Pasukan Rusia Kehilangan Momentum di Garis Depan Ukraina

Kamis, 4 Juni 2026 - 10:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ukraina dan Rusia saling tuduh melancarkan serangan mematikan pada Minggu, sementara Presiden Volodymyr Zelenskyy menyebut Moskow mengancam. Dok: Istimewa.

Ukraina dan Rusia saling tuduh melancarkan serangan mematikan pada Minggu, sementara Presiden Volodymyr Zelenskyy menyebut Moskow mengancam. Dok: Istimewa.

KYIV, POSNEWS.CO.ID – Pemerintah Rusia kembali meluncurkan gelombang serangan udara secara masif ke kota-kota besar Ukraina. Hal ini terjadi karena militer mereka kini kesulitan mempertahankan momentum gerak maju di medan tempur.

Para peneliti melaporkan bahwa pergerakan pasukan darat Moskow mengalami perlambatan yang sangat parah. Akibatnya, rencana Kremlin untuk menguasai seluruh wilayah Donbas tahun ini terancam gagal total.

Penurunan Drastis Capaian Teritorial Rusia

Lembaga analisis konflik asal Finlandia, Black Bird Group, mencatat penurunan drastis luas wilayah jajahan Rusia. Sebagai contoh, pasukan Rusia hanya mampu merebut wilayah seluas 82 kilometer persegi pada Mei 2026.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Angka tersebut menunjukkan penurunan berturut-turut dari pencapaian April sebesar 94 kilometer persegi. Bahkan, wilayah rebutan pada Maret hanya mencapai 25 kilometer persegi.

Baca Juga :  Manchester City Libas Fulham 3-0: Haaland Kembali Cetak Gol

Sementara itu, pencapaian ini sangat jauh berbeda jika membandingkannya dengan periode musim semi tahun lalu. Sebab, militer Rusia saat itu sukses merebut hingga 538 kilometer persegi wilayah Ukraina.

Taktik Teror Udara untuk Menutupi Kelemahan

Lembaga think tank asal Washington, Institute for the Study of War (ISW), memberikan analisis tajam mengenai serangan udara Rusia. Menurut mereka, Putin sengaja meluncurkan paket serangan rudal masif untuk menyembunyikan kelemahannya.

Serangan terbaru Rusia pada hari Selasa menewaskan 23 warga sipil dan melukai ratusan lainnya. Namun, aksi teror ini justru menunjukkan rasa frustrasi Kremlin akibat buntunya serangan darat di wilayah Donbas.

Selain itu, serangan tersebut juga bertujuan untuk mengalihkan perhatian publik dari keberhasilan serangan balik Ukraina. Sebagai contoh, pesawat tanpa awak Ukraina sukses menghantam terminal ekspor minyak Rusia di St Petersburg.

Baca Juga :  Rekap State of the Union: Trump Klaim Kemenangan Ekonomi

Momentum Kontra-Serang Pasukan Ukraina

Kelompok pemantau independen DeepState melaporkan bahwa Ukraina mulai merebut kembali beberapa wilayah penting. Dengan demikian, pasukan Kyiv kini berhasil membalikkan momentum pertempuran di beberapa titik strategis.

Ukraina mencatatkan kemajuan kecil di sekitar desa Novoselivka di sebelah barat daya Pokrovsk. Oleh sebab itu, komandan senior militer Ukraina optimis dapat menyudutkan pertahanan Rusia dalam beberapa bulan ke depan.

Pakar pertahanan dari Center for European Policy Analysis, Mathieu Boulègue, menilai sanksi Barat mulai melumpuhkan industri militer Rusia. Akibatnya, Kremlin kini harus menghadapi penyusutan kapasitas produksi senjata dan amunisi secara drastis.

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tim Nepal Kian Bersemangat Cari Korban Banjir
PM Yunani Janjikan Pemangkasan Pajak dan Kenaikan Gaji
Sony Perkenalkan DualSense GTA 6 Limited Edition
AS Serang Tiga Kapal Tanker Minyak Iran usai Rudal IRGC
Putin Temui Utusan AS Witkoff dan Kushner di Kremlin
USS Abraham Lincoln Tinggalkan Thailand Usai Kunjungan
Takaichi Bantah Revisi UU Rumah Kekaisaran Halangi Suksesi
Petugas Imigrasi AS Didakwa Berbohong soal Penembakan Warga

Berita Terkait

Minggu, 6 September 2026 - 17:25 WIB

PM Yunani Janjikan Pemangkasan Pajak dan Kenaikan Gaji

Minggu, 6 September 2026 - 15:00 WIB

Sony Perkenalkan DualSense GTA 6 Limited Edition

Minggu, 6 September 2026 - 14:45 WIB

AS Serang Tiga Kapal Tanker Minyak Iran usai Rudal IRGC

Minggu, 6 September 2026 - 14:14 WIB

Putin Temui Utusan AS Witkoff dan Kushner di Kremlin

Minggu, 6 September 2026 - 13:30 WIB

USS Abraham Lincoln Tinggalkan Thailand Usai Kunjungan

Berita Terbaru

Polisi membagikan masker kepada warga Bekasi untuk mengantisipasi paparan abu vulkanik Gunung Anak Krakatau. (Posnews/Ist)

JABODETABEK

Abu Anak Krakatau Menerpa Bekasi, Pengendara Dibagikan Masker

Minggu, 6 Sep 2026 - 21:17 WIB

Ilustrasi, bangku sekolah kosong. (Posnews/Ist)

DAERAH

Abu Krakatau Masuk Serang, Sekolah PAUD-SMP Beralih ke PJJ

Minggu, 6 Sep 2026 - 20:38 WIB