LAMPUNG UTARA, POSNEWS.CO.ID β Warga Lampung Utara digegerkan oleh aksi seorang kakek berusia 75 tahun yang diduga membacok tetangganya hingga mengalami luka parah.
Yang mengejutkan, pelaku mengaku menyerang korban karena berhalusinasi dan melihat tetangganya seperti sosok Genderuwo.
Peristiwa yang terjadi di Dusun Gunung Labuhan, Desa Tanjung Iman, Kecamatan Blambangan Pagar, itu kini menjadi perhatian warga sekaligus aparat kepolisian.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Pelaku diketahui bernama Hadi Suyipto alias Kelik (75). Sementara korban adalah Muqosim (74) dan putrinya, Nur Zubaidah (38).
Pengakuan Mengejutkan: Korban Dikira Hantu
Kasatreskrim Polres Lampung Utara AKP Ivan Roland Kristofel mengungkapkan bahwa pelaku menyampaikan pengakuan yang tidak biasa saat menjalani pemeriksaan.
Menurut Ivan, Hadi mengaku mengalami halusinasi sebelum melakukan penyerangan menggunakan senjata tajam.
“Kalau dari pengakuan pelaku, dia ngaku halusinasi. Dia bilang melihat korban ini seperti Genderuwo atau hantu, jadi dia langsung menyerang korban dengan senjata tajam itu,” ujar AKP Ivan Roland Kristofel, Selasa (23/6/2026).
Pengakuan tersebut membuat penyidik tidak langsung mengambil kesimpulan. Sebaliknya, polisi memilih mendalami kondisi kejiwaan pelaku untuk memastikan motif sebenarnya di balik peristiwa tersebut.
Polisi Turunkan Psikolog
Meski pelaku mengaku berhalusinasi, polisi tetap melakukan penyelidikan secara menyeluruh.
Selain memeriksa saksi-saksi, penyidik juga berencana melibatkan psikolog untuk menilai kondisi mental dan psikologis pelaku saat kejadian berlangsung.
Ivan menjelaskan bahwa sejauh ini polisi belum menemukan adanya konflik atau perselisihan antara pelaku dan korban.
“Kondisi pelaku ini akan terus kami dalami atas pengakuannya karena memang pelaku ini sudah tua. Kami juga akan melibatkan psikolog dalam pemeriksaan pelaku ini,” jelasnya.
Langkah tersebut dinilai penting untuk memastikan apakah pengakuan pelaku berkaitan dengan kondisi kesehatan mental, faktor usia, atau penyebab lainnya.
Serangan Terjadi Pagi Hari
Berdasarkan informasi yang dihimpun, peristiwa penganiayaan itu terjadi pada Minggu (21/6/2026) sekitar pukul 08.00 WIB.
Saat itu, suasana kampung masih relatif tenang. Namun, warga mendadak panik setelah mengetahui adanya penyerangan yang menyebabkan korban mengalami luka serius.
Korban Muqosim dan anaknya kemudian mendapatkan pertolongan setelah mengalami luka akibat sabetan senjata tajam.
Kejadian tersebut sontak membuat warga sekitar terkejut karena pelaku dan korban diketahui tinggal bertetangga serta tidak pernah terlibat konflik terbuka sebelumnya.
Misteri Motif Masih Didalami
Hingga kini, polisi masih mengumpulkan berbagai keterangan untuk mengungkap kronologi secara utuh.
Sementara itu, Hadi Suyipto masih menjalani penahanan di Mapolsek Abung Selatan guna kepentingan penyidikan.
Penyidik juga akan menelusuri riwayat kesehatan pelaku, termasuk kemungkinan adanya gangguan medis yang memengaruhi persepsi dan perilakunya saat kejadian.
Kasus ini menjadi pengingat bahwa kondisi kesehatan mental dan fisik pada usia lanjut perlu mendapat perhatian serius dari keluarga maupun lingkungan sekitar.
Di sisi lain, masyarakat diimbau tetap menunggu hasil penyelidikan resmi kepolisian agar fakta yang terungkap benar-benar berdasarkan bukti dan pemeriksaan yang objektif. **
Editor : Hadwan












