Dokumen Epstein Terkuak Lagi: Jaksa Sebut Trump Terbang Bersama Wanita Muda

Rabu, 24 Desember 2025 - 08:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi, Ketegangan baru di Selat Hormuz. Amerika Serikat meluncurkan serangan balasan ke Iran setelah penembakan jatuh helikopter Apache di tengah ancaman pecahnya aliansi AS-Israel. Dok: Istimewa.

Ilustrasi, Ketegangan baru di Selat Hormuz. Amerika Serikat meluncurkan serangan balasan ke Iran setelah penembakan jatuh helikopter Apache di tengah ancaman pecahnya aliansi AS-Israel. Dok: Istimewa.

WASHINGTON, POSNEWS.CO.ID – Gelombang baru dokumen skandal Jeffrey Epstein kembali mengguncang publik Amerika Serikat. Departemen Kehakiman (DoJ) merilis kumpulan arsip tambahan setebal hampir 30.000 halaman pada Selasa (23/12/2025).

Isi dokumen tersebut memuat banyak referensi tentang Presiden Donald Trump. Salah satunya adalah klaim dari seorang jaksa senior AS yang menyebut Trump pernah menumpang pesawat jet pribadi milik Epstein pada tahun 1990-an.

Mengejutkannya, penerbangan tersebut juga membawa seorang wanita berusia 20 tahun. Meskipun tidak ada indikasi wanita tersebut adalah korban kejahatan, temuan ini kembali menyoroti kedekatan masa lalu Trump dengan pelaku kejahatan seksual anak tersebut.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

8 Penerbangan dan “Saksi Potensial”

Sebuah surel tertanggal 7 Januari 2020 menjadi sorotan utama. Pengacara AS untuk distrik selatan New York mengirimkan surel tersebut dengan subjek “Catatan Penerbangan Epstein”.

“Catatan penerbangan menunjukkan bahwa Donald Trump bepergian dengan jet pribadi Epstein jauh lebih sering daripada yang dilaporkan sebelumnya,” tulis jaksa tersebut.

Baca Juga :  AS dan Iran Sepakati Perundingan Darurat di Qatar

Secara spesifik, Trump terdaftar sebagai penumpang dalam setidaknya delapan penerbangan antara tahun 1993 dan 1996. Bahkan, dalam empat penerbangan di antaranya, Ghislaine Maxwell—kaki tangan Epstein—juga turut serta.

Dokumen itu merinci bahwa Trump pernah terbang bersama Marla Maples, putrinya Tiffany, dan putranya Eric. Namun, ada catatan yang lebih sensitif.

“Pada dua penerbangan lain, dua penumpangnya masing-masing adalah wanita yang akan menjadi saksi potensial dalam kasus Maxwell,” ungkap surel tersebut.

DoJ: “Klaim Palsu dan Sensasional”

Pemerintahan Trump segera merespons rilis ini. Departemen Kehakiman mengeluarkan pernyataan resmi yang membela sang Presiden. Mereka menyebut beberapa dokumen berisi “klaim tidak benar dan sensasional” yang diajukan ke FBI sebelum pemilu 2020.

“Klaim tersebut tidak berdasar dan salah,” tegas pernyataan DoJ. Menurut mereka, jika klaim itu kredibel, lawan politik pasti sudah menjadikannya senjata untuk menyerang Trump sejak lama.

Trump sendiri secara konsisten membantah mengetahui aktivitas kriminal Epstein. Ia mengaku memang pernah berteman selama 15 tahun, tetapi hubungan mereka putus pada 2004.

Baca Juga :  Cekcok Izin Sakit, Pegawai Kafe di Jatingara Dihantam Piring - Luka Kepala 4 Jahitan

Pangeran Andrew dan Paspor Saudi

Dokumen baru ini tidak hanya menyeret Trump. Nama Andrew Mountbatten-Windsor, yang sebelumnya dikenal sebagai Pangeran Andrew dari Inggris, juga muncul berulang kali.

Selain itu, ada temuan aneh berupa foto paspor Austria dengan wajah Epstein namun bernama “Marius Fortelni” yang berdomisili di Arab Saudi.

Seorang jaksa pada 2019 sempat mempertanyakan mengapa paspor tersebut bisa berada di brankas rumah Epstein. “Tanyakan apakah dia punya alasan untuk mengetahui hal ini,” tulis jaksa tersebut dalam korespondensi internal.

Sementara itu, pemimpin Demokrat di Senat, Chuck Schumer, menuntut transparansi lebih lanjut. Ia mendesak DoJ untuk mengungkap identitas “setidaknya sepuluh calon konspirator” lain yang disebut dalam dokumen namun tidak pernah dituntut.

Kini, bola panas skandal Epstein kembali bergulir liar. Publik menuntut kejelasan tentang siapa saja elit global yang terlibat dalam jaringan gelap sang miliarder yang tewas bunuh diri di penjara pada 2019 lalu.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kebakaran Hutan Hebat Terjang Spokane Washington
Polisi Selidiki Motif Penembakan di Restoran In-N-Out Idaho
Capital One Ungkap Alasan Penutupan Rekening Trump
Pejabat Board of Peace Temui Netanyahu Bahas Pelucutan
25 Negara Bagian Gugat Pemerintahan Trump Akibat Kebijakan Tarif
Trump Kritik Jaksa Jeanine Pirro Soal Kasus Kolam Lincoln
Trump Beri Iran Kesempatan Terakhir Jelang Perundingan
Demokrat Ungguli Republik Soal Ekonomi Jelang Pemilu

Berita Terkait

Rabu, 5 Agustus 2026 - 17:05 WIB

Kebakaran Hutan Hebat Terjang Spokane Washington

Rabu, 5 Agustus 2026 - 15:00 WIB

Capital One Ungkap Alasan Penutupan Rekening Trump

Rabu, 5 Agustus 2026 - 13:45 WIB

Pejabat Board of Peace Temui Netanyahu Bahas Pelucutan

Rabu, 5 Agustus 2026 - 11:37 WIB

25 Negara Bagian Gugat Pemerintahan Trump Akibat Kebijakan Tarif

Rabu, 5 Agustus 2026 - 08:30 WIB

Trump Kritik Jaksa Jeanine Pirro Soal Kasus Kolam Lincoln

Berita Terbaru

Kondisi air Kali Bekasi berwarna hitam pekat dan diduga tercemar berdasarkan hasil pemantauan DLH Kota Bekasi. (Posnews/Pemkot Bekasi)

JABODETABEK

Air Kali Bekasi Hitam Pekat, DLH Ungkap Dugaan Pencemaran

Rabu, 5 Agu 2026 - 21:43 WIB

Kebakaran hutan akibat kekeringan ekstrem menerjang kota Spokane di Washington hingga memaksa evakuasi 65 ribu warga. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Kebakaran Hutan Hebat Terjang Spokane Washington

Rabu, 5 Agu 2026 - 17:05 WIB