Satu Tahun Trump: Guncangan Global, Doktrin Donroe, dan Ambisi Menguasai Greenland

Selasa, 20 Januari 2026 - 17:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi, Ketegangan baru di Selat Hormuz. Amerika Serikat meluncurkan serangan balasan ke Iran setelah penembakan jatuh helikopter Apache di tengah ancaman pecahnya aliansi AS-Israel. Dok: Istimewa.

Ilustrasi, Ketegangan baru di Selat Hormuz. Amerika Serikat meluncurkan serangan balasan ke Iran setelah penembakan jatuh helikopter Apache di tengah ancaman pecahnya aliansi AS-Israel. Dok: Istimewa.

WASHINGTON, POSNEWS.CO.ID – Selasa (20/1) menandai tepat satu tahun sejak Donald Trump kembali menduduki Gedung Putih. Periode kedua kepresidenannya, yang sering disebut sebagai “Trump 2.0”, telah meninggalkan jejak yang dalam dan terguncang, baik di Amerika Serikat maupun di panggung dunia.

Gaya kepemimpinannya kali ini lebih berani, berpusat pada paksaan, pencegahan, dan tindakan sepihak. Trump, yang akan genap berusia 80 tahun Juni ini, nyaris tidak pernah absen dari sorotan global dengan kebijakan-kebijakan radikalnya.

“Pembersihan” Birokrasi dan Imigrasi

Di dalam negeri, Trump bergerak cepat merealisasikan janjinya melawan “deep state”. Pada Februari 2025, ia menandatangani perintah eksekutif untuk pengurangan skala besar tenaga kerja federal.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Hasilnya drastis. Hingga 30 September, sekitar 154.000 pegawai federal telah menerima tawaran kompensasi dan meninggalkan pemerintahan. Gedung Putih membingkainya sebagai efisiensi, namun kritikus melihatnya sebagai pelemahan kapasitas institusional dan politisasi birokrasi.

Baca Juga :  Viral Kasus PHK, Polda Metro Jaya Bantu Pekerja Dapat Pesangon

Efek dominonya meluas ke sektor swasta. Pada Oktober 2025, perusahaan-perusahaan AS mengumumkan lebih dari 150.000 PHK, dipicu oleh ketidakpastian kebijakan.

Di sektor imigrasi, Trump meluncurkan perombakan besar-besaran di bawah kerangka “America First”. Kebijakannya melampaui deportasi. Ia memperluas larangan perjalanan, memperketat visa H-1B, dan berusaha membatasi kewarganegaraan hak lahir (birthright citizenship). Langkah ini memuaskan basis pendukung MAGA namun memicu banjir gugatan hukum.

Perang Tarif dan Isolasi Internasional

Kebijakan perdagangan Trump 2.0 juga mengirimkan getaran ke pasar keuangan global. Puncaknya adalah pengumuman “tarif timbal balik” pada 2 April 2025, yang memicu konflik dagang dengan ekonomi utama seperti China, Uni Eropa, dan Jepang.

Ekonom memperingatkan bahwa dorongan proteksionis ini telah menaikkan biaya bagi konsumen Amerika dan mengganggu rantai pasok global.

Di panggung diplomasi, Trump menarik AS mundur dari dunia. Ia baru saja menandatangani perintah eksekutif untuk keluar dari 66 organisasi internasional—termasuk 31 entitas PBB dan UNESCO. Alasan Gedung Putih: badan-badan tersebut mempromosikan “kebijakan iklim radikal” yang bertentangan dengan kedaulatan AS.

Baca Juga :  Anak Riza Chalid Dihukum 15 Tahun, Hakim Bebankan Uang Pengganti Rp2,9 Triliun

Lahirnya “Doktrin Donroe”

Namun, langkah paling mengejutkan terjadi dalam kebijakan luar negerinya yang analis sebut sebagai “Doktrin Donroe”—versi modifikasi Trump dari Doktrin Monroe untuk mengontrol Belahan Barat.

Implementasi nyata doktrin ini terlihat pada Januari 2026, ketika pasukan AS melancarkan serangan mendadak di Venezuela yang berujung pada kontrol paksa atas Presiden Nicolas Maduro. Dunia mengutuknya sebagai intervensi garis keras.

Tak berhenti di situ, Trump kini mengarahkan pandangannya ke Arktik. Ia mempercepat dorongan untuk mengakuisisi Greenland.

Ancamannya tidak main-main: AS akan memberlakukan tarif 10 persen mulai 1 Februari terhadap barang-barang dari delapan negara Eropa (termasuk Denmark, Inggris, dan Jerman) jika kesepakatan jual-beli wilayah itu tidak tercapai. Tarif tersebut bahkan akan naik menjadi 25 persen pada bulan Juni.

Ancaman ini telah memicu kemarahan luas di Uni Eropa dan protes massa, menandakan bahwa tahun kedua Trump 2.0 mungkin akan jauh lebih bergejolak daripada yang pertama.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Warga Galang 21 Ribu Tanda Tangan Tolak Pembongkaran
Kerusuhan Mengguncang Nepal Tenggara: 3 Warga Meninggal
Presiden Myanmar Ungkap Peta Jalan 5 Tahun dan Wajib Militer
Hamas Sepakati Peta Jalan Pelucutan Senjata di Gaza
Hakim Hukum Robert Bush 20 Tahun Penjara Akibat Penipuan
Juri Menyatakan Hadi Matar Bersalah atas Penikaman Penulis
Racun Sianida pada Tomat Diduga Tewaskan 15 Gajah di Kenya
14 Warga Meninggal dan Ledakan Mal Picu Krisis

Berita Terkait

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 10:30 WIB

Warga Galang 21 Ribu Tanda Tangan Tolak Pembongkaran

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 09:30 WIB

Kerusuhan Mengguncang Nepal Tenggara: 3 Warga Meninggal

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 08:48 WIB

Presiden Myanmar Ungkap Peta Jalan 5 Tahun dan Wajib Militer

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 07:41 WIB

Hamas Sepakati Peta Jalan Pelucutan Senjata di Gaza

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 06:37 WIB

Hakim Hukum Robert Bush 20 Tahun Penjara Akibat Penipuan

Berita Terbaru

Rampungnya proses syuting Elden Ring. Sutradara Alex Garland dan studio A24 menyelesaikan tahapan pengambilan gambar film adaptasi game bernilai 100 juta dolar AS. Dok: Istimewa.

ENTERTAINMENT

Adaptasi Game Raksasa: A24 Selesaikan Syuting Film Elden Ring

Sabtu, 1 Agu 2026 - 13:24 WIB