Gebrakan Fiskal Takaichi: Penundaan Pajak Pangan

Selasa, 10 Februari 2026 - 16:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Strategi ekonomi progresif. Pemerintah Jepang menegaskan bahwa penundaan pajak pangan selama dua tahun merupakan langkah transisi menuju sistem kredit pajak yang lebih adil bagi warga berpendapatan rendah. Dok: Istimewa.

Strategi ekonomi progresif. Pemerintah Jepang menegaskan bahwa penundaan pajak pangan selama dua tahun merupakan langkah transisi menuju sistem kredit pajak yang lebih adil bagi warga berpendapatan rendah. Dok: Istimewa.

TOKYO, POSNEWS.CO.ID – Perdana Menteri Sanae Takaichi tetap teguh pada rencananya untuk memberlakukan kembali pajak makanan setelah masa penangguhan selama dua tahun berakhir. Menteri Keuangan Satsuki Katayama menyampaikan hal ini pada Selasa (10/2/2026).

Pernyataan tersebut sekaligus menepis spekulasi bahwa perdana menteri mungkin akan membatalkan janjinya karena kenaikan pajak sering kali tidak populer di mata pemilih. Menurut Katayama, penangguhan pajak tersebut hanyalah sebuah “langkah sementara”. Pemerintah akan mencabut kebijakan tersebut segera setelah sistem kredit pajak yang baru siap untuk beroperasi.

Inovasi Sistem Kredit Pajak yang Dapat Dikembalikan

Katayama menjelaskan bahwa pemerintah sedang merancang “sistem kredit pajak yang dapat dikembalikan” (refundable tax credit system). Sistem ini bertujuan untuk mengurangi sifat regresif dari pajak konsumsi, di mana warga berpendapatan rendah biasanya membayar proporsi pendapatan yang lebih besar untuk pajak makanan dibandingkan warga kaya.

Baca Juga :  Babak Baru Venezuela: Trump Puji Plt Presiden Rodriguez

Melalui sistem baru ini, pemerintah akan memberikan manfaat tunai kepada pembayar pajak, terutama mereka yang berpendapatan rendah. Mereka dapat menerima pengembalian dana jika kredit pajak mereka melebihi kewajiban pajak yang harus dibayar. Katayama menyebut pengenalan sistem ini sebagai sebuah “terobosan” bagi sejarah fiskal Jepang. Selain itu, dewan nasional lintas partai akan menjadikan rencana ini sebagai topik utama dalam diskusi mereka.

Tantangan Politik dan Kesehatan Fiskal

Partai Demokrat Liberal (LDP) pimpinan Takaichi meraih kemenangan telak dalam pemilu hari Minggu lalu dengan janji penangguhan pajak makanan. Pemerintah mengklaim bahwa langkah ini tidak akan memerlukan penerbitan obligasi penutup defisit tambahan.

Meskipun demikian, beberapa pakar ekonomi meragukan apakah pemerintah benar-benar akan berani memberlakukan kembali pajak 8 persen tersebut pada tahun 2028. Pasalnya, pada tahun yang sama Jepang akan menyelenggarakan pemilihan Majelis Tinggi. Langkah menaikkan pajak berisiko memicu kemarahan pemilih jika mereka masih berjuang menghadapi upah rendah dan inflasi yang persisten. Oleh karena itu, dewan nasional akan bekerja keras untuk mencapai kesimpulan sementara mengenai pendanaan dan jadwal kebijakan ini pada musim panas mendatang.

Baca Juga :  Giovanni van Bronckhorst Dijagokan Latih Timnas Indonesia, Sumardji Bergerak ke Eropa

Struktur Pajak Saat Ini

Saat ini, Jepang menetapkan pajak konsumsi sebesar 8 persen untuk pembelian makanan dan minuman. Di sisi lain, sebagian besar produk dan layanan lainnya terkena tarif pajak sebesar 10 persen.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Melalui diskusi di dewan nasional, Takaichi berharap dapat menyeimbangkan antara meringankan beban hidup masyarakat dan menjaga stabilitas anggaran negara. Pemerintah akan menghadapi ujian besar melalui keberhasilan implementasi sistem kredit pajak ini guna menjaga kredibilitas ekonomi di mata pasar internasional.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

BMKG Ingatkan Cuaca Ekstrem di Jabodetabek, Potensi Hujan Lebat hingga Angin Kencang
Jelang Ramadan 2026, Pemerintah Rilis Paket Stimulus Ekonomi dengan Diskon Transportasi
Sindikat Pencuri Kabel Grounding SPBU Dibongkar, 7 Pelaku Ditangkap
Pemerintah Buka Peluang Kirim 8.000 Pasukan Perdamaian ke Gaza, Palestina
Modus Kirim Paket, Peredaran Ganja di Depok Digagalkan Polisi
Tiongkok Desak Filipina Hentikan Inisiatif Hero-Fisherfolk
Krisis Taiwan: Beijing Pertegas Dukungan Unifikasi
Rokok Elektrik Berisi Etomidate, Jaringan Narkoba Lintas Negara Dibongkar Polisi

Berita Terkait

Rabu, 11 Februari 2026 - 06:03 WIB

BMKG Ingatkan Cuaca Ekstrem di Jabodetabek, Potensi Hujan Lebat hingga Angin Kencang

Selasa, 10 Februari 2026 - 21:59 WIB

Jelang Ramadan 2026, Pemerintah Rilis Paket Stimulus Ekonomi dengan Diskon Transportasi

Selasa, 10 Februari 2026 - 21:44 WIB

Sindikat Pencuri Kabel Grounding SPBU Dibongkar, 7 Pelaku Ditangkap

Selasa, 10 Februari 2026 - 21:31 WIB

Pemerintah Buka Peluang Kirim 8.000 Pasukan Perdamaian ke Gaza, Palestina

Selasa, 10 Februari 2026 - 21:03 WIB

Tiongkok Desak Filipina Hentikan Inisiatif Hero-Fisherfolk

Berita Terbaru