SpaceX Desak Pentagon Bayar Lebih Mahal untuk Drone Kamikaze

Kamis, 28 Mei 2026 - 12:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ketergantungan pertahanan AS. SpaceX mendesak Pentagon membayar tarif langganan Starlink hingga lima kali lipat untuk operasional drone kamikaze dalam perang melawan Iran. Dok: Istimewa.

Ketergantungan pertahanan AS. SpaceX mendesak Pentagon membayar tarif langganan Starlink hingga lima kali lipat untuk operasional drone kamikaze dalam perang melawan Iran. Dok: Istimewa.

WASHINGTON, POSNEWS.CO.ID – Perusahaan kedirgantaraan SpaceX mendesak Departemen Pertahanan Amerika Serikat (Pentagon) membayar biaya sewa jaringan satelit Starlink lebih mahal. Hal ini terjadi setelah militer AS sukses menggunakan drone kamikaze dalam perang melawan Iran.

Para eksekutif SpaceX berargumen bahwa militer AS menggunakan layanan tingkat tinggi (aviation tier). Namun, Pentagon selama ini hanya membayar tarif layanan standar. Akibatnya, SpaceX menuntut kenaikan biaya bulanan per terminal dari USD 5.000 menjadi USD 25.000.

Sengketa Tarif pada Drone Kamikaze LUCAS

Perselisihan ini berpusat pada penggunaan satelit Starlink pada drone bunuh diri bernama LUCAS. Secara spesifik, drone murah buatan Spektreworks ini mampu berputar-putar sebelum menabrak target secara presisi.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pihak Pentagon sempat menolak tuntutan kenaikan harga tersebut. Sebab, drone kamikaze hanya menggunakan koneksi satelit selama beberapa jam sebelum hancur meledak. Meskipun demikian, militer AS akhirnya mengalah dan menyetujui harga baru demi kelancaran operasi serangan di Iran. Dengan demikian, biaya operasional per unit drone LUCAS kini melonjak hampir dua kali lipat dari harga awal USD 30.000.

Baca Juga :  BPBD DKI Sebar 2,4 Ton CaO dalam Operasi Modifikasi Cuaca Hari ke-9 di Jakarta

Monopoli Teknologi dan Posisi Tawar Elon Musk

Perselisihan harga ini mempertegas posisi tawar Elon Musk yang sangat kuat atas keamanan nasional AS. Sebab, saat ini tidak ada perusahaan lain yang memiliki konstelasi satelit tandingan sekelas Starlink.

Pengamat pertahanan dari Center for Strategic and International Studies, Clayton Swope, menilai SpaceX memiliki kendali penuh atas Pentagon. Sebagai contoh, SpaceX meraup keuntungan besar menjelang rencana penawaran saham perdana (IPO) mereka bulan depan.

Di sisi lain, militer AS juga terus berupaya mencari kompetitor satelit komersial lainnya. Namun, dominasi 10.000 satelit Starlink di orbit membuat Pentagon sulit berpaling dalam waktu dekat.

Baca Juga :  Pembelajaran Online: Mitos Interaksi dan Kehadiran Sosial

Proyek Seluler Langsung untuk Warga Iran

Ketegangan kedua pihak juga merambah ke rencana penyediaan layanan internet langsung ke ponsel (direct-to-cell) bagi warga Iran. Sebelumnya, pemerintah AS mengirim 6.000 terminal Starlink secara senyap untuk membantu warga Iran menghindari pemblokiran internet.

Namun, otoritas Iran menyita terminal-terminal tersebut dan memasang alat pengacak sinyal (jamming). Oleh sebab itu, Pentagon meminta SpaceX mengaktifkan teknologi koneksi langsung tanpa terminal fisik di darat.

SpaceX merespons permintaan tersebut dengan menawarkan biaya peluncuran hingga USD 500 juta. Selain itu, mereka meminta biaya operasional bulanan sebesar USD 100 juta. Akibat harga yang fantastis ini, para pejabat pertahanan AS kini berada dalam posisi bimbang untuk melanjutkan kesepakatan.

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Meta Resmi Rilis Layanan Berbayar Facebook Plus
Viral! Begal Motor di Bogor Dihajar Warga Usai Rampas Motor Sejoli Pelajar
Polisi Sita 30 Cartridge Etomidate, Satu Pelaku Diamankan di Sedayu Square
Polisi Selidiki Kematian Sadis WN Korea Selatan di Tambun
Satu Keluarga Tewas Saat Camping di Temanggung, Diduga Keracunan BBQ di Kledung Pass
Angin Kencang dan Banjir Terjang Tangsel, BNPB: 40 Rumah Rusak dan 180 KK Terdampak
Dendam Cinta Ditolak, Pemuda di Buleleng Nekat Bakar Mobil dan Kandang Sapi
Akankah Album Arirang Bawa BTS Raih Piala Grammy?

Berita Terkait

Jumat, 29 Mei 2026 - 06:10 WIB

Meta Resmi Rilis Layanan Berbayar Facebook Plus

Kamis, 28 Mei 2026 - 20:40 WIB

Viral! Begal Motor di Bogor Dihajar Warga Usai Rampas Motor Sejoli Pelajar

Kamis, 28 Mei 2026 - 20:17 WIB

Polisi Sita 30 Cartridge Etomidate, Satu Pelaku Diamankan di Sedayu Square

Kamis, 28 Mei 2026 - 19:31 WIB

Polisi Selidiki Kematian Sadis WN Korea Selatan di Tambun

Kamis, 28 Mei 2026 - 17:31 WIB

Satu Keluarga Tewas Saat Camping di Temanggung, Diduga Keracunan BBQ di Kledung Pass

Berita Terbaru

Ilustrasi, Diversifikasi pendapatan di era AI. Meta meluncurkan paket berlangganan berbayar Facebook Plus, Instagram Plus, dan WhatsApp Plus secara global guna mendanai belanja infrastruktur AI. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Meta Resmi Rilis Layanan Berbayar Facebook Plus

Jumat, 29 Mei 2026 - 06:10 WIB

Ilustrasi, Tewas. (Pixabay)

HUKRIM

Polisi Selidiki Kematian Sadis WN Korea Selatan di Tambun

Kamis, 28 Mei 2026 - 19:31 WIB