Laporan Lowy Institute Ungkap Skenario Perang Digital

Selasa, 16 Juni 2026 - 13:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Peringatan keamanan di Pasifik. Laporan terbaru Lowy Institute memperingatkan lompatan ancaman militer Tiongkok terhadap Australia lewat taktik siber dan potensi pangkalan militer baru. Dok: Istimewa.

Peringatan keamanan di Pasifik. Laporan terbaru Lowy Institute memperingatkan lompatan ancaman militer Tiongkok terhadap Australia lewat taktik siber dan potensi pangkalan militer baru. Dok: Istimewa.

SYDNEY, POSNEWS.CO.ID – Lembaga kajian Lowy Institute merilis laporan terbaru mengenai dinamika pertahanan regional pada hari Senin ini. Lembaga tersebut memproyeksikan peningkatan kemampuan militer Tiongkok secara signifikan di kawasan Indo-Pasifik.

Tiongkok dapat melancarkan serangan militer langsung ke wilayah Australia dalam satu dekade mendatang. Namun, ancaman paling instan akan muncul melalui serangan siber yang merusak sistem keamanan digital nasional. Selain itu, Tiongkok juga dapat memotong kabel komunikasi bawah laut milik Australia secara sepihak.

Pengebom Siluman Baru dan Risiko Pangkalan Pasifik

Lembaga non-partisan asal Sydney tersebut memaparkan rincian ancaman jangka panjang itu secara detail. Sebab, Tiongkok tengah mengembangkan pesawat pengebom siluman jarak jauh jenis baru dengan spesifikasi mutakhir.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pengerahan rudal dan jet tempur ke pangkalan dekat Australia juga memicu kekhawatiran besar. Akibatnya, langkah taktis ini dapat meningkatkan ancaman jangka panjang secara cepat dan dramatis bagi keamanan dalam negeri.

Tiongkok secara aktif mengincar kesepakatan pangkalan militer di negara-negara Kepulauan Pasifik sejak tahun 2018. Dengan demikian, keberadaan pangkalan baru akan membawa wilayah Australia tengah masuk dalam jangkauan tempur pengebom. Pada akhirnya, militer Tiongkok dapat meluncurkan serangan udara secara lebih sering dan intens dari jarak dekat.

Baca Juga :  Avatar & Alter Ego: Krisis Identitas di Era Metaverse

Ancaman Blokade Maritim di Selat Nusantara

Ancaman jangka pendek sebenarnya tidak membutuhkan penggunaan senjata konvensional yang mahal. Sebab, Tiongkok memiliki kapasitas besar untuk mengacaukan jalur perdagangan maritim Australia secara asimetris.

Mereka dapat memblokir titik hulu pelayaran strategis di sepanjang jalur kepulauan Indonesia. Akibatnya, jalur distribusi logistik vital Australia menuju pasar dunia terancam mengalami kelumpuhan total.

Laporan juga menyebutkan bahwa Tiongkok telah mampu menghantam wilayah utara Australia saat ini. Sebab, militer Tiongkok mengoperasikan rudal taktis di pos-pos pertahanan Laut Tiongkok Selatan. Namun, hingga saat ini, Kedutaan Besar Tiongkok di Canberra memilih bungkam dan menolak memberikan tanggapan resmi.

Kemitraan Dagang dan Perebutan Pengaruh Pasifik

Tiongkok memegang peran sebagai mitra dagang terbesar bagi perekonomian Australia hulu saat ini. Meskipun begitu, hubungan bilateral kedua negara sempat memburuk akibat sengketa perdagangan ekspor dari Beijing sejak tahun 2018.

Hubungan diplomatik berangsur membaik setelah Partai Buruh memenangkan pemilu pada tahun 2022. Meskipun demikian, Canberra tetap menaruh kewaspadaan tinggi terhadap perluasan pengaruh Beijing di kawasan Pasifik Selatan.

Baca Juga :  Armada Y-20 China Gelar Latihan Formasi Jarak Jauh

Pemerintah Australia terus memburu pakta keamanan baru bersama negara-negara tetangga Pasifik secara intensif. Sebab, langkah pencegahan ini bertujuan menghalangi kehadiran militer permanen Tiongkok di wilayah tersebut. Australia dan Amerika Serikat memang menganggap kawasan Pasifik selatan sebagai wilayah pengaruh mutlak mereka sejak lama.

Lowy Institute menilai modernisasi militer Tiongkok tengah mengubah keseimbangan kekuatan di kawasan Indo-Pasifik. Oleh karena itu, dinamika ini tentu mengancam stabilitas keamanan nasional Australia secara langsung dan sistemik.

Siasat Diplomasi di Kepulauan Solomon

Analisis menunjukkan bahwa Kepulauan Solomon memiliki hubungan paling erat dengan Beijing saat ini. Sebab, kedua negara telah menandatangani pakta keamanan bersama sejak tahun 2022 kemarin.

Kesepakatan tersebut memicu kecemasan mendalam bagi pihak Washington dan Canberra. Oleh karena itu, Australia gencar meningkatkan upaya diplomasi regional di Pasifik untuk membendung pengaruh tersebut.

Perdana Menteri Kepulauan Solomon, Matthew Wale, melakukan kunjungan kenegaraan resmi ke Canberra awal bulan ini. Melalui kunjungan tersebut, Wale berkomitmen menegosiasikan perjanjian kemitraan strategis baru bersama Australia. Pada akhirnya, ia juga berjanji akan meninjau ulang seluruh kesepakatan keamanan dengan pihak Tiongkok demi menjaga stabilitas regional.

Penulis : Alifa Latifa

Editor : Alifa Latifa

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pelacakan Kontak Ebola di Kamp Pengungsian Kongo
Pasukan Khusus Inggris Sasar Pendanaan Perang Putin
Donald Trump Hubungi Vladimir Putin dan Volodymyr Zelenskyy
Pengunjuk Rasa Gempur Polisi Jelang Pembukaan KTT G7
Ulang Tahun ke-80: Donald Trump Gelar Pertarungan UFC
Donald Trump Umumkan Kesepakatan Damai Akhir Perang
Tragedi Pesawat Terjun Payung di Missouri: 12 Tewas Setelah Pesawat Jatuh dan Terbakar
Samurai Blue Tahan Imbang Belanda di Piala Dunia

Berita Terkait

Selasa, 16 Juni 2026 - 14:51 WIB

Pelacakan Kontak Ebola di Kamp Pengungsian Kongo

Selasa, 16 Juni 2026 - 13:45 WIB

Laporan Lowy Institute Ungkap Skenario Perang Digital

Selasa, 16 Juni 2026 - 12:08 WIB

Pasukan Khusus Inggris Sasar Pendanaan Perang Putin

Selasa, 16 Juni 2026 - 10:37 WIB

Pengunjuk Rasa Gempur Polisi Jelang Pembukaan KTT G7

Selasa, 16 Juni 2026 - 09:10 WIB

Ulang Tahun ke-80: Donald Trump Gelar Pertarungan UFC

Berita Terbaru

Hambatan di tengah krisis kesehatan. Warga di kamp pengungsian Kpangba mengusir petugas medis yang berupaya melacak kontak erat korban meninggal akibat Ebola. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Pelacakan Kontak Ebola di Kamp Pengungsian Kongo

Selasa, 16 Jun 2026 - 14:51 WIB

Peringatan keamanan di Pasifik. Laporan terbaru Lowy Institute memperingatkan lompatan ancaman militer Tiongkok terhadap Australia lewat taktik siber dan potensi pangkalan militer baru. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Laporan Lowy Institute Ungkap Skenario Perang Digital

Selasa, 16 Jun 2026 - 13:45 WIB

Penertiban armada bayangan Rusia. Pasukan Komando Marinir Inggris menggelar operasi boarding untuk menahan tanker minyak Smyrtos di Selat Inggris. Dok: UK MOD Crown/LPhot Hutchins/Handout via REUTERS

INTERNASIONAL

Pasukan Khusus Inggris Sasar Pendanaan Perang Putin

Selasa, 16 Jun 2026 - 12:08 WIB