Pesawat Militer AS Tetap Pasok Peralatan Karantina Ebola

Kamis, 4 Juni 2026 - 13:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Abaikan blokir hukum. Sebanyak 20 penerbangan militer Amerika Serikat tetap mendarat di Kenya untuk merampungkan proyek fasilitas karantina Ebola di tengah protes warga. Dok: Istimewa.

Abaikan blokir hukum. Sebanyak 20 penerbangan militer Amerika Serikat tetap mendarat di Kenya untuk merampungkan proyek fasilitas karantina Ebola di tengah protes warga. Dok: Istimewa.

NANYUKI, POSNEWS.CO.ID – Pemerintah Amerika Serikat mengabaikan keputusan hukum dengan terus mengirimkan pesawat militer ke wilayah Kenya. Saat ini, setidaknya 20 penerbangan kargo militer telah mendarat di pangkalan udara Nanyuki secara berturut-turut.

Data Penerbangan dan Pengabaian Hukum

Sistem pelacak penerbangan Flightradar24 mendeteksi pergerakan aktif pesawat angkut raksasa C-130 dan C-17 milik AS. Sebelumnya, hakim mengeluarkan perintah penangguhan pertama pada tanggal 28 Mei lalu. Namun, warga melihat tiga pesawat militer tetap mendarat setelah terbitnya perintah pembekuan tersebut.

Pesawat-pesawat tersebut membawa puluhan dokter, insinyur, ahli laboratorium, hingga peralatan medis canggih. Meskipun begitu, pihak militer memastikan belum ada satu pun pasien terinfeksi yang masuk ke fasilitas tersebut. Oleh karena itu, militer kini telah mengisi penuh pangkalan udara tersebut dengan logistik kesehatan.

Ruto Remehkan Gelombang Penolakan Publik

Kedutaan Besar AS di Nairobi mengirimkan kabel diplomatik rahasia ke Washington pada tanggal 2 Juni kemarin. Di dalam dokumen tersebut, diplomat AS menilai Presiden William Ruto telah meremehkan kekuatan oposisi domestik. Sebab, proyek bio-isolasi ini memicu kemarahan hebat dari warga lokal. Mereka merasa wilayahnya hanya menjadi tempat pembuangan risiko medis.

Sementara itu, kemarahan publik ini menumpuk di atas beban ekonomi lain berupa lonjakan harga bahan bakar nasional. Akibatnya, situasi ini berisiko memicu gelombang unjuk rasa besar berdarah seperti tahun 2024 lalu. Padahal, bentrokan awal di sekitar pangkalan udara Nanyuki telah merenggut dua korban jiwa warga sipil.

Baca Juga :  Gencatan Senjata di Ujung Tanduk: Trump Ancam Serangan

Aturan Karantina dan Penolakan di AS

Departemen Luar Negeri AS menjelaskan bahwa fasilitas ini murni untuk menampung warga Amerika tanpa gejala. Selanjutnya, mereka akan menjalani masa karantina wajib selama 21 hari di pangkalan tersebut. Namun, kebijakan penolakan pasien masuk ke daratan AS ini juga menuai kritik tajam di dalam negeri Amerika.

Para pakar kesehatan dari CDC memperingatkan dampak buruk kebijakan pengasingan pasien di luar negeri tersebut. Sebab, aturan ekstrem ini berpotensi menurunkan minat para relawan medis untuk terjun ke zona wabah global. Dengan demikian, para pakar menganggap langkah unilateral ini dapat memperlemah penanganan krisis kesehatan internasional.

Penulis : Alifa Latifa

Editor : Alifa Latifa

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Petugas Imigrasi AS Didakwa Berbohong soal Penembakan Warga
Andy Burnham dan Macron Gelar Pertemuan Resmi Pertama
Kesepakatan Minyak Venezuela-AS Picu Perdebatan
AS Jatuhkan Sanksi Baru ke Kuba, Perparah Krisis Energi
Norwegia Sita Kapal Rusia di Svalbard atas Permintaan Naftogaz
Putin Sebut Ada Peluang Capai Kesepakatan Akhiri Perang
Pemerintahan Trump Kembali Ajukan Banding ke MA
Gloria Steinem, Ikon Gerakan Feminisme AS, Meninggal Dunia

Berita Terkait

Sabtu, 5 September 2026 - 13:35 WIB

Petugas Imigrasi AS Didakwa Berbohong soal Penembakan Warga

Sabtu, 5 September 2026 - 11:26 WIB

Kesepakatan Minyak Venezuela-AS Picu Perdebatan

Sabtu, 5 September 2026 - 10:18 WIB

AS Jatuhkan Sanksi Baru ke Kuba, Perparah Krisis Energi

Sabtu, 5 September 2026 - 09:13 WIB

Norwegia Sita Kapal Rusia di Svalbard atas Permintaan Naftogaz

Sabtu, 5 September 2026 - 08:08 WIB

Putin Sebut Ada Peluang Capai Kesepakatan Akhiri Perang

Berita Terbaru

Fossil rilis dua jam tangan edisi terbatas kolaborasi Fantastic Four: First Steps, terinspirasi Mr Fantastic dan Galactus. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

Fossil Rilis Dua Jam Tangan Kolaborasi Fantastic Four

Sabtu, 5 Sep 2026 - 15:49 WIB

Acer luncurkan Swift Blade 14, laptop ultra ringan 799 gram dengan prosesor Intel Wildcat Lake dan layar OLED 90Hz.

TEKNOLOGI

Acer Luncurkan Swift Blade 14, Laptop Ultra Ringan

Sabtu, 5 Sep 2026 - 14:43 WIB

Petugas ICE Christian Castro didakwa berbohong soal penembakan warga Venezuela di Minnesota, hadapi dakwaan federal dan negara bagian. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Petugas Imigrasi AS Didakwa Berbohong soal Penembakan Warga

Sabtu, 5 Sep 2026 - 13:35 WIB

Polisi menangkap pelaku pembunuhan Mozza Axillia Gunarsa di Blora. (Posnews/Ist)

DAERAH

Pengakuan Pelaku Buka Tabir Kematian Mozza di Semarang

Sabtu, 5 Sep 2026 - 12:48 WIB