Tantangan IMF & Bank Dunia di Tatanan Baru

Sabtu, 25 Oktober 2025 - 06:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi, 
Lahir di era pasca-perang, IMF dan Bank Dunia kini menghadapi krisis relevansi di tengah tuntutan ekonomi baru, perubahan iklim, dan pergeseran kekuatan global. Dok: Istimewa.

Ilustrasi, Lahir di era pasca-perang, IMF dan Bank Dunia kini menghadapi krisis relevansi di tengah tuntutan ekonomi baru, perubahan iklim, dan pergeseran kekuatan global. Dok: Istimewa.

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID — Negara-negara sekutu mendirikan IMF dan Bank Dunia pasca-Perang Dunia II dalam konferensi Bretton Woods. Keduanya menjadi dua pilar utama tatanan ekonomi global dengan tujuan jelas: menciptakan stabilitas keuangan global dan membantu pembangunan kembali Eropa.

Namun, setelah hampir 80 tahun, dunia telah berubah drastis. Lembaga-lembaga yang secara tradisional didominasi oleh Amerika Serikat dan Eropa ini kini menghadapi krisis relevansi di tengah tatanan ekonomi baru yang multipolar.

Dominasi Pasca-Perang

Sejak awal, struktur kedua lembaga ini mencerminkan realitas geopolitik tahun 1945. Amerika Serikat dan sekutunya di Eropa memegang hak suara terbesar yang memberi mereka kendali de-facto atas keputusan besar. Mereka merancang model ini untuk menjaga stabilitas di era Perang Dingin dan mempromosikan kapitalisme pasar bebas.

Cermin yang Retak

Tantangan terbesar pertama adalah soal representasi. Tatanan ekonomi saat ini tidak lagi didominasi Barat. Kekuatan ekonomi baru, terutama dari negara berkembang seperti Tiongkok, India, dan Brasil, memiliki PDB yang besar namun hak suaranya di IMF dan Bank Dunia masih sangat kecil. Hal ini menciptakan persepsi bahwa lembaga-lembaga tersebut gagal mencerminkan realitas ekonomi abad ke-21.

Tantangan kedua adalah warisan kebijakan mereka. Selama puluhan tahun, mereka mempromosikan paket kebijakan yang dikenal sebagai Washington Consensus. Ini adalah serangkaian resep ekonomi yang fokus pada privatisasi, deregulasi, dan penghematan anggaran. Namun, banyak pihak menganggap resep ini gagal, bahkan menuduhnya memperburuk kemiskinan dan ketimpangan di banyak negara berkembang.

Iklim dan Pandemi

Selain krisis legitimasi, IMF dan Bank Dunia kini menghadapi dorongan kuat untuk menangani isu-isu modern yang berada di luar mandat awal mereka. Dunia kini menghadapi tantangan eksistensial seperti perubahan iklim dan kesiapsiagaan pandemi.

Baca Juga :  Jepang Cabut Pembatasan Operasi PLTU Batu Bara

Ada desakan kuat agar kedua lembaga ini memimpin pembiayaan transisi energi hijau. Publik juga menuntut mereka menciptakan mekanisme pendanaan global untuk krisis kesehatan di masa depan. Adaptasi ini krusial, namun seringkali berjalan lambat karena terbentur kepentingan politik internal.

Reformasi atau Redup?

Pertanyaannya kini mendesak: perlukah reformasi besar-besaran agar IMF dan Bank Dunia tetap relevan?

Tanpa perubahan signifikan dalam struktur tata kelola (hak suara) dan adaptasi cepat terhadap prioritas global baru, kedua pilar tatanan lama ini berisiko kehilangan pengaruh. Lembaga-lembaga regional baru mungkin akan menggantikan mereka, atau mereka akan kehilangan relevansinya di dunia yang semakin multipolar.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bareskrim Pastikan Blackout Sumatera Bukan Sabotase, Ini Penyebabnya
Banjir Jakarta Timur Hari Ini, 26 RT Terendam usai Hujan Deras dan Air Kiriman
Polisi Bongkar Fakta Video Viral Korban Begal Season City
Angin Kencang Terjang Bogor, 90 Rumah Warga Rusak di Rumpin
Ketua DPD RI Dorong PLN Siapkan UPS Raksasa Usai Blackout Sumatera
BMKG Prediksi Cuaca Jabodetabek Hari Ini, Bogor dan Bekasi Berpotensi Hujan Petir
Serangan Balik: Ukraina Gempur Terminal Minyak Rusia
Sempat Ditangkap Israel, 9 WNI Relawan Gaza Akhirnya Tiba di Indonesia

Berita Terkait

Senin, 25 Mei 2026 - 11:30 WIB

Bareskrim Pastikan Blackout Sumatera Bukan Sabotase, Ini Penyebabnya

Senin, 25 Mei 2026 - 09:51 WIB

Banjir Jakarta Timur Hari Ini, 26 RT Terendam usai Hujan Deras dan Air Kiriman

Senin, 25 Mei 2026 - 09:35 WIB

Polisi Bongkar Fakta Video Viral Korban Begal Season City

Senin, 25 Mei 2026 - 07:59 WIB

Angin Kencang Terjang Bogor, 90 Rumah Warga Rusak di Rumpin

Senin, 25 Mei 2026 - 07:33 WIB

Ketua DPD RI Dorong PLN Siapkan UPS Raksasa Usai Blackout Sumatera

Berita Terbaru

Heboh Kaki Putus Disebut Korban Begal, Ternyata Kecelakaan Tunggal. (Posnews/Ist)

HUKRIM

Polisi Bongkar Fakta Video Viral Korban Begal Season City

Senin, 25 Mei 2026 - 09:35 WIB