Gempa Guncang Venezuela, 188 Warga Tewas

Jumat, 26 Juni 2026 - 10:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Duka mendalam di Venezuela utara. Gempa bumi kembar merobohkan ribuan bangunan dan mengubur ratusan warga di bawah puing-puing reruntuhan. Dok: Istimewa.

Duka mendalam di Venezuela utara. Gempa bumi kembar merobohkan ribuan bangunan dan mengubur ratusan warga di bawah puing-puing reruntuhan. Dok: Istimewa.

CARACAS, POSNEWS.CO.ID – Gempa bumi kembar mengguncang wilayah utara Venezuela pada Rabu malam.

Bencana alam ini merenggut sedikitnya 188 korban jiwa.

Selain itu, gempa juga menyebabkan 1.520 warga mengalami luka-luka.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Badan Survei Geologi Amerika Serikat mencatat kekuatan gempa sebesar $7{,}2$ dan $7{,}5$ magnitudo.

Kedua guncangan besar ini berlangsung hampir bersamaan dalam kurun waktu satu menit.

Otoritas setempat mengonfirmasi kerusakan parah pada ribuan bangunan rumah tinggal dan fasilitas publik.

Warga yang ketakutan segera berlari menyelamatkan diri menuju jalan-jalan raya.

Perjuangan Menyelamatkan Korban di La Guaira

Provinsi La Guaira di sebelah utara Caracas menerima hantaman paling keras dari bencana ini.

Warga berjuang keras membersihkan puing bangunan tanpa bantuan alat berat yang memadai.

Mereka memanggil nama keluarga mereka yang masih berada di bawah reruntuhan gedung.

Seorang warga, Antonio Bermudez, menceritakan kengerian runtuhnya apartemen tempat tinggalnya.

Ia mendengar suara seorang wanita bernama Jennifer dari lantai sebelas yang masih hidup.

Baca Juga :  Banjir Rendam 6 Desa di Serang, 695 KK Terdampak Usai Hujan Tiga Hari

Namun, warga tidak memiliki peralatan untuk mengangkat lempengan beton tebal itu.

Di lokasi lain, seorang ayah dan putranya menggunakan linggis untuk membongkar beton.

Mereka berusaha keras menyelamatkan dua anggota keluarga lainnya yang masih hidup.

Kota pantai ini juga kehilangan pasokan aliran listrik secara total sepanjang malam.

Evakuasi dan Penutupan Bandara Internasional

Pemerintah mengumumkan status zona bencana untuk wilayah La Guaira pada Kamis pagi.

Presiden Interim Delcy Rodriguez meninjau langsung tingkat kerusakan di lokasi kejadian.

Kerusakan parah juga memaksa otoritas menutup operasional Bandara Internasional Simon Bolivar.

Langkah penutupan ini berpotensi menghambat kedatangan bantuan logistik internasional ke Venezuela.

Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres menyampaikan rasa duka cita yang mendalam atas tragedi ini.

PBB berkomitmen penuh membantu pemerintah mengevakuasi para korban bencana.

Kepala bantuan PBB Tom Fletcher menyebut gempa ini sebagai yang paling kuat dalam 126 tahun.

Oleh karena itu, penanganan bencana ini membutuhkan kolaborasi internasional yang sangat besar.

Gelombang Bantuan Internasional

Berbagai negara di dunia segera mengirimkan bantuan tim penyelamat ke Venezuela.

Baca Juga :  Kekuatan Pamer Logo

Prancis, Spanyol, Portugal, Swiss, dan Meksiko mengirimkan personel ahli ke lokasi bencana.

Tiongkok, India, Brasil, dan Iran juga menawarkan bantuan kemanusiaan darurat.

Paus Leo XIV menyumbang bantuan awal sebesar 100.000 euro untuk para korban.

Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio menjanjikan bantuan logistik militer yang cepat dan efektif.

Amerika Serikat memiliki peran kuat di Venezuela setelah menggulingkan Nicolas Maduro pada Januari lalu.

Jangkauan Getaran Hingga Negara Tetangga

Venezuela utara berada tepat di atas pertemuan lempeng tektonik Karibia dan Amerika Selatan.

Sebelumnya, gempa bumi pada tahun 1997 menewaskan 73 warga di negara itu.

Guncangan kali ini juga menjalar hingga ke wilayah Kolombia dan Brasil.

Warga di ibu kota Kolombia, Bogota, mengosongkan gedung bertingkat demi keselamatan diri.

Jaringan pemantau Brasil juga melaporkan getaran gempa di beberapa kota bagian utara.

Sementara itu, rumah sakit di Caracas menghadapi lonjakan pasien rujukan dari La Guaira.

Banyak anak dan dewasa tiba menggunakan mobil ambulans tanpa pendampingan keluarga.

Petugas medis berjuang keras merawat korban yang mengalami patah tulang dan trauma berat.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Observatorium Chilbolton Pantau Sampah Antariksa
Kelompok Houthi Melancarkan Serangan Rudal Maut di Yaman
PM Kanada Sebut Perundingan Dagang AS Makin Sengit
Trump Terbitkan Perintah Eksekutif Baru
Iran Ancam Serang Fasilitas Energi Teluk
Google Resmi Hentikan Layanan Google Assistant
Serangan Gunting di Covent Garden London Lukai 4 Orang
Prancis Melarang Panggilan Telemarketing Tanpa Izin Konsumen

Berita Terkait

Minggu, 9 Agustus 2026 - 08:00 WIB

Observatorium Chilbolton Pantau Sampah Antariksa

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 11:07 WIB

Kelompok Houthi Melancarkan Serangan Rudal Maut di Yaman

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 09:01 WIB

PM Kanada Sebut Perundingan Dagang AS Makin Sengit

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 07:00 WIB

Trump Terbitkan Perintah Eksekutif Baru

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 06:00 WIB

Iran Ancam Serang Fasilitas Energi Teluk

Berita Terbaru

Karhutla Bromo Meluas, 742 Hektare TNBTS Terbakar, Water Bombing Terus Digencarkan. (Posnews/BPBD Jatim)

DAERAH

BNPB: Kebakaran Bromo Capai 742 Hektare, TNBTS Masih Ditutup

Selasa, 11 Agu 2026 - 10:15 WIB

NVIDIA menjual kartu grafis GeForce RTX 50 Series di harga normal pada QuakeCon 2026. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

NVIDIA Jual RTX 50 Series di Harga Normal

Selasa, 11 Agu 2026 - 10:00 WIB

Sony mengaktifkan fitur PSSR 2.0 secara default di PS5 Pro lewat update beta baru. Teknologi upscaling ini kini berjalan otomatis. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

Sony Aktifkan PSSR 2.0 Secara Default di PS5 Pro Lewat Update

Selasa, 11 Agu 2026 - 09:00 WIB