Prabowo Kirim 20.000 Pasukan Perdamaian ke Gaza, TNI Diminta Bersiap Total

Senin, 13 Oktober 2025 - 09:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden Prabowo Subianto berpidato di Sidang Majelis Umum PBB 2025. Dok: Setpres RI

Presiden Prabowo Subianto berpidato di Sidang Majelis Umum PBB 2025. Dok: Setpres RI

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Perdamaian antara Palestina dengan Israel yang kini berlangsung memiliki peranan penting bagi Indonesia untuk menjaga keutuhan perdamaian.

Presiden Prabowo Subianto memerintahkan TNI bersiap mengirim 20.000 pasukan perdamaian usai menghadiri Sidang Majelis Umum PBB ke-80.

Instruksi itu disampaikan menjelang kepergiannya menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Perdamaian Gaza di Mesir, Senin (13/10/2025).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo, menjelaskan, perintah itu merupakan bentuk komitmen Indonesia bila tercapai kesepakatan damai di Gaza, Palestina.

“Presiden menegaskan, jika tercapai kesepakatan positif, Indonesia siap mengirim pasukan untuk mendukung perdamaian,” ujar Prasetyo, Minggu (12/10/2025) malam.

Selain itu, Prasetyo menambahkan, Presiden juga memerintahkan Wakil Panglima TNI mempersiapkan pasukan. “Tidak menutup kemungkinan Indonesia juga akan menawarkan diri mengirim pasukan perdamaian dalam KTT Gaza,” tambahnya.

Baca Juga :  Prabowo Absen di Harlah ke-100 NU, PBNU Buka Alasan Sebenarnya

Prasetyo mengungkap, undangan ke KTT Gaza diterima mendadak. Meski begitu, Prabowo memilih berangkat demi mendukung proses perdamaian.

“Malam ini, Presiden menyampaikan undangan mendadak untuk menghadiri KTT, dan beliau memutuskan hadir demi kelanjutan perundingan yang diharapkan membawa perdamaian di Gaza,” jelas Prasetyo.

Siap Kirim 20.000 Pasukan Perdamaian

Sebelumnya, dalam Sidang Umum PBB, Prabowo menegaskan kesiapan Indonesia mengerahkan 20.000 pasukan perdamaian ke zona konflik, termasuk Gaza.

“Jika Dewan Keamanan PBB memutuskan, Indonesia siap mengerahkan putra-putri terbaiknya, bahkan lebih dari 20.000, untuk menjaga perdamaian di Gaza, Ukraina, Sudan, Libya, atau wilayah konflik lain,” tegas Prabowo.

Baca Juga :  Prabowo Gelar Pertemuan 4 Jam di Istana, Bedah Eskalasi Konflik Iran dan Dampaknya

Presiden juga menekankan kesiapan Indonesia memberikan bantuan finansial untuk mendukung misi perdamaian PBB. “Kami tidak hanya mengirim pasukan, tetapi juga siap mendukung secara finansial demi misi perdamaian dunia,” tambahnya.

KTT Gaza akan dipimpin Presiden Donald Trump (AS) dan Presiden Abdel Fattah Al-Sisi (Mesir) pada Senin, 13 Oktober 2025.

Pertemuan ini menghadirkan lebih dari 20 pemimpin negara dan bertujuan mengakhiri perang di Jalur Gaza, memperkuat perdamaian, stabilitas Timur Tengah, serta membuka fase baru keamanan regional.

“KTT ini sejalan dengan visi Presiden Trump untuk menciptakan perdamaian kawasan dan mengakhiri konflik global secara berkelanjutan,” jelas pernyataan resmi Kepresidenan Mesir. (red)

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bareskrim Sita Aset Rp425 Miliar dalam Kasus PT Dana Syariah Indonesia
Trump Terbitkan Perintah Eksekutif Baru
Kasus TPPU Febrie Adriansyah, Kejagung Telusuri Keterkaitan 7 Perusahaan
KemenHAM Tegaskan Pasien BPJS Berhak Dapat Layanan Kesehatan Setara
Iran Ancam Serang Fasilitas Energi Teluk
Google Resmi Hentikan Layanan Google Assistant
Serangan Gunting di Covent Garden London Lukai 4 Orang
Prancis Melarang Panggilan Telemarketing Tanpa Izin Konsumen

Berita Terkait

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 07:28 WIB

Bareskrim Sita Aset Rp425 Miliar dalam Kasus PT Dana Syariah Indonesia

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 07:00 WIB

Trump Terbitkan Perintah Eksekutif Baru

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 06:38 WIB

Kasus TPPU Febrie Adriansyah, Kejagung Telusuri Keterkaitan 7 Perusahaan

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 06:00 WIB

Iran Ancam Serang Fasilitas Energi Teluk

Jumat, 7 Agustus 2026 - 16:51 WIB

Google Resmi Hentikan Layanan Google Assistant

Berita Terbaru

Presiden Donald Trump menandatangani dua perintah eksekutif untuk membatasi hak kewarganegaraan berdasarkan tempat lahir usai Mahkamah Agung menolak kebijakan sebelumnya. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Trump Terbitkan Perintah Eksekutif Baru

Sabtu, 8 Agu 2026 - 07:00 WIB