BGN Evaluasi Motor Listrik, Laptop hingga CCTV untuk Efisiensi Anggaran 2026

Minggu, 21 Juni 2026 - 18:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

DPR Dukung Motor Listrik BGN Dihibahkan ke Guru Honorer, Soroti Dugaan Mark-Up Pengadaan. (Posnews/Ist)

DPR Dukung Motor Listrik BGN Dihibahkan ke Guru Honorer, Soroti Dugaan Mark-Up Pengadaan. (Posnews/Ist)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Rencana Badan Gizi Nasional (BGN) untuk menghibahkan sepeda motor listrik kepada guru honorer di berbagai daerah mendapat dukungan Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Yahya Zaini.

BGN sebelumnya membeli kendaraan tersebut untuk operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Yahya menilai hibah itu menjadi jalan terbaik agar aset yang sudah dibeli dengan uang negara tidak terbengkalai dan tetap bermanfaat bagi masyarakat.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Saat rapat dengan Komisi IX, Ibu Agustina Arumsari menyampaikan rencana hibah motor listrik kepada guru honorer di daerah. Saya mendukung rencana tersebut,” kata Yahya, Sabtu (20/6/2026).

Yahya Kritik Pengadaan Motor Listrik

Meski mendukung hibah, Yahya sejak awal menolak pengadaan motor listrik untuk operasional SPPG.

Menurutnya, pengelola dapur MBG tidak membutuhkan mobilitas tinggi sehingga motor listrik tidak sesuai dengan kebutuhan di lapangan.

Baca Juga :  DPR Minta MBG Dihentikan Saat Libur Sekolah, Dinilai Tak Efektif dan Boros Anggaran

Yahya juga mengungkapkan Komisi IX DPR tidak pernah menerima laporan terkait proyek pengadaan tersebut. Akibatnya, DPR tidak dapat mengawasi penggunaan anggaran BGN secara maksimal.

Selain mempertanyakan kebutuhan pengadaan, Yahya juga mengkritik proses pembelian motor listrik.

Ia menilai penyedia kendaraan tidak memiliki jaringan dealer dan layanan purna jual yang memadai. Ia juga menyoroti dugaan penggelembungan harga atau mark-up dalam proyek tersebut.

Karena itu, Yahya meminta seluruh proses pengadaan dan penggunaan anggaran negara berlangsung transparan dan akuntabel.

BGN Koordinasi dengan Kejaksaan Agung

Di sisi lain, Wakil Kepala BGN Agustina Arumsari menjelaskan bahwa BGN sebelumnya membeli motor listrik tersebut pada masa kepemimpinan terdahulu.

Sebelum menghibahkan kendaraan itu kepada guru honorer, BGN akan berkoordinasi dengan Kejaksaan Agung untuk memastikan seluruh proses sesuai aturan hukum dan administrasi.

Baca Juga :  Alarm Merah PBB: Dunia Dipastikan Gagal Capai Target 1,5°C, Menuju Pemanasan Bencana 2,5°C

“Kami akan berkoordinasi dengan Kejaksaan. Prinsipnya, kami ingin memaksimalkan seluruh aset yang sudah dibeli pada 2025,” ujar Agustina usai rapat di Kompleks Parlemen.

BGN Evaluasi Seluruh Aset 2025

Agustina menegaskan BGN tidak hanya mengevaluasi motor listrik. BGN juga meninjau seluruh aset yang dibeli pada 2025, seperti laptop, perangkat Internet of Things (IoT), CCTV, dan perlengkapan lainnya.

Menurutnya, langkah tersebut menjadi bagian dari upaya efisiensi anggaran sekaligus memastikan seluruh aset negara memberikan manfaat optimal.

BGN kini menyisir seluruh pos anggaran 2026 dan mencoret pengadaan yang memiliki fungsi sama dengan aset yang sudah tersedia.

“Jika barang yang sudah kami beli pada 2025 menghasilkan output yang sama, kami tidak akan menganggarkan pengadaan serupa pada 2026,” tegas Agustina.

BGN menjalankan langkah tersebut sebagai bagian dari strategi efisiensi anggaran di tengah sorotan publik terhadap sejumlah proyek pengadaan pada tahun sebelumnya. **

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Musim Hujan 2026/2027 Mundur, BMKG Ungkap Dampak El Nino Sangat Kuat
HUT TNI ke-81 Digelar Sederhana di Mabes, Banyak Prajurit Tangani Bencana
Belasan Aset Mewah Ipda Yayat Diburu KPK, Tersebar di Bekasi hingga Bogor
KM Virgo Transport 8: Korban Meninggal Jadi 15, Ada 120 Orang Masih Dicari
OTT KPK di Bolmut, 14 Orang Diamankan dan Uang Ratusan Juta Disita
KPK Temukan Jejak Aliran Uang Kasus HGB Summarecon
KPK Telusuri 4 Mobil yang Diduga Diberikan Pengusaha kepada Vinna Ledy
Karhutla Indonesia Belum Padam, 64 Pesawat dan 54.394 Personel Dikerahkan

Berita Terkait

Selasa, 22 September 2026 - 14:24 WIB

Musim Hujan 2026/2027 Mundur, BMKG Ungkap Dampak El Nino Sangat Kuat

Selasa, 22 September 2026 - 14:15 WIB

HUT TNI ke-81 Digelar Sederhana di Mabes, Banyak Prajurit Tangani Bencana

Selasa, 22 September 2026 - 10:19 WIB

Belasan Aset Mewah Ipda Yayat Diburu KPK, Tersebar di Bekasi hingga Bogor

Selasa, 22 September 2026 - 06:11 WIB

KM Virgo Transport 8: Korban Meninggal Jadi 15, Ada 120 Orang Masih Dicari

Senin, 21 September 2026 - 20:40 WIB

OTT KPK di Bolmut, 14 Orang Diamankan dan Uang Ratusan Juta Disita

Berita Terbaru

Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Ani Ruspitawati. (Posnews/Ist)

JABODETABEK

Kasus ISPA Jakarta Naik 15,7 Persen, Ini Imbauan Dinkes untuk Warga

Selasa, 22 Sep 2026 - 16:28 WIB

Kamera portabel CAIM1 memakai kipas mini Noctua NF-A4x10 untuk pendinginan video 4K dan pemrosesan kriptografi. Simak detail spesifikasinya. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

Kamera CAIM1 Gunakan Kipas Mini Noctua untuk Mendinginkan

Selasa, 22 Sep 2026 - 14:29 WIB