Tren Rawdogging Penerbangan: Perlawanan Ekstrem Terhadap Stimulasi Digital

Sabtu, 22 November 2025 - 18:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi, Terbang 12 jam tanpa film, musik, atau tidur? Tren

Ilustrasi, Terbang 12 jam tanpa film, musik, atau tidur? Tren "Rawdogging" menantang batas ketahanan mental pria modern. Simak fenomena puasa digital ekstrem ini. Dok: Istimewa.

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID — Bayangkan Anda duduk di dalam tabung logam selama 12 jam. Tidak ada film, tidak ada musik, tidak ada buku, dan tidak ada tidur. Anda hanya menatap peta penerbangan atau sandaran kursi di depan mata.

Bagi kebanyakan orang, skenario ini terdengar seperti mimpi buruk atau penyiksaan. Namun, bagi sekelompok pria di media sosial, ini adalah tren baru yang menantang. Fenomena ini dikenal dengan nama “Rawdogging” penerbangan.

Istilah ini merujuk pada tindakan menempuh penerbangan jarak jauh tanpa bantuan hiburan elektronik sama sekali. Bahkan, pelakunya sering kali hanya duduk diam mematung. Mereka menolak segala bentuk distraksi dan memilih untuk menghadapi kebosanan secara total.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Perlawanan Balik Terhadap Layar

Tren ini muncul bukan tanpa alasan. Sebenarnya, ini adalah bentuk reaksi balik (counter-culture) terhadap gaya hidup modern kita. Kita hidup di era yang penuh sesak dengan stimulasi digital.

Baca Juga :  Polwan Jaga Jakarta Dampingi Korban Kebakaran Pasar Jiung Lewat Trauma Healing

Otak kita terus-menerus digempur oleh notifikasi dan konten singkat. Akibatnya, banyak orang mengalami kelelahan dopamin (dopamine fatigue). Otak menjadi tumpul karena terlalu banyak asupan hiburan instan.

Oleh karena itu, “rawdogging” menjadi cara ekstrem untuk menekan tombol reset. Para pelaku ingin memulihkan kembali kemampuan otak mereka untuk fokus. Mereka memaksa diri untuk berdamai dengan keheningan dan pikiran mereka sendiri.

Uji Maskulinitas Stoik

Di sisi lain, tren ini juga memuat simbolisme maskulinitas yang kuat. Banyak pria menganggap tantangan ini sebagai uji ketahanan mental. Mereka ingin membuktikan bahwa mereka memiliki kontrol diri yang tinggi.

Sikap ini mencerminkan filosofi Stoikisme. Artinya, seseorang harus mampu menanggung ketidaknyamanan tanpa mengeluh. Menatap kursi selama sepuluh jam dianggap sebagai latihan meditasi tingkat tinggi.

Lantas, mereka memamerkan pencapaian ini di TikTok atau Instagram. Mereka merasa bangga karena berhasil menaklukkan rasa bosan tanpa bantuan teknologi.

Baca Juga :  Bareskrim Gerebek THM New Zone Medan, 34 Orang Diangkut Termasuk Owner dan Manajer

Meditasi atau Penyiksaan Diri?

Meskipun demikian, pakar kesehatan memiliki pandangan berbeda. Sisi positifnya, beristirahat dari layar memang baik untuk mata dan pikiran. Akan tetapi, melakukannya secara ekstrem bisa berbahaya.

Duduk diam tanpa bergerak selama belasan jam meningkatkan risiko penggumpalan darah atau Deep Vein Thrombosis (DVT). Selain itu, dehidrasi juga menjadi ancaman nyata karena sebagian pelaku juga menolak minum selama penerbangan.

Maka, batas antara meditasi dan penyiksaan diri menjadi sangat tipis di sini. Menghukum tubuh demi sebuah konten viral bukanlah tindakan bijak.

Kerinduan Akan Keheningan

Pada akhirnya, tren aneh ini adalah manifestasi dari kebosanan modern. Kita mungkin tidak menyadarinya, tetapi jiwa kita merindukan keheningan total.

Dunia digital terlalu bising. Sayangnya, kita harus melakukan tindakan ekstrem seperti “rawdogging” hanya untuk bisa mendengar isi kepala sendiri kembali. Kita ingin merasakan kembali lambatnya waktu, sesuatu yang telah dirampas oleh algoritma media sosial.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Serangan Infrastruktur AS-Iran Picu Ancaman Perang
Trump Ancam Kanada dengan Tarif Baru Akibat Asap
Tarumajaya Bekasi Penuhi Sampah dan Genangan, Warga Desak Dedi Mulyadi Bertindak
Polisi Ringkus Pemotor Ninja RR yang Tampar Pengendara di Jagakarsa
Sumur Minyak Tradisional Meledak di Aceh Timur, Kobaran Api Masih Berkobar
Kapal Mati Mesin di Perairan Pulau Pari, Gulkarmat Evakuasi 150 Penumpang
Home Industry Vape THC di Bali Terbongkar, Omzet Diduga Capai Rp300 Miliar
TPA Jatiwaringin Tangerang Terbakar 15 Hektare, BNPB: 40 Persen Api Sudah Padam

Berita Terkait

Sabtu, 18 Juli 2026 - 20:17 WIB

Serangan Infrastruktur AS-Iran Picu Ancaman Perang

Sabtu, 18 Juli 2026 - 19:13 WIB

Trump Ancam Kanada dengan Tarif Baru Akibat Asap

Selasa, 7 Juli 2026 - 21:55 WIB

Tarumajaya Bekasi Penuhi Sampah dan Genangan, Warga Desak Dedi Mulyadi Bertindak

Senin, 6 Juli 2026 - 05:24 WIB

Polisi Ringkus Pemotor Ninja RR yang Tampar Pengendara di Jagakarsa

Minggu, 5 Juli 2026 - 20:09 WIB

Sumur Minyak Tradisional Meledak di Aceh Timur, Kobaran Api Masih Berkobar

Berita Terbaru

Respawn Entertainment resmi menghentikan operasional Apex Legends di Nintendo Switch generasi pertama mulai Season 30 demi memaksimalkan potensi Nintendo Switch 2. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

Capcom Menguji Monster Hunter Wilds di Nintendo Switch 2

Sabtu, 8 Agu 2026 - 12:19 WIB

Kelompok pemberontak Houthi melancarkan serangan rudal dan drone di Marib serta Hadramaut yang menewaskan puluhan prajurit pemerintah Yaman. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Kelompok Houthi Melancarkan Serangan Rudal Maut di Yaman

Sabtu, 8 Agu 2026 - 11:07 WIB

PM Kanada Mark Carney menyebut perundingan dagang dengan AS semakin sengit usai Donald Trump mengancam kenaikan tarif 50 persen. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

PM Kanada Sebut Perundingan Dagang AS Makin Sengit

Sabtu, 8 Agu 2026 - 09:01 WIB