, Tapi Solusi Stunting

Rabu, 27 Mei 2026 - 09:07 WIB

Hubungan Beijing-Belgrade Kian Kokoh, Tiongkok dan Serbia

Rabu, 27 Mei 2026 - 08:35 WIB

Teddy Indra Wijaya Borong 35 Sapi Jumbo dari Boyolali untuk Kurban

Berita Terbaru

Ilustrasi, Pernyataan tegas Islamabad. Menteri Pertahanan Khawaja Asif menegaskan Pakistan menolak normalisasi hubungan dengan Israel karena bertentangan dengan ideologi dasar negara. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Pakistan Tegaskan Tidak Akan Bergabung dengan Abraham Accords

Rabu, 27 Mei 2026 - 10:17 WIB

Kunjungan kenegaraan Presiden Vucic ke Beijing memperkuat kolaborasi infrastruktur, teknologi, dan perdagangan bebas dalam bingkai

INTERNASIONAL

Hubungan Beijing-Belgrade Kian Kokoh, Tiongkok dan Serbia

Rabu, 27 Mei 2026 - 09:07 WIB