Putin Umumkan Gencatan Senjata Paskah 32 Jam

Sabtu, 11 April 2026 - 09:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Napas lega di garis depan. Presiden Vladimir Putin mengumumkan gencatan senjata dua hari untuk peringatan Paskah Ortodoks, sebuah langkah yang segera disambut oleh Presiden Volodymyr Zelenskyy di tengah kebuntuan perang empat tahun. Dok: Istimewa.

Napas lega di garis depan. Presiden Vladimir Putin mengumumkan gencatan senjata dua hari untuk peringatan Paskah Ortodoks, sebuah langkah yang segera disambut oleh Presiden Volodymyr Zelenskyy di tengah kebuntuan perang empat tahun. Dok: Istimewa.

MOSKOW, POSNEWS.CO.ID – Kabar gembira datang dari medan tempur Eropa Timur menjelang hari raya keagamaan. Presiden Rusia Vladimir Putin secara resmi mengumumkan gencatan senjata selama dua hari guna memberikan ruang bagi perayaan Paskah Ortodoks pada hari Kamis.

Dalam konteks ini, pengumuman tersebut membawa harapan bagi jutaan warga di kedua negara yang berbagi tradisi keagamaan yang sama. Langkah diplomatik ini bertujuan untuk memberikan jeda kemanusiaan di tengah konflik yang telah berlangsung selama empat tahun terakhir.

Rincian Teknis dan Instruksi Militer Kremlin

Pemerintah Rusia menetapkan jadwal yang spesifik bagi penghentian permusuhan tersebut. Gencatan senjata akan berlaku mulai pukul 16.00 pada tanggal 11 April hingga akhir hari pada tanggal 12 April 2026.

Menteri Pertahanan Rusia, Andrei Belousov, telah menerbitkan perintah resmi kepada Kepala Staf Umum Valery Gerasimov. Secara khusus, seluruh unit militer diperintahkan untuk menghentikan tindakan militer di semua arah. Namun, Kremlin menegaskan bahwa pasukan tetap dalam status siaga guna mengeliminasi setiap potensi provokasi atau tindakan agresif dari pihak lawan selama periode tersebut.

Baca Juga :  AS Usul Zona Ekonomi Bebas di Donbas, Zelenskyy: Siapa yang Jamin Rusia Tidak Menyerbu?

Respon Zelenskyy: Peluang Menuju Perdamaian Permanen

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy memberikan konfirmasi melalui saluran Telegram resminya bahwa Kyiv akan mematuhi langkah tersebut. Zelenskyy mengingatkan masyarakat internasional bahwa Ukraina telah berulang kali mengusulkan langkah timbal balik serupa di masa lalu.

“Rakyat membutuhkan Paskah tanpa ancaman dan pergerakan nyata menuju perdamaian,” tegas Zelenskyy. Oleh karena itu, ia memandang jeda ini sebagai kesempatan emas bagi Rusia untuk tidak kembali meluncurkan serangan setelah perayaan usai. Zelenskyy juga mengungkapkan bahwa ia telah menyampaikan tawaran melalui Amerika Serikat agar kedua pihak berhenti menargetkan infrastruktur energi masing-masing selama hari raya tersebut.

Konteks Global: Bayang-bayang Konflik Iran

Gencatan senjata Paskah ini bertepatan dengan pergeseran fokus politik global. Upaya Amerika Serikat untuk memediasi penyelesaian perang Ukraina saat ini sedang mengalami stagnasi. Hal ini terjadi karena Washington dan sekutunya harus mengalihkan sumber daya diplomatik serta militer guna menangani eskalasi perang di Iran dan wilayah Timur Tengah lainnya.

Lebih lanjut, situasi di Teluk yang kian memanas telah memicu krisis energi dunia. Akibatnya, stabilitas di Eropa Timur kini menjadi variabel yang sangat krusial guna mencegah keruntuhan ekonomi global lebih lanjut di tahun 2026. Pengamat menilai Rusia memanfaatkan momen ini guna menunjukkan gestur kemanusiaan di hadapan komunitas internasional.

Belajar dari Kegagalan Masa Lalu

Meskipun disambut positif, banyak pihak tetap bersikap skeptis terhadap efektivitas jeda 32 jam ini. Sejarah mencatat bahwa gencatan senjata serupa tahun lalu berujung pada saling tuduh atas pelanggaran di lapangan. Pada akhirnya, ketaatan penuh dari komandan lapangan di kedua belah pihak akan menjadi ujian sesungguhnya.

Dengan demikian, dunia kini memantau apakah kesunyian senjata di hari Minggu besok akan benar-benar terwujud. Keberhasilan gencatan senjata Paskah ini dapat menjadi barometer penting bagi peluang dialog komprehensif di masa depan. Rakyat di Kyiv dan Moskow kini berharap agar semangat Paskah mampu meredam ambisi militer demi keselamatan warga sipil yang telah lama menderita.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Trump Pertimbangkan Tarik Pasukan dari Eropa Akibat Sengketa Selat Hormuz
Damai dengan Jokowi, Nasib Kasus Rismon Menunggu Gelar Perkara Polisi
Melania Trump Bersuara: Bantah Kaitan dengan Jeffrey Epstein
Yusril: Kasus Aktivis Andrie Yunus Tetap di Peradilan Militer
Ancaman Sabotase Bawah Laut: Inggris Adang Operasi Rahasia Kapal Selam Rusia
OTT KPK di Jawa Timur: 16 Orang Diciduk, Bupati Tulungagung Ikut Terjaring
Prakiraan Cuaca Jabodetabek 11 April 2026: Siang hingga Sore Hujan, Waspada Petir
Mantan Menlu Iran Kamal Kharazi Gugur Akibat Serangan Udara AS-Israel

Berita Terkait

Sabtu, 11 April 2026 - 11:54 WIB

Trump Pertimbangkan Tarik Pasukan dari Eropa Akibat Sengketa Selat Hormuz

Sabtu, 11 April 2026 - 09:51 WIB

Putin Umumkan Gencatan Senjata Paskah 32 Jam

Sabtu, 11 April 2026 - 09:33 WIB

Damai dengan Jokowi, Nasib Kasus Rismon Menunggu Gelar Perkara Polisi

Sabtu, 11 April 2026 - 08:43 WIB

Melania Trump Bersuara: Bantah Kaitan dengan Jeffrey Epstein

Sabtu, 11 April 2026 - 07:34 WIB

Yusril: Kasus Aktivis Andrie Yunus Tetap di Peradilan Militer

Berita Terbaru

Napas lega di garis depan. Presiden Vladimir Putin mengumumkan gencatan senjata dua hari untuk peringatan Paskah Ortodoks, sebuah langkah yang segera disambut oleh Presiden Volodymyr Zelenskyy di tengah kebuntuan perang empat tahun. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Putin Umumkan Gencatan Senjata Paskah 32 Jam

Sabtu, 11 Apr 2026 - 09:51 WIB

Bantahan di Sayap Barat. Ibu Negara AS Melania Trump secara mendadak memberikan pernyataan publik guna menyangkal segala keterlibatan dalam skandal Jeffrey Epstein, sembari mendesak kesaksian terbuka bagi para korban. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Melania Trump Bersuara: Bantah Kaitan dengan Jeffrey Epstein

Sabtu, 11 Apr 2026 - 08:43 WIB