Jalan Bergelombang, Jantung Sehat

Kamis, 8 Januari 2026 - 10:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi, Lupakan gym mahal. Rahasia kesehatan jantung dan keseimbangan tubuh mungkin sesederhana berjalan di atas matras berbatu kerikil di ruang tamu Anda. Dok: Istimewa.

Ilustrasi, Lupakan gym mahal. Rahasia kesehatan jantung dan keseimbangan tubuh mungkin sesederhana berjalan di atas matras berbatu kerikil di ruang tamu Anda. Dok: Istimewa.

LONG BEACH, POSNEWS.CO.ID – Di akhir tahun 1960-an, kaum hippie di California sibuk merenungkan cinta dan perdamaian. Namun, dua ilmuwan justru sibuk menatap kaki mereka. Ahli penyakit kaki Charles Brantingham dan fisiolog Bruce Beekman mengajukan teori radikal. Menurut mereka, lantai datar mungkin berbahaya bagi kesehatan kita.

Mereka menduga ada kaitan erat antara epidemi tekanan darah tinggi dengan permukaan lantai. Keseragaman tempat kita berdiri dan berjalan menjadi tersangka utama. Masalahnya, permukaan datar memusatkan tekanan hanya pada beberapa titik kaki.

Akibatnya, gaya hidup modern yang serba mulus ini “membuang” fleksibilitas kaki. Padahal, kaki manusia memiliki 26 tulang, 33 sendi, dan 100 otot. Solusinya ternyata sederhana namun revolusioner. Buatlah lantai bergoyang sedikit.

Eksperimen Lantai Bergoyang

Brantingham dan Beekman lantas menguji teori ini. Mereka meminta 65 pegawai pabrik berdiri di atas matras spons yang tidak rata. Ketidakteraturan kecil ini memaksa telapak kaki relawan menyimpang dari posisi horizontal. Hal ini terjadi setiap kali mereka bergerak.

Baca Juga :  Karyawan Minimarket Bobol Brankas Rp52 Juta, Habis 3 Jam untuk Judi Online

Hasilnya menakjubkan. Hanya dalam beberapa minggu, intervensi sederhana ini membuat perbedaan besar. Goyangan kecil mengaktifkan sekumpulan otot di kaki. Otot-otot ini kemudian bertindak sebagai pompa untuk mengalirkan darah kembali ke jantung.

Mekanisme ini mencegah penumpukan darah di kaki. Selain itu, stres pada sistem kardiovaskular berkurang. Dua pertiga relawan bahkan melaporkan merasa jauh lebih segar.

Inspirasi dari Jalur Batu China

Ide ini mendapat napas baru baru-baru ini. John Fisher dari Institut Penelitian Oregon merilis temuan serupa. Fisher merancang matras plastik bertekstur kerikil (cobblestone mat) dengan dana dari National Institute of Aging. Matras ini meniru jalur kesehatan di taman-taman China.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Fisher mengakui inspirasinya datang dari Beijing dan Shanghai. Di sana, warga kota rutin berjalan tanpa alas kaki di jalur berbatu. Mereka melakukannya selama 5-10 menit setiap hari. Ternyata, kearifan lokal ini punya dasar ilmiah kuat.

Ia melakukan uji coba terhadap lansia usia 60 tahun ke atas. Subjek berjalan di atas matras kerikil ini selama 16 minggu. Hasilnya, keseimbangan mereka meningkat signifikan dan tekanan darah turun drastis. Matras seharga $35 ini pun ludes terjual dalam waktu singkat.

Baca Juga :  Peta Jalan Masa Remaja: Anak Tiba-Tiba Berubah

Taman Telanjang Kaki dan Sepatu Goyang

Tren ini kini merambah Eropa. Di Jerman, Austria, dan Swiss, taman “tapak kaki” (barefoot parks) kian populer. Pengunjung berjalan di atas lumpur, kayu, dan batu untuk mendapatkan pijat refleksi alami.

Bagi yang enggan membuat jalur batu sendiri, inovasi teknologi menawarkan alternatif. Sepatu Masai Barefoot Technology (MBT) hadir dengan sol melengkung. Sol ini memaksa pemakainya bergoyang kecil saat berdiri diam.

Benno Nigg, ilmuwan olahraga dari Universitas Calgary, memuji sepatu ini. Ia menyebutnya sebagai “salah satu hal terbaik yang terjadi pada umat manusia selama bertahun-tahun.” Sepatu ini melatih otot kecil di sekitar pergelangan kaki dan mengurangi ketegangan sendi. Ini membuktikan satu hal: terkadang, sedikit ketidakstabilan justru membuat kita lebih kokoh.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

BMKG Warning Cuaca Banten, Hujan Lebat dan Angin Kencang 3-8 Mei 2026
Zelenskyy Rombak Struktur Tentara dan Naikkan Gaji Prajurit
Pemerintahan Trump Tuduh Era Biden Targetkan Umat Beriman
10 Tewas dalam Serangan Israel di Lebanon Selatan, Hezbollah Balas dengan Drone
Trump Klaim Permusuhan Berakhir Guna Hindari Izin Kongres
AS Tarik 5.000 Pasukan dari Jerman Setelah Perselisihan Trump-Merz
Viral Dosen UIN Jambi Digerebek Istri di Kos Bersama Mahasiswi, Jabatan Dicopot
Pria di Pool Bus MGI Sukabumi Tewas Ditusuk dan Dikeroyok, Polisi Buru Pelaku

Berita Terkait

Minggu, 3 Mei 2026 - 12:40 WIB

BMKG Warning Cuaca Banten, Hujan Lebat dan Angin Kencang 3-8 Mei 2026

Minggu, 3 Mei 2026 - 12:12 WIB

Zelenskyy Rombak Struktur Tentara dan Naikkan Gaji Prajurit

Minggu, 3 Mei 2026 - 11:08 WIB

Pemerintahan Trump Tuduh Era Biden Targetkan Umat Beriman

Minggu, 3 Mei 2026 - 09:59 WIB

10 Tewas dalam Serangan Israel di Lebanon Selatan, Hezbollah Balas dengan Drone

Minggu, 3 Mei 2026 - 08:57 WIB

Trump Klaim Permusuhan Berakhir Guna Hindari Izin Kongres

Berita Terbaru

Transformasi di garis depan. Presiden Volodymyr Zelenskyy mengumumkan reformasi sistemik militer Ukraina mulai Juni 2026 guna mengatasi kekurangan personel dan meningkatkan kesejahteraan pasukan infanteri. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Zelenskyy Rombak Struktur Tentara dan Naikkan Gaji Prajurit

Minggu, 3 Mei 2026 - 12:12 WIB

Ketegangan agama dan politik. Satuan Tugas Penghapusan Bias Anti-Kristen merilis laporan 200 halaman yang menuduh pemerintahan Joe Biden melakukan diskriminasi sistemik terhadap umat Kristen melalui kebijakan pendidikan, hukum, dan simbol negara. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Pemerintahan Trump Tuduh Era Biden Targetkan Umat Beriman

Minggu, 3 Mei 2026 - 11:08 WIB

Ketegangan agama dan politik. Satuan Tugas Penghapusan Bias Anti-Kristen merilis laporan 200 halaman yang menuduh pemerintahan Joe Biden melakukan diskriminasi sistemik terhadap umat Kristen melalui kebijakan pendidikan, hukum, dan simbol negara. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Trump Klaim Permusuhan Berakhir Guna Hindari Izin Kongres

Minggu, 3 Mei 2026 - 08:57 WIB