JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Kawasan Timur Tengah kini memasuki fase pertempuran yang sangat kritis.
Saling Balas Serangan Udara di Kawasan Teluk
Militer Iran meluncurkan serangan udara ke infrastruktur militer Amerika Serikat. Gempuran ini menyasar berbagai pangkalan militer di negara-negara Teluk.
Sebelumnya, militer AS meluncurkan serangan udara ke pesisir selatan Iran. Gelombang ledakan mengguncang wilayah Bushehr, Konarak, Choghadak, dan Bandar Abbas.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Ledakan keras merusak area luar pembangkit listrik nuklir Bushehr. Pihak Amerika Serikat membantah tuduhan serangan udara baru tersebut.
Prosesi Pemakaman Raksasa Ayatollah Ali Khamenei
Rangkaian peristiwa ini bertepatan dengan pemakaman Ayatollah Ali Khamenei. Jutaan pelayat memadati kompleks suci di kota Mashhad.
Mereka mengantarkan jasad sang pemimpin ke peristirahatan terakhir. Sebelumnya, serangan udara Amerika Serikat dan Israel menewaskan Khamenei.
Kematian sang pemimpin memicu konflik bersenjata selama berbulan-bulan. Tensi politik yang memanas mengganggu suplai energi dunia secara global. Kini, para pelayat membawa spanduk ancaman pembunuhan terhadap Trump.
Gempuran Rudal Iran Targetkan Pangkalan AS
Komando Sentral AS (CENTCOM) meluncurkan gempuran udara hari Rabu lalu. Mereka menargetkan sekitar 90 sasaran militer milik Iran.
Serangan tersebut menghancurkan sistem pertahanan udara dan gudang senjata. Otoritas Iran mengonfirmasi serangan udara itu menewaskan 14 orang.
Selain itu, gempuran AS juga melukai 78 warga sipil. Iran langsung membalas dengan menembakkan rudal ke Kuwait.
Pasukan Kuwait berhasil menghalau rudal jelajah dan drone musuh. Serangan rudal Iran juga menyasar pangkalan udara di Yordania.
Yordania mendeteksi peluncuran rudal tersebut melalui sistem pertahanan udara. Petugas keamanan melaporkan serpihan rudal melukai satu orang.
Pengawasan Ketat di Jalur Selat Hormuz
Pihak Angkatan Laut Garda Revolusi Iran membatasi lalu lintas kapal. Mereka mengklaim pengawasan ini bertujuan menjaga keamanan perairan Teluk.
Saat ini, Iran menguasai penuh jalur navigasi Selat Hormuz. Selat Hormuz menyalurkan seperlima pasokan minyak mentah dunia.
Iran hanya mengizinkan kapal melintasi rute rancangan Teheran. Kebijakan ketat ini memotong kapasitas pelayaran hingga setengahnya.
Konflik bersenjata ini memicu fluktuasi harga minyak mentah global. Keputusan Trump membatalkan gencatan senjata merusak proses negosiasi damai.
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi mengecam keras kebijakan AS. Araqchi menilai kebijakan luar negeri Trump memicu perang terbuka. Qatar dan Turki terus mendesak kedua negara kembali berdiplomasi.












