Spanyol Usulkan Larangan Media Sosial bagi Remaja, Elon Musk Sebut PM Sánchez Tiran

Rabu, 4 Februari 2026 - 14:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Duel raksasa teknologi di meja hijau. Elon Musk menuduh OpenAI mengkhianati janji awal mereka sebagai lab nirlaba demi keuntungan komersial dan kemitraan eksklusif dengan Microsoft. Dok: Istimewa.

Duel raksasa teknologi di meja hijau. Elon Musk menuduh OpenAI mengkhianati janji awal mereka sebagai lab nirlaba demi keuntungan komersial dan kemitraan eksklusif dengan Microsoft. Dok: Istimewa.

MADRID, POSNEWS.CO.ID – Pemerintah Spanyol mengambil langkah berani untuk melindungi generasi muda dari dampak negatif dunia digital. Perdana Menteri Pedro Sánchez mengumumkan rencana pelarangan penggunaan media sosial bagi anak-anak di bawah usia 16 tahun pada Selasa (3/2/2026).

Sánchez menyebut media sosial saat ini sebagai “negara gagal”. Ia menilai banyak pihak mengabaikan hukum dan membiarkan kejahatan terus terjadi di sana. “Kita tidak akan membiarkan anak-anak menjelajahi ruang yang tidak aman sendirian,” tegas Sánchez di KTT Pemerintahan Dunia, Dubai.

Ketegangan Diplomatik Sánchez vs Elon Musk

Usulan ini langsung memicu reaksi keras dari pemilik platform X, Elon Musk. Perselisihan memanas setelah Sánchez mengkritik Musk karena menyebarkan disinformasi melalui X. Kritik tersebut merujuk pada kebijakan imigrasi Spanyol yang baru saja melegalkan 500.000 pekerja asing.

Baca Juga :  Gemerlap Imlek 2026: Perpaduan Robot Kung Fu

Musk merespons lewat unggahan X dengan menyebut Sánchez sebagai “tiran kotor” dan “pengkhianat rakyat”. Tak lama kemudian, Musk kembali menyerang dengan menyebut sang Perdana Menteri sebagai “totaliter fasis sejati”. Hingga kini, Google, TikTok, Snapchat, dan Meta belum memberikan komentar resmi terkait rencana tersebut.

Tren Global dan Perlindungan Anak

Langkah Spanyol ini menambah daftar negara yang bersikap keras terhadap platform teknologi. Yunani kabarnya akan segera mengumumkan larangan serupa untuk anak di bawah 15 tahun. Sebelumnya, Australia menjadi negara pertama yang melarang akses media sosial bagi anak di bawah 16 tahun.

Parlemen Prancis juga sedang memproses undang-undang untuk melarang anak di bawah 15 tahun menggunakan media sosial. Inggris tengah mempertimbangkan langkah serupa. Para regulator global kini semakin khawatir terhadap dampak waktu layar (screen time) bagi kesehatan mental remaja.

Baca Juga :  Pedro Sánchez Desak Dunia Tinggalkan Pola Pikir Zero-Sum

Kekhawatiran terhadap Konten AI dan Disinformasi

Munculnya konten buatan kecerdasan buatan (AI) memperkeruh perdebatan ini. Publik mengecam laporan mengenai chatbot AI milik Musk, Grok, yang menghasilkan gambar seksual non-konsensual. Parahnya, gambar tersebut menyasar anak di bawah umur.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sánchez menyatakan jaksa penuntut akan menyelidiki potensi pelanggaran hukum oleh Grok, TikTok, serta Instagram. Juru bicara pemerintah menyebutkan bahwa pemerintah akan mengimplementasikan larangan ini melalui revisi RUU perlindungan digital. Saat ini, parlemen sedang membahas draf tersebut. Jajak pendapat Agustus lalu menunjukkan 82% warga Spanyol mendukung larangan media sosial bagi anak di bawah 14 tahun.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

WNA China Ditangkap di Pademangan, Polisi Sita Happy Water dan Ketamine 3,2 Kg
Kasus Eksploitasi Anak di Benhil: Bocah Tewas, Polisi Tetapkan 3 Tersangka TPPO
Viral Kasus PHK, Polda Metro Jaya Bantu Pekerja Dapat Pesangon
Gerak-gerik Mencurigakan, Pemuda di Jaktim Diciduk Saat Ambil Paket Narkoba
Delapan Terduga Teroris JAD Diciduk Densus 88 di Sulawesi Tengah
Tabrakan Maut Bus ALS vs Truk Tangki di Muratara, 16 Tewas dan Bus Terbakar
Pemkab Bekasi Fokus Benahi Jalan Rusak di Babelan dan Tarumajaya Mulai Awal Juni 2026
Presiden Lai Ching-te Pulang ke Taiwan Usai Kunjungan Defian ke Eswatini

Berita Terkait

Rabu, 6 Mei 2026 - 18:55 WIB

WNA China Ditangkap di Pademangan, Polisi Sita Happy Water dan Ketamine 3,2 Kg

Rabu, 6 Mei 2026 - 18:15 WIB

Kasus Eksploitasi Anak di Benhil: Bocah Tewas, Polisi Tetapkan 3 Tersangka TPPO

Rabu, 6 Mei 2026 - 18:02 WIB

Viral Kasus PHK, Polda Metro Jaya Bantu Pekerja Dapat Pesangon

Rabu, 6 Mei 2026 - 17:50 WIB

Gerak-gerik Mencurigakan, Pemuda di Jaktim Diciduk Saat Ambil Paket Narkoba

Rabu, 6 Mei 2026 - 17:30 WIB

Delapan Terduga Teroris JAD Diciduk Densus 88 di Sulawesi Tengah

Berita Terbaru