Standar Ganda di Gaza: Israel Izinkan Barang Komersial

Kamis, 1 Januari 2026 - 16:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Hubungan sekutu yang retak. Presiden Donald Trump mengecam keras Benjamin Netanyahu karena rencana pengeboman Beirut mengancam kelangsungan rencana damai dengan Iran. Dok: Istimewa.

Hubungan sekutu yang retak. Presiden Donald Trump mengecam keras Benjamin Netanyahu karena rencana pengeboman Beirut mengancam kelangsungan rencana damai dengan Iran. Dok: Istimewa.

GAZA CITY, POSNEWS.CO.ID – Di tengah puing-puing Gaza, sebuah ironi menyakitkan sedang terjadi. Barang-barang penyelamat nyawa yang sangat dibutuhkan warga justru menjadi komoditas bisnis yang menguntungkan segelintir pihak.

Israel dituduh menjalankan sistem kontrol paralel yang diskriminatif. Faktanya, otoritas Israel mengizinkan pedagang komersial membawa masuk barang-barang yang justru dilarang bagi organisasi kemanusiaan.

Daftar barang tersebut mencakup generator listrik dan tiang tenda logam. Israel memasukkannya ke dalam daftar hitam barang “guna ganda” (dual-use items).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Alasannya, barang-barang ini bisa dimanfaatkan oleh Hamas untuk tujuan militer. Namun, realitas di pasar Gaza berkata lain. Generator dan palet logam kini dijual bebas di pasar terbuka dengan harga selangit.

“Sangat mengejutkan bahwa barang-barang ini bisa masuk melalui saluran komersial,” ungkap seorang sumber diplomatik.

Baca Juga :  Bassirou Diomaye Faye Meluncurkan Partai Baru Kiiraay

Bisnis di Atas Penderitaan

Ketimpangan ini membatasi kerja organisasi kemanusiaan. Padahal, kebutuhan warga sangat mendesak, terutama saat musim dingin dan hujan mulai mengguyur.

Sam Rose, pejabat UNRWA, membenarkan situasi tersebut. “Satu-satunya cara mendapatkan generator saat ini adalah lewat sektor swasta. Ada mark-up harga di sana,” ujarnya.

Analis menduga ada kepentingan bisnis besar di balik kebijakan ini. Ahmed Alkhatib dari Atlantic Council menyebut Gaza akan selalu menjadi pasar besar bagi ekonomi Israel.

“Anda tidak hanya membayar pajak ke Hamas, tetapi juga membayar biaya ke pedagang di sisi Israel,” jelas Alkhatib.

COGAT Membantah, AS Bingung

Unit Kementerian Pertahanan Israel, COGAT, membantah tuduhan tersebut. Mereka mengklaim kebijakan diterapkan secara seragam.

“Israel menawarkan alternatif bagi organisasi internasional,” dalih juru bicara COGAT.

Namun, pasukan Amerika Serikat (AS) yang baru dikerahkan ke Pusat Koordinasi Sipil-Militer (CMCC) justru kebingungan. Mereka datang dengan persiapan logistik, tetapi malah menghadapi hambatan politik.

Baca Juga :  Hujan Deras Picu Banjir Jakarta, 39 RT Terendam hingga 350 Cm

Perwira AS bahkan sempat bersitegang dengan rekan Israel mereka terkait larangan tiang tenda. AS mendesak penghapusan larangan tersebut, namun Israel bergeming.

Senjata Politik: Lapar dan Dingin

Tania Hary dari kelompok hak asasi manusia Gisha menilai ini sebagai strategi politik yang konsisten. “Ini adalah kebijakan untuk memperkuat pihak tertentu dan melemahkan pihak lain,” analisisnya.

Daftar barang terlarang sering kali tidak masuk akal. Panel surya, kursi roda, hingga pensil sekolah pun pernah ditolak masuk.

Akibatnya, penderitaan warga sipil semakin parah. PBB melaporkan setidaknya tiga orang tewas akibat hipotermia bulan ini karena kurangnya tempat berlindung yang layak.

Sementara itu, aliran bantuan pangan masih jauh di bawah target gencatan senjata. Jika standar ganda ini terus berlanjut, risiko kelaparan dan kematian yang dapat dicegah akan kembali menghantui jutaan nyawa di Gaza.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kebakaran Hutan Hebat Terjang Spokane Washington
Polisi Selidiki Motif Penembakan di Restoran In-N-Out Idaho
Capital One Ungkap Alasan Penutupan Rekening Trump
Pejabat Board of Peace Temui Netanyahu Bahas Pelucutan
25 Negara Bagian Gugat Pemerintahan Trump Akibat Kebijakan Tarif
Trump Kritik Jaksa Jeanine Pirro Soal Kasus Kolam Lincoln
Trump Beri Iran Kesempatan Terakhir Jelang Perundingan
Demokrat Ungguli Republik Soal Ekonomi Jelang Pemilu

Berita Terkait

Rabu, 5 Agustus 2026 - 17:05 WIB

Kebakaran Hutan Hebat Terjang Spokane Washington

Rabu, 5 Agustus 2026 - 15:00 WIB

Capital One Ungkap Alasan Penutupan Rekening Trump

Rabu, 5 Agustus 2026 - 13:45 WIB

Pejabat Board of Peace Temui Netanyahu Bahas Pelucutan

Rabu, 5 Agustus 2026 - 11:37 WIB

25 Negara Bagian Gugat Pemerintahan Trump Akibat Kebijakan Tarif

Rabu, 5 Agustus 2026 - 08:30 WIB

Trump Kritik Jaksa Jeanine Pirro Soal Kasus Kolam Lincoln

Berita Terbaru

Kondisi air Kali Bekasi berwarna hitam pekat dan diduga tercemar berdasarkan hasil pemantauan DLH Kota Bekasi. (Posnews/Pemkot Bekasi)

JABODETABEK

Air Kali Bekasi Hitam Pekat, DLH Ungkap Dugaan Pencemaran

Rabu, 5 Agu 2026 - 21:43 WIB

Kebakaran hutan akibat kekeringan ekstrem menerjang kota Spokane di Washington hingga memaksa evakuasi 65 ribu warga. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Kebakaran Hutan Hebat Terjang Spokane Washington

Rabu, 5 Agu 2026 - 17:05 WIB