Waduh! Trauma Akibat Ledakan, Banyak Siswa SMAN 72 Jakarta Minta Pindah Sekolah

Minggu, 16 November 2025 - 14:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Pramono meninjau SMAN 72 Jakarta seusai ledakan.

Gubernur Pramono meninjau SMAN 72 Jakarta seusai ledakan.

POSNEWS – Ledakan dahsyat yang terjadi di SMAN 72 Jakarta pekan lalu, ternyata menimbulkan dampak psikologis yang bekepanjangan.

Banyak siswa SMAN 72 Jakarta yang mengajukan permohonan pindah sekolah, lantaran trauma dengan peristiwa yang menyebabkan 93 siswa luka-luka tersebut.

Hal ini diungkapkan Gubernur Jakarta, Pramono Anung, usai bertemu dengan Kepala Sekolah SMAN 72 Jakarta, Tetty Helena Tampubolon.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Dan ternyata dampaknya juga di luar dugaan saya, banyak siswa yang kemudian minta pindah sekolah,” ujar Pramono di Gedung Kemendikdasmen, Jakarta Pusat, Minggu (16/11/2025).

Baca Juga :  Perempuan Bangsa Jakarta Blusukan di Muara Angke, Bagikan Ratusan Takjil untuk Nelayan dan Ojol

Gubernur Pramono menuturkan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI akan mengambil langkah serius untuk merumuskan solusi terbaik agar dampaknya tidak meluas dan berlarut-larut.

“Inilah yang juga menjadi pikiran kita. Saya sudah minta kepada sekolah dan termasuk Ibu Kepala Dinas, agar ini dirumuskan secara baik. Karena saya enggak mau dampaknya sampai panjang,” tegasnya.

Hingga saat ini, kegiatan pembelajaran di SMA 72 Jakarta masih dilakukan secara daring atau online. Pramono berharap, Senin (17/11) besok, sudah bisa belajar seperti biasa lagi.

“Saya sampaikan kepada ibu kepala sekolah, batas waktu untuk pembelajaran yang pakai daring itu kan sampai dengan hari Senin besok,” tutur Pramono.

Baca Juga :  Warga Jakarta Wajib Lapor RT/RW Sebelum Mudik Lebaran 2026, Pemprov DKI Galakkan Siskamling

Dikatakan politikus PDIP itu, pihak sekolah berencana mengundang seluruh guru dan murid untuk mengadakan pertemuan pada Senin (17/11/2025) besok.

Tujuan pertemuan ini adalah untuk memberikan opsi dan mendengarkan aspirasi langsung dari para peserta didik mengenai model pembelajaran yang akan diterapkan ke depan.

“Hari Senin besok mereka akan mengundang para murid dan juga guru, untuk diberikan pilihan apakah mereka akan sekolah langsung atau melalui daring,” terangnya. (*)

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Viral 3 Bocah Cari Makan di Tempat Sampah, Fakta Sudinsos Bikin Prihatin
SD Kemala Bhayangkari 1 Rorotan Direnovasi, Pendidikan Anak Jadi Perhatian
Jangan Terkecoh Langit Cerah, Hujan Lebat Mengintai 7 Wilayah Jabodetabek
Mengenaskan! Dua Pemuda Terjebak Api di Lantai 2, Pintu Rumah Terkunci
Cuaca Jabodetabek Hari Ini, Bogor Berpotensi Hujan, Suhu Capai 34 Derajat
Kebakaran Rumah di Pulogadung Tewaskan 2 Lansia, 25 Warga Selamat
29 Perusahaan Kena Sanksi soal Sampah di Jakarta, Ini Ancaman Berikutnya
Demo Mahasiswa di DPR Hari Ini, 3.983 Personel Siaga dan Lalu Lintas Diatur

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 20:59 WIB

Viral 3 Bocah Cari Makan di Tempat Sampah, Fakta Sudinsos Bikin Prihatin

Rabu, 7 Oktober 2026 - 14:10 WIB

SD Kemala Bhayangkari 1 Rorotan Direnovasi, Pendidikan Anak Jadi Perhatian

Rabu, 7 Oktober 2026 - 05:36 WIB

Jangan Terkecoh Langit Cerah, Hujan Lebat Mengintai 7 Wilayah Jabodetabek

Selasa, 6 Oktober 2026 - 09:58 WIB

Mengenaskan! Dua Pemuda Terjebak Api di Lantai 2, Pintu Rumah Terkunci

Selasa, 6 Oktober 2026 - 05:42 WIB

Cuaca Jabodetabek Hari Ini, Bogor Berpotensi Hujan, Suhu Capai 34 Derajat

Berita Terbaru

Henri B Kagan dan Kenso Soai meraih Hadiah Nobel Kimia atas penemuan autokatalisis dan efek non-linear. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Henri B Kagan dan Kenso Soai Memenangi Hadiah Nobel Kimia

Rabu, 7 Okt 2026 - 20:04 WIB