Interpol Terbitkan Red Notice untuk Syekh Ahmad Al Misry, Polisi Sebut Masih di Mesir

Selasa, 4 Agustus 2026 - 11:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Interpol Red Notice terhadap Syekh Ahmad Al Misry yang menjadi buronan internasional dalam kasus dugaan pelecehan seksual terhadap santri.
(Posnews/Ist)

Interpol Red Notice terhadap Syekh Ahmad Al Misry yang menjadi buronan internasional dalam kasus dugaan pelecehan seksual terhadap santri. (Posnews/Ist)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID β€” Pelarian Syekh Ahmad Al Misry (SAM) kini menjadi perhatian internasional.

Interpol resmi menerbitkan Red Notice terhadap pendakwah yang menjadi tersangka kasus dugaan pelecehan seksual terhadap sejumlah santri, sehingga pencariannya dapat melibatkan jaringan kepolisian di berbagai negara.

Kepala Divisi Hubungan Internasional (Kadiv Hubinter) Polri Brigjen Untung Widyatmoko memastikan bahwa Interpol Headquarters di Lyon, Prancis, telah menyetujui permohonan Red Notice yang diajukan oleh kepolisian Indonesia.

β€œRed Notice sudah terbit minggu lalu,” ujar Untung, Selasa (4/8/2026).

Polisi Lacak Keberadaan di Mesir

Polri masih memburu keberadaan Syekh Ahmad Al Misry.

Berdasarkan hasil pelacakan sementara, tersangka diduga masih berada di Mesir, sehingga aparat terus berkoordinasi dengan otoritas terkait untuk mempercepat proses penangkapan.

β€œMasih dalam upaya pengejaran. Masih berada di Mesir,” kata Untung.

Bareskrim Tetapkan SAM sebagai Tersangka

Sebelumnya, Bareskrim Polri menetapkan Syekh Ahmad Al Misry sebagai tersangka setelah penyidik menggelar perkara berdasarkan Laporan Polisi Nomor LP/B/586/XI/2025/SPKT/Bareskrim Polri tertanggal 28 November 2025.

Baca Juga :  Wamensesneg Ungkap 1.098 Sapi Kurban Prabowo untuk Masyarakat, Bukan Konsumsi Pribadi

Brigjen Trunoyudo Wisnu Andiko menegaskan penyidik telah mengantongi alat bukti yang cukup untuk menetapkan SAM sebagai tersangka.

Terbitnya Red Notice Interpol menjadi langkah penting dalam pengejaran buronan tersebut.

Red Notice memperkuat kerja sama internasional untuk melacak, menangkap, dan memulangkan Syekh Ahmad Al Misry. **

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Uni Eropa Wacanakan Kanada Jadi Anggota Asosiasi Pertama
AS Resmi Konfirmasi Pengoperasian Senjata Luar Angkasa
Runtuhnya Tambang Emas di Sudan Tewaskan 82 Orang
Arab Saudi Kehabisan Stok Rudal Pencegat dan Minta Bantuan
Uni Eropa Wacanakan Larangan Media Sosial bagi Anak
AS Persiapkan Pasukan Tempur Luar Angkasa
DPR AS Sahkan RUU Sanksi dan Tarif Rusia
Bank of Japan Bersiap Naikkan Suku Bunga Utama

Berita Terkait

Jumat, 18 September 2026 - 13:30 WIB

AS Resmi Konfirmasi Pengoperasian Senjata Luar Angkasa

Jumat, 18 September 2026 - 12:23 WIB

Runtuhnya Tambang Emas di Sudan Tewaskan 82 Orang

Jumat, 18 September 2026 - 11:16 WIB

Arab Saudi Kehabisan Stok Rudal Pencegat dan Minta Bantuan

Jumat, 18 September 2026 - 10:12 WIB

Uni Eropa Wacanakan Larangan Media Sosial bagi Anak

Jumat, 18 September 2026 - 09:09 WIB

AS Persiapkan Pasukan Tempur Luar Angkasa

Berita Terbaru

Produksi sawit Kalimantan diproyeksi anjlok hingga 15% pada Q4 akibat kemarau panjang dan karhutla. Simak data kerusakan lahan dan estimasi GAPKI. Dok: Istimewa.

NASIONAL

Produksi Kelapa Sawit Kalimantan Diproyeksi Anjlok 15 Persen

Jumat, 18 Sep 2026 - 17:20 WIB

Ilustrasi, CEO Meta Mark Zuckerberg menolak desakan penghentian pengembangan AI. Simak rincian argumen insentif pasar dan evaluasi independen. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

CEO Meta Mark Zuckerberg Tolak Desakan Penghentian AI

Jumat, 18 Sep 2026 - 15:15 WIB