Peta Jalan Masa Remaja: Anak Tiba-Tiba Berubah

Kamis, 8 Januari 2026 - 09:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi, Dari obsesi fisik hingga pemberontakan nilai, American Academy of Pediatrics memetakan tiga fase krusial menuju kedewasaan. Dok: Istimewa.

Ilustrasi, Dari obsesi fisik hingga pemberontakan nilai, American Academy of Pediatrics memetakan tiga fase krusial menuju kedewasaan. Dok: Istimewa.

CHICAGO, POSNEWS.CO.ID – Banyak orang tua merasa seolah ada “alien” yang mengambil alih tubuh anak mereka saat memasuki usia belasan. Faktanya, perubahan perilaku yang drastis ini bukanlah tanda kekacauan tanpa sebab, melainkan bagian dari peta jalan biologis yang terstruktur rapi.

American Academy of Pediatrics membagi masa remaja menjadi tiga tahap: awal, tengah, dan akhir. Meskipun setiap anak melaluinya dengan kecepatan hormon yang unik, pola umumnya bersifat universal.

Fase Awal: Obsesi Fisik dan Konformitas

Pada tahun-tahun awal, anak muda mulai melakukan upaya pertama untuk melepaskan peran “anak kecil” yang aman. Periode ini ditandai oleh pertumbuhan fisik yang meledak. Akibatnya, fokus konsep diri remaja sering kali terkunci rapat pada penampilan fisik mereka.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Profesor Robert Havighurst dari Universitas Chicago mencatat bahwa tidak ada masa lain sejak kelahiran di mana individu mengalami perubahan fisik secepat ini. Pubertas mengubah tinggi dan berat badan secara mendadak.

Baca Juga :  Hari Ini Roy Suryo, Cs Diperiksa Sebagai Tersangka di Polda Metro Jaya Terkait Ijazah Jokowi

Oleh karena itu, remaja awal memiliki ketakutan terbesar: dianggap “berbeda” oleh teman sebaya. Periode ini adalah masa konformitas yang intens. Mereka merasa harus “sama” agar bisa diterima, dan validasi sosial menjadi segalanya.

Fase Tengah: Otak yang Mulai Membantah

Memasuki remaja pertengahan, dunia intelektual anak meluas secara tiba-tiba. Mereka mulai mengenali dan memahami hal-hal abstrak, meninggalkan cara pikir anak-anak yang terbatas pada contoh konkret.

Namun, kecerdasan baru ini membawa konflik. Pandangan orang tua tidak lagi mereka anggap sebagai kebenaran mutlak. Dampaknya, perilaku kenakalan mungkin muncul sebagai bentuk uji coba batasan.

Meskipun demikian, ini juga periode di mana mereka mulai mengorientasikan diri pada apa yang “benar dan pantas”. Mereka mengembangkan kematangan perilaku dan belajar mengendalikan impulsivitas, sembari ketertarikan pada lawan jenis mulai mendominasi.

Fase Akhir: Menuju Jati Diri

Tahap akhir adalah persiapan final menuju peran dewasa. Remaja mulai mengkristalkan tujuan karier dan memantapkan identitas pribadi. Kebutuhan akan persetujuan teman sebaya mulai memudar. Kini, mereka telah mandiri secara psikologis dari orang tua.

Baca Juga :  Viral Napi Ngopi di Kafe, Supriadi Langsung Dikirim ke Nusakambangan

Tugas Berat Menjadi Dewasa

Profesor Havighurst mengidentifikasi sebelas tugas perkembangan yang harus remaja selesaikan. Salah satunya adalah mengembangkan keterampilan verbal yang lebih luas. Bahasa kanak-kanak yang terbatas tidak lagi memadai untuk mengakomodasi konsep rumit yang mereka pelajari di sekolah menengah.

Selain itu, mereka harus membangun ideologi pribadi. Remaja menilai ulang nilai-nilai orang tua yang sering kali berbenturan dengan nilai teman sebaya atau masyarakat, lalu mendamaikannya menjadi prinsip hidup mereka sendiri.

Tugas terberat mungkin adalah membangun kemandirian emosional. Remaja sering bimbang (vacillate) antara keinginan untuk tetap bergantung pada orang tua dan dorongan untuk mandiri. Sering kali, upaya menegaskan otonomi ini terlihat sebagai permusuhan atau kurangnya kerja sama di mata orang tua. Padahal, itu hanyalah tanda bahwa mereka sedang berjuang menemukan jalan pulang ke diri mereka sendiri.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Serangan Infrastruktur AS-Iran Picu Ancaman Perang
Trump Ancam Kanada dengan Tarif Baru Akibat Asap
Polisi Ringkus Pemotor Ninja RR yang Tampar Pengendara di Jagakarsa
Sumur Minyak Tradisional Meledak di Aceh Timur, Kobaran Api Masih Berkobar
Kapal Mati Mesin di Perairan Pulau Pari, Gulkarmat Evakuasi 150 Penumpang
Home Industry Vape THC di Bali Terbongkar, Omzet Diduga Capai Rp300 Miliar
TPA Jatiwaringin Tangerang Terbakar 15 Hektare, BNPB: 40 Persen Api Sudah Padam
Satgas Ungkap KKB Bakusip Diduga Dalang Pembakaran Pesawat PT AMA

Berita Terkait

Sabtu, 18 Juli 2026 - 20:17 WIB

Serangan Infrastruktur AS-Iran Picu Ancaman Perang

Sabtu, 18 Juli 2026 - 19:13 WIB

Trump Ancam Kanada dengan Tarif Baru Akibat Asap

Senin, 6 Juli 2026 - 05:24 WIB

Polisi Ringkus Pemotor Ninja RR yang Tampar Pengendara di Jagakarsa

Minggu, 5 Juli 2026 - 20:09 WIB

Sumur Minyak Tradisional Meledak di Aceh Timur, Kobaran Api Masih Berkobar

Minggu, 5 Juli 2026 - 19:56 WIB

Kapal Mati Mesin di Perairan Pulau Pari, Gulkarmat Evakuasi 150 Penumpang

Berita Terbaru

PM Kanada Mark Carney menyebut perundingan dagang dengan AS semakin sengit usai Donald Trump mengancam kenaikan tarif 50 persen. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

PM Kanada Sebut Perundingan Dagang AS Makin Sengit

Sabtu, 8 Agu 2026 - 09:01 WIB

Presiden Donald Trump menandatangani dua perintah eksekutif untuk membatasi hak kewarganegaraan berdasarkan tempat lahir usai Mahkamah Agung menolak kebijakan sebelumnya. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Trump Terbitkan Perintah Eksekutif Baru

Sabtu, 8 Agu 2026 - 07:00 WIB