CARACAS, POSNEWS.CO.ID – Gempa bumi kembar mengguncang wilayah utara Venezuela pada Rabu malam.
Bencana alam ini merenggut sedikitnya 188 korban jiwa.
Selain itu, gempa juga menyebabkan 1.520 warga mengalami luka-luka.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Badan Survei Geologi Amerika Serikat mencatat kekuatan gempa sebesar $7{,}2$ dan $7{,}5$ magnitudo.
Kedua guncangan besar ini berlangsung hampir bersamaan dalam kurun waktu satu menit.
Otoritas setempat mengonfirmasi kerusakan parah pada ribuan bangunan rumah tinggal dan fasilitas publik.
Warga yang ketakutan segera berlari menyelamatkan diri menuju jalan-jalan raya.
Perjuangan Menyelamatkan Korban di La Guaira
Provinsi La Guaira di sebelah utara Caracas menerima hantaman paling keras dari bencana ini.
Warga berjuang keras membersihkan puing bangunan tanpa bantuan alat berat yang memadai.
Mereka memanggil nama keluarga mereka yang masih berada di bawah reruntuhan gedung.
Seorang warga, Antonio Bermudez, menceritakan kengerian runtuhnya apartemen tempat tinggalnya.
Ia mendengar suara seorang wanita bernama Jennifer dari lantai sebelas yang masih hidup.
Namun, warga tidak memiliki peralatan untuk mengangkat lempengan beton tebal itu.
Di lokasi lain, seorang ayah dan putranya menggunakan linggis untuk membongkar beton.
Mereka berusaha keras menyelamatkan dua anggota keluarga lainnya yang masih hidup.
Kota pantai ini juga kehilangan pasokan aliran listrik secara total sepanjang malam.
Evakuasi dan Penutupan Bandara Internasional
Pemerintah mengumumkan status zona bencana untuk wilayah La Guaira pada Kamis pagi.
Presiden Interim Delcy Rodriguez meninjau langsung tingkat kerusakan di lokasi kejadian.
Kerusakan parah juga memaksa otoritas menutup operasional Bandara Internasional Simon Bolivar.
Langkah penutupan ini berpotensi menghambat kedatangan bantuan logistik internasional ke Venezuela.
Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres menyampaikan rasa duka cita yang mendalam atas tragedi ini.
PBB berkomitmen penuh membantu pemerintah mengevakuasi para korban bencana.
Kepala bantuan PBB Tom Fletcher menyebut gempa ini sebagai yang paling kuat dalam 126 tahun.
Oleh karena itu, penanganan bencana ini membutuhkan kolaborasi internasional yang sangat besar.
Gelombang Bantuan Internasional
Berbagai negara di dunia segera mengirimkan bantuan tim penyelamat ke Venezuela.
Prancis, Spanyol, Portugal, Swiss, dan Meksiko mengirimkan personel ahli ke lokasi bencana.
Tiongkok, India, Brasil, dan Iran juga menawarkan bantuan kemanusiaan darurat.
Paus Leo XIV menyumbang bantuan awal sebesar 100.000 euro untuk para korban.
Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio menjanjikan bantuan logistik militer yang cepat dan efektif.
Amerika Serikat memiliki peran kuat di Venezuela setelah menggulingkan Nicolas Maduro pada Januari lalu.
Jangkauan Getaran Hingga Negara Tetangga
Venezuela utara berada tepat di atas pertemuan lempeng tektonik Karibia dan Amerika Selatan.
Sebelumnya, gempa bumi pada tahun 1997 menewaskan 73 warga di negara itu.
Guncangan kali ini juga menjalar hingga ke wilayah Kolombia dan Brasil.
Warga di ibu kota Kolombia, Bogota, mengosongkan gedung bertingkat demi keselamatan diri.
Jaringan pemantau Brasil juga melaporkan getaran gempa di beberapa kota bagian utara.
Sementara itu, rumah sakit di Caracas menghadapi lonjakan pasien rujukan dari La Guaira.
Banyak anak dan dewasa tiba menggunakan mobil ambulans tanpa pendampingan keluarga.
Petugas medis berjuang keras merawat korban yang mengalami patah tulang dan trauma berat.
Penulis : Ahmad Haris Kurnia
Editor : Ahmad Haris Kurnia












