Trump Tunjuk Tony Blair dan Kushner Pimpin Rekonstruksi Gaza

Sabtu, 17 Januari 2026 - 14:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tim impian atau resep bencana? Donald Trump kumpulkan Marco Rubio, Jared Kushner, hingga Tony Blair dalam satu meja untuk tentukan nasib masa depan Gaza. Dok: Istimewa.

Tim impian atau resep bencana? Donald Trump kumpulkan Marco Rubio, Jared Kushner, hingga Tony Blair dalam satu meja untuk tentukan nasib masa depan Gaza. Dok: Istimewa.

WASHINGTON, POSNEWS.CO.ID – Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali membuat kejutan diplomatik. Ia menunjuk Menteri Luar Negeri Marco Rubio dan mantan Perdana Menteri Inggris Tony Blair sebagai anggota dewan baru. Mereka akan duduk di “Dewan Perdamaian” Gaza yang baru saja terbentuk.

Trump mengklaim badan ini akan mengemudikan fase rekonstruksi selanjutnya. Dewan ini juga akan mengelola pemerintahan di wilayah bekas perang tersebut.

Gedung Putih merinci komposisi “dewan eksekutif pendiri” yang beranggotakan tujuh orang. Selain Rubio dan Blair, utusan khusus Trump, Steve Witkoff, turut mengisi dewan ini. Presiden Bank Dunia, Ajay Banga, serta menantu sekaligus penasihat lama presiden, Jared Kushner, juga bergabung.

Trump sendiri akan menjabat sebagai ketua. Ia berencana menunjuk anggota tambahan dalam beberapa minggu mendatang.

Mandat Besar untuk Stabilisasi

“Setiap anggota dewan eksekutif akan mengawasi portofolio tertentu yang penting bagi stabilisasi dan kesuksesan jangka panjang Gaza,” demikian bunyi pernyataan Gedung Putih.

Tugas mereka mencakup pembangunan kapasitas pemerintahan, hubungan regional, rekonstruksi, penarikan investasi, pendanaan skala besar, hingga mobilisasi modal. AS menegaskan komitmen penuhnya untuk mendukung kerangka transisi ini. Washington akan bekerja sama dengan Israel dan negara-negara Arab kunci.

Kembalinya Sosok Kontroversial

Pengamat memprediksi masuknya nama Tony Blair akan memicu kontroversi di kawasan. Mantan pemimpin Partai Buruh Inggris ini masih menjadi sosok polarisasi di Timur Tengah. Penyebabnya adalah peran Blair dalam invasi Irak pimpinan AS pada 2003.

Baca Juga :  Mitos Kelangkaan Berlian: Marketing di Balik Cincin Nikahmu

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Setelah meninggalkan jabatan PM pada 2007, Blair sempat menjadi utusan khusus Kuartet (AS, UE, Rusia, PBB). Kelompok ini mengupayakan perdamaian Israel-Palestina. Namun, ia mundur pada 2015 karena publik menganggapnya terlalu dekat dengan pihak Israel.

Trump sendiri menyadari potensi resistensi ini. Oktober lalu, ia sempat mengakui, “Saya selalu menyukai Tony, tetapi saya ingin memastikan bahwa dia adalah pilihan yang dapat diterima oleh semua orang.”

Struktur Pemerintahan Baru Gaza

Pengumuman ini muncul sehari setelah Trump mendeklarasikan pembentukan dewan tersebut. Langkah ini merupakan bagian dari fase kedua rencana perdamaian Gaza.

Presiden menggambarkan badan ini dengan gaya khasnya yang meledak-ledak. Ia menyebutnya sebagai “Dewan Terbesar dan Paling Bergengsi yang pernah ada”.

Dewan ini akan bekerja beriringan dengan komite teknokrat Palestina beranggotakan 15 orang. Ali Sha’ath memimpin komite tersebut. Ia adalah warga asli Gaza dan mantan wakil menteri di Otoritas Palestina.

Gedung Putih memuji Dr. Sha’ath. Banyak pihak menghormatinya karena kepemimpinan teknokratisnya yang pragmatis dan pemahamannya terhadap realitas institusional Gaza.

Sementara itu, Pasukan Stabilisasi Internasional (ISF) akan mengawasi keamanan wilayah. Mantan kepala pasukan khusus AS, Mayjen Jasper Jeffers, memimpin pasukan ini.

Baca Juga :  Sinner Tak Terbendung: Catat 18 Kemenangan Beruntun

Tantangan di Lapangan

AS meluncurkan rencana perdamaian ini pada 10 Oktober. Fase pertama menghasilkan pembebasan sandera dan penghentian pertempuran. Namun, fase kedua kini berjalan di bawah bayang-bayang kekurangan bantuan dan kekerasan sporadis.

Sejak gencatan senjata, laporan menyebutkan Israel telah menghancurkan ribuan struktur yang selamat dari perang. Penghancuran terjadi di wilayah yang masih mereka kendalikan, termasuk rumah dan rumah kaca.

Di sisi lain, Hamas belum secara terbuka berkomitmen untuk pelucutan senjata penuh. Ini merupakan tuntutan kunci Israel dan salah satu elemen paling sulit dalam penyelesaian jangka panjang.

Anggota kongres Demokrat, Rosa DeLauro, memperingatkan potensi kegagalan. Menurutnya, kesuksesan fase kedua bergantung pada pelaksanaan penuh fase pertama yang masih kurang. Kekurangan ini meliputi pengiriman bantuan kemanusiaan, penghentian serangan militer Israel, dan pengembalian jenazah sandera terakhir, Ran Gvili.

“Perang harus benar-benar berakhir sebelum kita bisa membangun perdamaian,” tegas DeLauro.

Kritik tajam juga datang dari akademisi. Seth Masket, ilmuwan politik Universitas Denver, menyindir nama “Dewan Perdamaian” tersebut.

“Saya harap dia (Trump) punya waktu menghadiri rapat Dewan Perdamaian di sela-sela rapat tentang invasi Venezuela, Iran, Greenland, Kanada, dan Minneapolis,” sindir Masket di media sosial.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Cegah Tawuran di Tanjung Priok, Remaja Bawa Celurit Ditangkap Polisi Dini Hari
Wang Yi dan Anita Anand Resmikan Era Baru Kemitraan Strategis
Tawuran Maut di Jakarta Timur, Pelajar SMP Tewas Dibacok – 16 Remaja Diamankan
Wang Yi Optimistis Hubungan China-AS Miliki Prospek Cerah
Zelenskyy Tuntut Jaminan Keamanan 20 Tahun dan Tolak Konsesi Wilayah
25 Anggota Parlemen dan Pemimpin Serikat Desak Starmer Akhiri Agenda
Kejutan FA Cup: Newcastle Singkirkan Villa, Mansfield Permalukan Burnley
Bukti Baru Pembunuhan Navalny: Lima Negara Ungkap Penggunaan Racun Katak Panah oleh Rusia

Berita Terkait

Minggu, 15 Februari 2026 - 18:19 WIB

Cegah Tawuran di Tanjung Priok, Remaja Bawa Celurit Ditangkap Polisi Dini Hari

Minggu, 15 Februari 2026 - 16:10 WIB

Wang Yi dan Anita Anand Resmikan Era Baru Kemitraan Strategis

Minggu, 15 Februari 2026 - 16:00 WIB

Tawuran Maut di Jakarta Timur, Pelajar SMP Tewas Dibacok – 16 Remaja Diamankan

Minggu, 15 Februari 2026 - 15:01 WIB

Wang Yi Optimistis Hubungan China-AS Miliki Prospek Cerah

Minggu, 15 Februari 2026 - 14:52 WIB

Zelenskyy Tuntut Jaminan Keamanan 20 Tahun dan Tolak Konsesi Wilayah

Berita Terbaru

Rekonsiliasi di Munich. Menlu Tiongkok Wang Yi dan Menlu Kanada Anita Anand menyepakati arah baru hubungan bilateral melalui kemitraan strategis yang lebih dalam dan kebijakan bebas visa. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Wang Yi dan Anita Anand Resmikan Era Baru Kemitraan Strategis

Minggu, 15 Feb 2026 - 16:10 WIB

BNavigasi hubungan dua raksasa. Menlu Tiongkok Wang Yi menegaskan bahwa meskipun sejarah penuh liku, kerja sama China-AS tetap menjadi pilihan terbaik bagi stabilitas dunia di masa depan. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Wang Yi Optimistis Hubungan China-AS Miliki Prospek Cerah

Minggu, 15 Feb 2026 - 15:01 WIB