Donald Trump Batal Tandatangani RUU Perumahan

Kamis, 25 Juni 2026 - 12:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ketegangan politik di Washington. Presiden Donald Trump membatalkan upacara penandatanganan RUU perumahan demi memaksakan pengesahan undang-undang pemilu baru. Dok: REUTERS/Christian Hartmann

Ketegangan politik di Washington. Presiden Donald Trump membatalkan upacara penandatanganan RUU perumahan demi memaksakan pengesahan undang-undang pemilu baru. Dok: REUTERS/Christian Hartmann

WASHINGTON, POSNEWS.CO.ID – Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengejutkan para politisi Republik di Capitol Hill hari Rabu kemarin.

Trump membatalkan upacara penandatanganan paket undang-undang perumahan murah secara mendadak.

Padahal, upacara itu menjadi peluang bagi faksi Republik untuk memamerkan prestasi ekonomi menjelang pemilu paruh waktu November.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Namun, Trump membatalkan acara itu dua jam sebelum jadwal pelaksanaan.

Ia menegaskan tidak akan menandatangani undang-undang perumahan sebelum Kongres meloloskan SAVE America Act.

“Saya membatalkan upacara penandatanganan hari ini,” tulis Trump melalui akun media sosial Truth Social miliknya.

Ia menganggap paket undang-undang pemilu baru itu sebagai urusan darurat nasional yang sangat penting.

Tuntutan Bukti Kewarganegaraan Pemilih

Rancangan undang-undang SAVE America Act mewajibkan bukti kewarganegaraan bagi setiap warga yang mendaftar pemilu.

Aturan itu juga mengharuskan pemilih menunjukkan kartu identitas berfoto saat memberikan suara di tempat pemungutan suara.

Kubu Demokrat mengecam keras rancangan undang-undang itu sebagai bentuk penindasan terhadap hak pilih warga.

Baca Juga :  Roy Suryo Tesangka Kasus Ijazah Jokowi, Ngaku Dikriminalisasi Saat Teliti Dokumen Publik

Sebaliknya, Trump bersikeras bahwa aturan ketat itu sangat penting untuk melindungi integritas pemilu Amerika Serikat.

Rancangan undang-undang pemilu itu saat ini masih belum lolos di tingkat Senat Amerika Serikat.

Para pemimpin Republik bahkan telah memperingatkan Trump bahwa rancangan itu kekurangan dukungan suara di Senat.

Meskipun demikian, Trump terus memaksakan isu itu saat menghadiri acara makan siang bersama para senator Republik.

Bentrok Rahasia dengan Senator Pembangkang

Pertemuan rahasia itu berlangsung sangat tegang dan penuh amarah karena Trump menantang para senator pembangkang.

Ia mempertanyakan keputusan empat senator Republik yang menyetujui resolusi pembatasan wewenang perang terhadap Iran.

Senator Bill Cassidy asal Louisiana berdiri dan memberikan tanggapan keras secara langsung kepada Trump di dalam ruangan.

Cassidy memprotes ketiadaan informasi transparan dari pemerintah mengenai perkembangan perang yang kini telah berlangsung selama empat bulan.

“Perang ini seharusnya selesai dalam empat minggu, tetapi sekarang sudah berjalan empat bulan,” tegas Cassidy kepada media.

Ia menilai militer belum mewujudkan tujuan awal sehingga ia menuntut penjelasan yang jujur dari presiden.

Baca Juga :  Ambisi Perdamaian Trump: BOP Himpun $7 Miliar dan Libatkan 8.000 Pasukan Indonesia

Cassidy sendiri baru saja kalah dalam pemilu primer di Louisiana melawan kandidat usulan Donald Trump.

Akibat kekalahan itu, Cassidy tidak dapat mencalonkan diri kembali pada pemilu paruh waktu November mendatang.

Dampak Penolakan Terhadap RUU Perumahan

Usai meninggalkan ruang rapat, wajah Trump tampak masih kesal dan ia menolak menjawab pertanyaan mengenai undang-undang perumahan.

Ia memilih memamerkan kemajuan perang di Timur Tengah dan mengeklaim bahwa Iran mulai memberikan konsesi besar.

Padahal, paket undang-undang perumahan itu mendapatkan dukungan bipartisan yang sangat luas dari kedua faksi di Kongres.

Undang-undang itu bertujuan mendongkrak pasokan rumah baru serta memangkas berbagai aturan konstruksi yang rumit bagi pengembang.

Kebijakan ini menjadi harapan warga untuk menurunkan biaya sewa rumah di tengah krisis inflasi nasional.

Namun, Trump meremehkan undang-undang perumahan itu dan menyebutnya sebagai hal yang kurang penting saat ini.

Penolakan Trump kemungkinan hanya bersifat simbolis karena konstitusi AS memiliki aturan penandatanganan otomatis sepuluh hari.

Sebelumnya, Trump juga membatalkan sidang konfirmasi calon direktur intelijen nasional demi memprioritaskan pembahasan undang-undang pemilu itu.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Hakim Federal Batalkan Aturan Bukti Kewarganegaraan
Magang Nasional 2026 Hadir Lagi, Peserta Berpeluang Direkrut Jadi Karyawan Tetap
Marco Rubio Lobi Sekutu di Tengah Sikap Keras Israel
Selecao Gilas Skotlandia 3-0 di Piala Dunia 2026
Mesir Harap Kebijakan Ekspor Satu Pintu CPO Berjalan Mulus
Penurunan Harga Minyak Bumi Gagal Goyang Stabilitas Pasar
PN Jakarta Timur: Sidang Perdana dr. Tifa Pekan Depan, Roy Suryo Menunggu
Mantan Bos Taufik Hidayat Minta Hadiah Rp250 Juta Dedi Mulyadi Dikasi ke Korban

Berita Terkait

Kamis, 25 Juni 2026 - 14:57 WIB

Hakim Federal Batalkan Aturan Bukti Kewarganegaraan

Kamis, 25 Juni 2026 - 13:32 WIB

Magang Nasional 2026 Hadir Lagi, Peserta Berpeluang Direkrut Jadi Karyawan Tetap

Kamis, 25 Juni 2026 - 12:29 WIB

Donald Trump Batal Tandatangani RUU Perumahan

Kamis, 25 Juni 2026 - 11:41 WIB

Marco Rubio Lobi Sekutu di Tengah Sikap Keras Israel

Kamis, 25 Juni 2026 - 11:03 WIB

Selecao Gilas Skotlandia 3-0 di Piala Dunia 2026

Berita Terbaru

Kemenangan bagi hak pilih warga. Hakim federal Boston Denise Casper membatalkan secara permanen aturan bukti kewarganegaraan pemilih yang Donald Trump usulkan. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Hakim Federal Batalkan Aturan Bukti Kewarganegaraan

Kamis, 25 Jun 2026 - 14:57 WIB

Ketegangan politik di Washington. Presiden Donald Trump membatalkan upacara penandatanganan RUU perumahan demi memaksakan pengesahan undang-undang pemilu baru. Dok: REUTERS/Christian Hartmann

INTERNASIONAL

Donald Trump Batal Tandatangani RUU Perumahan

Kamis, 25 Jun 2026 - 12:29 WIB

Menlu AS Marco Rubio menemui para pemimpin monarki Teluk untuk meredam kekhawatiran atas konsesi ekonomi Amerika Serikat. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Marco Rubio Lobi Sekutu di Tengah Sikap Keras Israel

Kamis, 25 Jun 2026 - 11:41 WIB

Pesta gol Selecao di Miami. Vinicius Junior mencetak dua gol untuk membawa Brasil mengunci posisi puncak klasemen Grup C Piala Dunia 2026. Dok: (AP Photo/Lynne Sladky)

SPORT

Selecao Gilas Skotlandia 3-0 di Piala Dunia 2026

Kamis, 25 Jun 2026 - 11:03 WIB