Australia Waspadai Lonjakan Flu Burung H5N1

Selasa, 4 Agustus 2026 - 13:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Pemerintah Australia memperingatkan potensi lonjakan penyebaran wabah flu burung H5N1 setelah menemukan kasus kematian massal pertama. Dok: Istimewa.

Pemerintah Australia memperingatkan potensi lonjakan penyebaran wabah flu burung H5N1 setelah menemukan kasus kematian massal pertama. Dok: Istimewa.

CANBERRA, POSNEWS.CO.ID – Pemerintah Australia memperingatkan masyarakat mengenai peningkatan risiko penyebaran flu burung H5N1 secara lebih luas.

Kematian Massal Pertama Burung Laut di Cape Jaffa

Petugas pemantau helikopter menemukan 49 burung dara laut jambul mati serta 35 burung lainnya dalam kondisi sakit di bebatuan lepas pantai Cape Jaffa, sekitar 250 kilometer dari kota Adelaide.

Menteri Pertanian Australia Julie Collins mengonfirmasi bahwa hasil pengujian laboratorium memastikan keberadaan virus flu burung H5N1 pada kawanan burung laut tersebut.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Collins menyatakan bahwa insiden ini menjadi kasus kematian massal satwa liar pertama yang terkonfirmasi akibat H5N1 di Australia.

Baca Juga :  Tiongkok Kecam Kebijakan Ekspor Senjata Jepang sebagai Ancaman Remiliterisasi

Pemerintah memprediksi populasi satwa liar akan menghadapi dampak kehilangan yang signifikan saat virus mulai menyebar bebas di lingkungan alam terbuka.

Hingga saat ini, Australia mencatat total 74 kasus terkonfirmasi yang tersebar dari Australia Barat hingga Queensland, dengan konsentrasi kasus terbanyak berada di Australia Selatan.

Benteng Peternakan dan Langkah Antisipasi Negara Tetangga

Meskipun kasus pada satwa liar terus melonjak, pihak berwenang belum menemukan bukti keberadaan virus H5N1 pada fasilitas peternakan komersial.

Para pengelola peternakan unggas telah menerapkan karantina ketat sejak deteksi awal virus muncul pada bulan Juni lalu demi melindungi hewan ternak.

Australia bersama Selandia Baru—yang juga mengonfirmasi kasus H5N1 pertamanya bulan lalu—telah menghabiskan waktu bertahun-tahun untuk menyiapkan strategi penanganan.

Kedua negara memperketat keamanan hayati di area pertanian, menguji sampel burung pantai, menyuntikkan vaksin pada spesies rentan, serta merancang simulasi tanggap darurat.

Baca Juga :  Selandia Baru: Longsor Hantam Perkemahan Wisata

Langkah pencegahan ini bertujuan meminimalkan dampak buruk dari strain virus yang telah membunuh ratusan juta burung dan mamalia dalam beberapa tahun terakhir.

Dampak Global dan Tingkat Risiko Infeksi pada Manusia

Di tingkat global, wabah H5N1 telah merugikan peternak hingga miliaran dolar, menginfeksi sapi perah di Amerika Serikat, serta menumpuk bangkai burung dan anjing laut di berbagai pesisir pantai.

Virus H5N1 memang memiliki potensi menular ke manusia yang melakukan kontak langsung dengan hewan terinfeksi.

Kendati demikian, otoritas kesehatan mengonfirmasi bahwa jumlah kasus penularan pada manusia secara global masih sangat kecil.

Para pejabat kesehatan menilai risiko penularan virus H5N1 terhadap populasi manusia secara umum saat ini masih berada pada tingkat yang rendah.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Serangan Drone Ukraina Hantam Wilayah Rusia: 8 Orang Tewas
Mal Aeon Kumamoto: Perusahaan Suruh Karyawan Amankan Uang
Penembakan Massal di In-N-Out Idaho: Pelaku Tewas
Interpol Terbitkan Red Notice untuk Syekh Ahmad Al Misry, Polisi Sebut Masih di Mesir
Dua Helikopter Pemadam Tabrakan di Yunani
Israel Gempur Gaza 2 Hari Berturut-turut, 18 Warga Tewas
Bom Bunuh Diri Guncang Unjuk Rasa Anti-Militan di Pakistan
Trump Tunda Serangan Militer dan Buka Perundingan dengan Iran

Berita Terkait

Selasa, 4 Agustus 2026 - 15:08 WIB

Serangan Drone Ukraina Hantam Wilayah Rusia: 8 Orang Tewas

Selasa, 4 Agustus 2026 - 14:40 WIB

Mal Aeon Kumamoto: Perusahaan Suruh Karyawan Amankan Uang

Selasa, 4 Agustus 2026 - 13:24 WIB

Australia Waspadai Lonjakan Flu Burung H5N1

Selasa, 4 Agustus 2026 - 11:49 WIB

Penembakan Massal di In-N-Out Idaho: Pelaku Tewas

Selasa, 4 Agustus 2026 - 11:07 WIB

Interpol Terbitkan Red Notice untuk Syekh Ahmad Al Misry, Polisi Sebut Masih di Mesir

Berita Terbaru

Serangan drone massal Ukraina menghantam sejumlah wilayah Rusia, merusak fasilitas gudang Wildberries, dan menewaskan sedikitnya delapan orang. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Serangan Drone Ukraina Hantam Wilayah Rusia: 8 Orang Tewas

Selasa, 4 Agu 2026 - 15:08 WIB

Perusahaan Habita Inc. meminta maaf usai menyuruh dua karyawannya kembali ke dalam Mal Aeon Kashima pasca gempa Kumamoto hingga tewas akibat ledakan. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Mal Aeon Kumamoto: Perusahaan Suruh Karyawan Amankan Uang

Selasa, 4 Agu 2026 - 14:40 WIB

Pemerintah Australia memperingatkan potensi lonjakan penyebaran wabah flu burung H5N1 setelah menemukan kasus kematian massal pertama. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Australia Waspadai Lonjakan Flu Burung H5N1

Selasa, 4 Agu 2026 - 13:24 WIB

Kepolisian Twin Falls mengonfirmasi insiden penembakan di restoran In-N-Out Burger, Idaho. Akibatnya, tiga orang tewas dan tujuh warga mengalami luka-luka. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Penembakan Massal di In-N-Out Idaho: Pelaku Tewas

Selasa, 4 Agu 2026 - 11:49 WIB