Revolusi Kopi Susu Gula Aren

Minggu, 26 Oktober 2025 - 19:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi, Dari kopi pahit warung ke ribuan gerai kopi susu, kita bedah revolusi gula aren yang mengubah gaya hidup dan ekonomi. Dok: Istimewa.

Ilustrasi, Dari kopi pahit warung ke ribuan gerai kopi susu, kita bedah revolusi gula aren yang mengubah gaya hidup dan ekonomi. Dok: Istimewa.

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID — Coba ingat kembali sepuluh tahun lalu. Aktivitas ngopi identik dengan kopi hitam pahit di warung tradisional atau kopi mahal bergaya Barat di kafe premium. Namun kini, lanskap itu berubah total. Gelas plastik berisi cairan tiga warna kini memenuhi jalanan: hitam pekatnya kopi, putihnya susu, dan cokelat legitnya gula aren.

Kita sedang menyaksikan sebuah revolusi senyap namun masif, dan es kopi susu gula aren memotorinya. Minuman ini tidak hanya mengubah cara kita mengonsumsi kafein, tetapi juga melahirkan model bisnis baru dan mendefinisikan ulang gaya hidup urban.

Ekonomi di Balik Resep Sederhana

Ledakan tren kopi susu gula aren adalah fenomena ekonomi yang luar biasa. Resep intinya sangat sederhana: espreso, susu segar, dan pemanis gula aren cair. Hebatnya, kesederhanaan inilah yang menjadi kuncinya.

Formula ini mudah ditiru, memiliki biaya produksi yang relatif rendah, dan margin keuntungan yang menarik. Akibatnya, resep ini mendemokrasisasi bisnis kopi. Ribuan brand kopi lokal baru pun lahir, mulai dari gerobak sederhana, booth di lobi gedung, hingga jaringan kedai yang merajai kota. Resep ini menciptakan sebuah ekosistem ekonomi baru dari hulu ke hilir.

Bahan Bakar dan Gaya Hidup

Lebih dari sekadar minuman, es kopi susu gula aren telah bertransformasi menjadi penanda identitas. Pertama, ia adalah bahan bakar kerja yang esensial. Banyak orang menganggap rasa manis dan tendangan kafeinnya sebagai solusi sempurna untuk mengatasi kantuk di sore hari.

Kedua, ia adalah pelumas sosial. Ajakan “Yuk, ngopi” kini lebih sering berarti memesan segelas kopi susu untuk dibawa pergi. Selain itu, menenteng gelas kopi susu tertentu telah menjadi penanda gaya hidup, bagian dari seragam tidak resmi pekerja kreatif dan profesional muda.

Baca Juga :  Forum Boao 2026 Proyeksikan Asia Tumbuh 4,5 Persen

Bertahan atau Tergantikan?

Seperti semua tren besar, pertanyaan utamanya adalah, apakah fenomena ini akan bertahan? Gelombang hype terbesarnya mungkin sudah lewat. Namun, kopi susu gula aren tampaknya berhasil melakukan sesuatu yang gagal dilakukan tren minuman lain: ia menciptakan kategori baru yang permanen.

Minuman ini berhasil mendidik lidah pasar yang lebih luas untuk menikmati kopi dengan cara yang lebih ramah (manis dan creamy). Oleh karena itu, meski mungkin akan muncul minuman baru yang viral, kopi susu gula aren kemungkinan besar akan bertahan. Ia tidak lagi menjadi tren, tetapi telah menjadi menu standar baru, sebuah warisan dari revolusi rasa yang telah mengubah peta kuliner Indonesia

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Paus Leo XIV Siap Kunjungi Korea Utara jika Pyongyang Mengundang
PM Jepang Sanae Takaichi Apresiasi Kesepakatan Damai AS-Iran
António Guterres Saksikan Langsung Horor Kekerasan Geng
Kapal Perang Rusia Tembakkan Tembakan Peringatan
Donald Trump Sebut Benjamin Netanyahu Gila
Mikrofon Bocor Ungkap Obrolan Spontan Para Pemimpin Dunia
Alysa Liu dan Ilia Malinin Siap Beraksi di Skate America
Aliansi SoftBank dan OpenAI: Perangi Krisis Siber Jepang

Berita Terkait

Rabu, 17 Juni 2026 - 16:24 WIB

Paus Leo XIV Siap Kunjungi Korea Utara jika Pyongyang Mengundang

Rabu, 17 Juni 2026 - 14:48 WIB

António Guterres Saksikan Langsung Horor Kekerasan Geng

Rabu, 17 Juni 2026 - 13:31 WIB

Kapal Perang Rusia Tembakkan Tembakan Peringatan

Rabu, 17 Juni 2026 - 12:21 WIB

Donald Trump Sebut Benjamin Netanyahu Gila

Rabu, 17 Juni 2026 - 11:12 WIB

Mikrofon Bocor Ungkap Obrolan Spontan Para Pemimpin Dunia

Berita Terbaru

Ilustrasi, Misi damai Vatikan di Asia Timur. Kardinal Lazzaro You Heung-sik menyebut Paus Leo XIV siap mengunjungi Korea Utara guna meredakan ketegangan politik regional. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Paus Leo XIV Siap Kunjungi Korea Utara jika Pyongyang Mengundang

Rabu, 17 Jun 2026 - 16:24 WIB