WASHINGTON, POSNEWS.CO.ID – Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengejutkan para politisi Republik di Capitol Hill hari Rabu kemarin.
Trump membatalkan upacara penandatanganan paket undang-undang perumahan murah secara mendadak.
Padahal, upacara itu menjadi peluang bagi faksi Republik untuk memamerkan prestasi ekonomi menjelang pemilu paruh waktu November.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Namun, Trump membatalkan acara itu dua jam sebelum jadwal pelaksanaan.
Ia menegaskan tidak akan menandatangani undang-undang perumahan sebelum Kongres meloloskan SAVE America Act.
“Saya membatalkan upacara penandatanganan hari ini,” tulis Trump melalui akun media sosial Truth Social miliknya.
Ia menganggap paket undang-undang pemilu baru itu sebagai urusan darurat nasional yang sangat penting.
Tuntutan Bukti Kewarganegaraan Pemilih
Rancangan undang-undang SAVE America Act mewajibkan bukti kewarganegaraan bagi setiap warga yang mendaftar pemilu.
Aturan itu juga mengharuskan pemilih menunjukkan kartu identitas berfoto saat memberikan suara di tempat pemungutan suara.
Kubu Demokrat mengecam keras rancangan undang-undang itu sebagai bentuk penindasan terhadap hak pilih warga.
Sebaliknya, Trump bersikeras bahwa aturan ketat itu sangat penting untuk melindungi integritas pemilu Amerika Serikat.
Rancangan undang-undang pemilu itu saat ini masih belum lolos di tingkat Senat Amerika Serikat.
Para pemimpin Republik bahkan telah memperingatkan Trump bahwa rancangan itu kekurangan dukungan suara di Senat.
Meskipun demikian, Trump terus memaksakan isu itu saat menghadiri acara makan siang bersama para senator Republik.
Bentrok Rahasia dengan Senator Pembangkang
Pertemuan rahasia itu berlangsung sangat tegang dan penuh amarah karena Trump menantang para senator pembangkang.
Ia mempertanyakan keputusan empat senator Republik yang menyetujui resolusi pembatasan wewenang perang terhadap Iran.
Senator Bill Cassidy asal Louisiana berdiri dan memberikan tanggapan keras secara langsung kepada Trump di dalam ruangan.
Cassidy memprotes ketiadaan informasi transparan dari pemerintah mengenai perkembangan perang yang kini telah berlangsung selama empat bulan.
“Perang ini seharusnya selesai dalam empat minggu, tetapi sekarang sudah berjalan empat bulan,” tegas Cassidy kepada media.
Ia menilai militer belum mewujudkan tujuan awal sehingga ia menuntut penjelasan yang jujur dari presiden.
Cassidy sendiri baru saja kalah dalam pemilu primer di Louisiana melawan kandidat usulan Donald Trump.
Akibat kekalahan itu, Cassidy tidak dapat mencalonkan diri kembali pada pemilu paruh waktu November mendatang.
Dampak Penolakan Terhadap RUU Perumahan
Usai meninggalkan ruang rapat, wajah Trump tampak masih kesal dan ia menolak menjawab pertanyaan mengenai undang-undang perumahan.
Ia memilih memamerkan kemajuan perang di Timur Tengah dan mengeklaim bahwa Iran mulai memberikan konsesi besar.
Padahal, paket undang-undang perumahan itu mendapatkan dukungan bipartisan yang sangat luas dari kedua faksi di Kongres.
Undang-undang itu bertujuan mendongkrak pasokan rumah baru serta memangkas berbagai aturan konstruksi yang rumit bagi pengembang.
Kebijakan ini menjadi harapan warga untuk menurunkan biaya sewa rumah di tengah krisis inflasi nasional.
Namun, Trump meremehkan undang-undang perumahan itu dan menyebutnya sebagai hal yang kurang penting saat ini.
Penolakan Trump kemungkinan hanya bersifat simbolis karena konstitusi AS memiliki aturan penandatanganan otomatis sepuluh hari.
Sebelumnya, Trump juga membatalkan sidang konfirmasi calon direktur intelijen nasional demi memprioritaskan pembahasan undang-undang pemilu itu.
Penulis : Ahmad Haris Kurnia
Editor : Ahmad Haris Kurnia












