JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Amerika Serikat berupaya memulihkan hubungan dengan India. Sekretaris Negara AS, Marco Rubio, memulai kunjungan kerja selama tiga hari pada hari Sabtu. Sebelumnya, hubungan kedua negara sempat mengalami ketegangan akibat kebijakan tarif Washington dan pendekatan diplomatik AS terhadap Pakistan.
Dalam pertemuan dengan Perdana Menteri Narendra Modi, Rubio mendorong kerja sama energi yang lebih erat. Ia menyampaikan bahwa produk energi Amerika memiliki potensi besar untuk mendiversifikasi pasokan bagi India. Selain itu, Rubio menekankan pentingnya langkah ini di tengah krisis energi akibat perang di Timur Tengah.
Memperbaiki Retakan Akibat Sengketa Tarif
Hubungan AS-India sempat mengalami guncangan hebat tahun lalu. Pada saat itu, Presiden Donald Trump memberlakukan tarif hukuman terhadap barang-barang asal India. Akibatnya, kepercayaan New Delhi terhadap Washington sempat memudar secara signifikan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Namun demikian, kedua negara berhasil mencapai kesepakatan sementara. Trump mencabut sebagian tarif tersebut sebagai bentuk niat baik. Meskipun begitu, tim negosiator kedua negara belum merampungkan perjanjian perdagangan komprehensif hingga saat ini.
Pakistan dan Dinamika Geopolitik Regional
Di sisi lain, keterlibatan Amerika Serikat dalam pembicaraan perdamaian di Iran justru menciptakan masalah baru bagi hubungan AS-India. Washington kini semakin dekat dengan Pakistan, yang bertindak sebagai mediator utama bagi Teheran. Padahal, India memandang Pakistan sebagai rival regional yang berbahaya.
Maka dari itu, Rubio berusaha menegaskan kembali posisi India dalam strategi Indo-Pasifik AS. Ia menyebut India sebagai pilar utama, baik melalui aliansi Quad maupun kerja sama bilateral. “India menempati posisi kunci bagi pendekatan Amerika di Indo-Pasifik,” ujar Rubio kepada wartawan.
Strategi Pemulihan Kepercayaan
Pemerintah AS kini menempatkan Duta Besar Sergio Gor untuk memulihkan kepercayaan di New Delhi. Gor, yang merupakan teman dekat Trump, telah bekerja keras sejak Januari lalu. Hasilnya, kedua negara berhasil merancang kerangka kerja untuk kesepakatan dagang sementara.
Pemerintah AS menurunkan tarif barang India dari 50 persen menjadi 18 persen melalui kesepakatan tersebut. Oleh karena itu, New Delhi kini mengevaluasi langkah selanjutnya. Mereka mempertimbangkan berbagai opsi sementara administrasi Trump terus melakukan investigasi perdagangan tidak adil.
Menanti Momentum Kerja Sama
Banyak pengamat menilai kunjungan Rubio mungkin tidak akan langsung mengubah arah kebijakan secara drastis. Namun, kedua pihak tetap berupaya membangun momentum di sektor-sektor yang memiliki titik temu.
Singkatnya, stabilitas kawasan bergantung pada keberhasilan Amerika Serikat dan India dalam mengelola perbedaan mereka. Di tahun 2026 yang penuh tantangan ini, sinergi antara dua negara demokrasi terbesar di dunia tetap menjadi instrumen vital bagi keamanan dan ekonomi global.
Penulis : Ahmad Haris Kurnia
Editor : Ahmad Haris Kurnia












